Penulis : Mitha/ Editor : FK.
PHINISINEWS.COM, MAKASSAR – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan mendorong alumni ilmu komunikasi mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah. Tidak hanya di sektor media, kompetensi komunikasi dinilai dibutuhkan dalam pemerintahan, dunia usaha, hingga berbagai industri.
Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pengurus ISKI Sulsel di Black Canyon, Jalan Hertasning, Makassar, Minggu (1/11/2026). Pertemuan ini sekaligus membahas pematangan program kerja kepengurusan periode 2025–2028.
Ketua Umum ISKI Korwil Sulsel, Andi Edy Manaf, mengatakan organisasi perlu memperkuat konsolidasi dan membangun kolaborasi agar keilmuan komunikasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, potensi sarjana komunikasi di Sulawesi Selatan belum cukup hanya dihimpun dalam organisasi, tetapi perlu diarahkan menjadi kekuatan profesional yang berkontribusi di berbagai sektor.
"Tanpa disadari, ilmu komunikasi luar biasa manfaatnya. Menjadi suatu kebutuhan industri, dibutuhkan dan ada di mana-mana," ujar Andi Edy Manaf yang juga Wakil Bupati Bulukumba.
Ia berharap ISKI dapat memperluas jejaring dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membuka ruang aktualisasi kompetensi alumni komunikasi.
"Kita harap kita bisa berkolaborasi dengan semua stakeholder, bukan hanya di pemerintahan," katanya.
Untuk mendukung agenda tersebut, ISKI Sulsel menyiapkan lima departemen, yakni Keilmuan, Publikasi Ilmiah dan Penelitian; Kompetensi Profesi, Edukasi dan Pelatihan; Pengembangan Karier; Organisasi, Keanggotaan dan Advokasi; serta Komunikasi Digital dan Hubungan Media.
Kelima departemen tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik, profesionalisme, pengembangan karier, serta jejaring organisasi.
Rancangan program kerja selanjutnya akan dimatangkan melalui rapat kerja. ISKI Sulsel diharapkan tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi mampu menghadirkan kontribusi konkret melalui keilmuan, kompetensi, dan kolaborasi lintas sektor. (*)