Thursday, 22 October 2020 12:32

Oleh : Fredrich Kuen *

 

Makassar (Phinisinews.com) – Provinsi Sulawesi Selatan, memanfaatkan momentum peringatan hari ulang tahunnya ke-351 melakukan gerak besar bangkit dari pengaruh buruk Pandemi Covid-19 yang bukan hanya melanda Sulsel, tetapi hampir semua negara di belahan dunia.

Sulsel yang menjadi salah satu provinsi di kawasan Timur Indonesia, selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sektor perekonomian daerah, sehingga Sulsel juga mengalami kontraksi.

Pengaruh buruk Pandemi, bukan hanya penyebaran korona yang mengakitbatkan banyak korban jiwa, melainkan juga membuat gerak ekonomi menurun drastis akibat pengaruh dari penyebaran virus tersebut serta kebijaksanaan penanganan melalui berbagai pembatasan sosial berskala besar maupun kecil, sosial distancing, penutupan mall dan toko swalayan hingga pembatasan pengunjung di pasar tradisional.

Aktivitas dan transaksi perdagangan mengalami penurunan drastis, walaupun beberapa sektor jasa dan ekonomi keatif tetap tumbuh namun berjalan lambat jika tidak ingin dikatakan stagnan.

Saat peringatan HUT ke-351 Sulsel (19 Oktober 2020), Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi Sulsel dan mengembalikan kejayaan komoditas unggulan Sulsel yang memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional serta pengembangan sektor pariwisata secara terpadu.

Gubernur menguraikan beberapa program strategis nasional dilanjutkan, diantaranya program kereta api dan Makassar New Port sudah dilakukan direct call, ini suplemen percepatan pemulihan ekonomi yang pengaruhnya akan besar.

Demikian juga dengan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin. Yang perlu mendapat perhatian ke depannya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Selayar untuk pengembangan infrastruktur pendukung bidang pariwisata.

Lalu, mengarahkan peningkatkan jangkauan dan kualitas infrastruktur wilayah dalam membuka daerah terisolir, memperkuat interkoneksi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang diarahkan antara lain melalui kegiatan pembangunan akses jalan daerah terisolir, penyediaan fasilitas sarana air bersih, khususnya bagi masyarakat yang ada di Pulau, termasuk menjamin ketersediaan sumber daya energi listrik di pulau-pulau.

“Sulsel memiliki lebih dari 300 pulau yang tersebar di seluruh wilayah. Ada potensi yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya baik dari sisi sektor perikanan maupun pariwisata,” ujar Gubernur Nurdin Abdullah.

Kawasan Wisata

Foto Mitha, Pantai Losari Makassar

Menurut Nurdin Abdullah yang juga Guru Besar ini, kawasan wisata perlu perhatian, bupati dan wali kota harus lebih kreatif dalam menanganinya. Kalau menempuh langkah bersinergi melakukan terobosan di daerah, maka itu tidak ada hambatan. Contoh Kawasan Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba, Pemprov Sulsel bersama bupati, begitu juga dengan daerah wisata budaya Toraja untuk pembangunan bandara bersinergi program, dan saat ini sudah dilayani dengan penerbangan tetap Makassar-Toraja berbiaya murah.

Secara terpisah, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Khusus transportasi, Pemprov Sulsel sudah melakukan pembenahan infrastruktur pada beberapa bandara dan sistem penerbangan domestik yang mulai beroperasi dan kita juga sudah subsidi tiket ke wilayah potensi investasi termasuk ke Bandara Toraja, Bua Luwu, dan Aroeppala, ucapnya.

Sulsel juga memiliki ratusan pulau seperti pulau-pulau di Selayar, dan daerah pesisir yang indah di Tanjung Bira Bulukumba. Ada juga wisata kearifan lokal seperti Danau Tempe, Budaya Amatoa, Budaya Toraja, Negeri di atas awan, dan banyak lagi yang sedang dibenahi daya dukungnya.

Selain itu, mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif dengan cara memperkuat dukungan sarana prasarana yang diarahkan antara lain melalui kegiatan pembangunan rest area. Tahun 2020 selesai dua rest area dan tahun 2021 tiga rest area akan selesai.

Di samping daerah dan objek tujuan wisata unggulan, juga dilakukan pengembangan sentra-sentra industri, untuk tetap menjadikan UMKM dan BUMDes sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi masyarakat.

Dalam Dialog Investasi, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bahwa pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi produktif baru menjadi salah satu misi Pemprov Sulsel dalam upaya peningkatan investasi. Beragam potensi peluang penanaman modal (investasi) yang ada di Sulsel akan dimaksimalkan.

Komoditi Unggulan

Untuk komoditi unggulan dilakukan upaya “membumikan” kembali komoditi-komoditi Sulsel yang selama ini memiliki daya saing kuat di pasar global seperti sutera, kakao (coklat), kopi, jeruk keprok Selayar, udang windu, dan komoditas lainnya karena komoditi tersebut telah menjadi bagian dari budidaya masyarakat Sulsel.

“Kita mencoba merefleksikan kembali berbagai produk masyarakat Sulsel yang telah menjadi ikon dan kebanggaan kita agar kembali berjaya di pasaran,” ujar Nurdin Abdullah.

Untuk komoditi kopi dan kakao, lanjut Wagub Andi Sudirman, memiliki lahan yang luas. Khusus kopi memiliki beragam jenis, di antaranya kopi khas Toraja, kopi Bontocani dan jenis jenis lainnya, baik arabika maupun robusta.

“Yang kita butuhkan adalah jaminan untuk proses, certified farming, sistem kemasan produk, sehingga memiliki nilai tambah, nilai sehat dan higienis,” ujarnya.

Untuk kakao, terdapat lahan seluas ratusan ribu hektare. Yang dibutuhkan adalah pabrik moderen sehingga mampu memproduksi industri hilir dan produksi coklat.

Sedangkan untuk udang windu, Sulsel memiliki potensi lahan puluhan ribu hektare yang dapat dikembangkan budidaya pola semi intensif maupun intensif penuh.

Dia juga memaparkan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi investor di Sulsel. Yaitu layanan terpadu satu pintu, pengiriman tunggal online (OSS), layanan cepat tepat dan transparan, jaminan kepastian dan keamanan bisnis, dan budaya gotong royong, kekeluargaan, menolong alam.

“Dalam hal investasi kearifan lokal, kita juga membangun karakter yang bisa maju bersama agar tidak menimbulkan adanya gesekan antara penduduk lokal dan tamu dari mancanegara, sehingga bisa mendorong terciptanya kolaborasi yang ke depannya saling membangun dan besar bersama. Maju bersama dan berkolaborasi, bersinergi untuk sebuah kemandirian Sulsel yang lebih baik,” ucap Wagub.

Menurut Gubernur Nurdin Abdullah dalam bidang reformasi birokrasi, kami sudah melakukan berbagai pemangkasan prosedur ekspor. Selain itu, untuk tahun 2021, Pemprov masih menyiapkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp500 miliar untuk bangkitkan normalisasi ekonomi Sulsel.

Pandemi

Foto Mitha, Bandara Hasanuddin Makassar 2020

Walaupun Pandemi ini mengguncang perekonomian, namun berdasarkan rilis BPS sampai dengan kwartal II Tahun 2020, dari sisi sektor pertanian Sulsel masih tetap tumbuh di atas 2,4 persen dengan kontribusi sebesar 24,81 persen.

Sedangkan ekspor tetap tumbuh positif hingga mencapai 11,17 persen, bahkan konsumsi listrik juga tumbuh di atas empat persen di tengah seluruh provinsi mengalami kontraksi pertumbuhan.

Meskipun serangan virus korona mulai melandai, tetapi kewaspadaan dan semua upaya pencegahan dan penanganan covid-19 terus dilakukan, terbukti dari 12 kabupaten kota di Sulsel yang menyelenggarakan pilkada serentak Desember 2020  yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Bulukumba, Soppeng, Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Tanatoraja dan Kabupaten Toraja Utara, mempersiapkan protokol kesehatan, rapid test, swab, pakai masker, jaga jarak dan jaga kebersihan dengan rutin cuci tangan menggunakan sabun, itu menjadi keharusan.

Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengatakan Pemkot Makassar  mendukung penuh rencana  KPU yang selalu mengedepankan aspek kesehatan dalam setiap proses pelaksanaan tahapan pemilihan Walikota, termasuk Rapid Test untuk 16.000 petugas KPPS.

Ketua KPU Makassar, Farid menyatakan, Pemkot Makassar bersama Komisi Pemilihan Umum akan melakukan Rapid Test massal 16.000 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas menjadi panitia di tempat pemungutan suara (TPS) saat hari pencoblosan,  9 Desember 2020. 

Rencananya, ribuan petugas KPPS tersebut akan menjalani Rapid Test massal di sejumlah Puskesmas di Kota Makassar 14 – 20 November 2020. Dan hal serupa juga akan dilakukan semua daerah yang melaksanakan pilkada di Sulsel. (Editor Mitha K).

* (Wartawan Utama, Trainer Jurnalis P2MTC).

Tuesday, 20 October 2020 16:56
 

Penulis : Fred Kuen

Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh rencana  KPU yang selalu mengedepankan aspek kesehatan dalam setiap proses pelaksanaan tahapan pemilihan Walikota, termasuk Rapid Test untuk 16.000 petugas KPPS.

“Insya Allah Pemkot Makassar melalui Dinas Kesehatan akan membantu, baik itu tenaga medis maupun tempat pelaksanaannya,” kata Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin saat menjawab pemaparan Ketua KPU Kota Makassa, M. Farid W ketika bertatap muka dengan Walikota bersama sejumlah anggota KPU Makassar di Rumah Jabatan Walikota Makassar, Selasa.  .

Pj Walikota juga kembali mengingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah Covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi dunia, termasuk di Kota Makassar.

Menurut Farid, Pemerintah Kota Makassar bersama Komisi Pemilihan Umum Kota Makassar akan melakukan Rapid Test massal terhadap 16.000 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas menjadi panitia di tempat pemungutan suara (TPS) saat hari pencoblosan,  9 Desember 2020. 

Rencananya, ribuan petugas KPPS tersebut akan menjalani Rapid Test massal di sejumlah Puskesmas di Kota Makassar 14 – 20 November 2020.

Dia juga menyampaikan  rencana pelaksanaan debat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar yang akan digelar sebanyak tiga kali.

“Debat pertama dan kedua kemungkinan kita gelar di Jakarta pada minggu pertama dan minggu terakhir di bulan November. Sedangkan debat yang ketiga kita akan lakukan di Makassar, tepatnya di awal bulan Desember atau hari terakhir masa kampanye” ujarnya.

Menurut dia, dalam debat tersebut penerapan protokol kesehatan akan menjadi perhatian utama.

“Itu sudah jelas diatur dalam Peraturan KPU. Jadi hanya beberapa saja perwakilan dari setiap paslon yang hadir, termasuk perwakilan dari KPU dan Bawaslu yang juga dibatasi” ujarnya.

Protokol Kesehatan itu antara lain Memakai masker, menjaga jarak serta menjaga kebersihan melalui cuci tangan menggunakan sabun. (FK/R-HMS/MK)

Monday, 19 October 2020 21:47
 

Penulis : Fred Kuen

Editor : Mitha M

Makassar (Phinisinews.com) – Tim Kelompok Kerja PKK Kota Makassar menggelar penyegaran bagi kader Pos Pelayanan Masyarakat (Posyandu) dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di masa Pandemi Covid-19.

“Penyegaran diberikan secara berkesinambungan, agar pemahaman yang diterima terus ter-update dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, teruatama saat Pandemi,” kata Ketua tim Pengerak PKK Kota Makassar, Rossy Timur Wahyuningsih di Baruga Anging Mammiri Makassar, Senin.

Penyegaran Kader Posyandu itu merupakan salah satu program kerja untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan lingkungan.

Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Makassar, Rossy menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kinerja kader posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kota Makassar.

Penyegaran Kader posyandu kali ini dibagi atas tiga angkatan, selama tiga hari berturut turut dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai narasumber.

Selain itu, kader diingatkan agar terus mensosialisasikan Protokol Kesehatan selama Pendemi yakni menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan memakai sabun, memakai masker serta menjaga jarak saat beraktivitas. (FK/R-HMS/MK)

Thursday, 08 October 2020 21:30
 

Penulis : Fred Kuen

Editor Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin membuka Lomba Peragaan Busana (Fashion Show) Sutera, di Makassar, Kamis.

Kegiatan yang merupakan rangkaian Pekan Produk Kreatif Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak..

Lies mengatakan, tahun depan kualitas sutera Sulsel akan jauh lebih baik. Karena, tahun ini dana yang dikucurkan untuk pengembangan sutera disalurkan ke Kabupaten Soppeng dan Wajo.

“Saya berdiskusi dengan Pemda Wajo, mereka juga akan mengirim pengrajin sutera mereka belajar ke Thailand,” ujar Lies, Istri Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah.

Menurut dia, saat ini ada 10 hektare lahan murbei untuk menghasilkan benang sutera. Selama ini, harga sutera masih mahal karena benangnya masih diimpor.

Sebagai Ketua Dekranasda Sulsel, Lies menyatakan dukungannya (mensupport) penuh kegiatan lomba peragaan busana (fashion show) tersebut. Apalagi, melibatkan perancang busana (desainer-desainer) muda untuk pengembangan sutera Sulsel.

“Kita apresiasi semua kegiatan yang dilaksanakan untuk membangkitkan kejayaan sutera Sulsel,” ucapnya.

Tidak hanya sutera, ia juga berharap semua daerah mengembangkan produk unggulan mereka. Menurut Lies, dirinya sudah bertemu dengan Pimpinan Bank Sulselbar, dan mereka memiliki program CSR untuk pengembangan produk unggulan kabupaten/kota.

“Kabupaten Pinrang, misalnya, terkenal dengan perhiasan pengantinnya. Ini harus dikembangkan,” ujarnya.

Dalam, dalam lomba tersebut setiap peserta akan menampilkan dua kategori, yakni pakaian kantor dan gaun pesta. Peserta lomba adalah pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota se Sulsel.

Dalam kesempatan tersebut, Lies juga meninjau booth pameran produk unggulan kabupaten/kota se Sulsel. (FK/R-HMS/MK).

Tuesday, 20 October 2020 17:39
 

Penulis : Fred Kuen

Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, meresmikan pembukaan Pojok Pangan Lokal di Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, di Makassar, Selasa, serta launching Pasar Mitra Tani gratis ongkos kirim (Free Ongkir) Gojek.

“Ini merupakan inovasi yang dibutuhkan saat ini. Apalagi di tengah masa Pandemi Covid-19 dan juga memberdayakan produk petani,” ujar Gubernur Nurdin Abdullah.

Gubernur melanjutkan, hari ini kita melihat inovasi dan kreasi Dinas Ketahanan Pangan, kita apresiasi karena ini yang kita butuhkan saat ini. Lahan banyak, tetapi kita masih sangat kurang memanfaatkan. Apalagi inovasi yang sangat luar biasa Gojek yang bisa menjadi penghubung antara produsen dengan konsumen di masa pandemi ini.

Apresiasi diberikan kepada Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, sebab tidak hanya bekerja di hulu, tetapi hilirisasi juga mulai bergerak. Oleh karena harus dapat menjaga kesinambungan produksi, diperbesar bahkan hingga skala industri. Produk yang hadirkan juga dinilainya baik secara pengemasan dan juga kualitas produk.

“Kita bisa lihat kemasannya, saya juga sudah coba isinya tanpa pengawet, saya kira ini luar biasa. Saya harap tomat lokal dijaga, karena rasanya sangat beda dengan tomat apel,” ujarnya.

Gubernur juga menawarkan agar Dinas Ketahanan Pangan ikut mengelola dua rest area yang dimiliki pemerintah daerah. Produk UMKM dibuatkan etalase memenuhi kebutuhan sayur masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Fitriani, menyebutkan, inovasi ini untuk pemenuhan pangan pokok masyarakat dan juga mendukung Program Pemprov dalam mensejahterakan masyarakat melalui hilirisasi komoditi andalan, khusus pangan. Adapun produk dari Pojok Pangan ini berisi jenis pangan olahan dari kabupaten/kota serta dari UMKM yang diharapkan meningkatkan ekonomi di era pandemi.

“Kalau kita lihat outlet ketiga, ini adalah display brand kopi Sulsel dan diproduksi oleh petani dan sudah ada empat brandnya. Dan ini akan kita kembangkan terus,” ujarnya.

Salah satu perusahaan yang menghadirkan produknya adalah PT East West Seed Cap Panah Merah, perusahaan produsen benih terpadu di Indonesia. Salah satunya jagung jenis pulut terbaru. Jagung tersebut jenis Jantan F1, Rasanya F1 dan Kumala F1 yang merupakan produk petani Sulsel. Manfaatnya, cocok untuk diet, suplemen makanan, kesehatan mata, memperlancar pencernaan, menurunkan kolestrol dan mencegah anemia dan alzheimer. Sedangkan kandungan nutrisinya diantaranya anti oksidan, amylopectin, karbohidrat, kalori, protein, vitamin A dan C, zat besi dan potasium.

Di outlet Toko Tani Indonesia Center atau Pasar Mitra Tani juga dipasarkan Nenas Madu Bantaeng, produk bebas dari pestisida dan aman dari bahan kimia.

“Lebih murah dari pasar, ini juga disambut baik oleh masyarakat. Apalagi ada kerja sama dengan Gojek free ongkir, tinggal lihat harganya diaplikasi. Tinggal ketik Pasar Mitra Tani,” jelas pengelola, Syahrir Kamaluddin.

Sedangkan District Head Gojek Makassar, Adwin Pratama, menyatakan, Gojek bersedia berkolaborasi dengan Pemprov dengan semangat tinggi untuk mengatasi pandemi Covid-19. Ide mempertemukan produsen dan konsumen, awalnya digagas di Kementerian Pertanian, oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang juga merupakan mantan Gubernur Sulsel.

Produk ini dapat dipesan melalui aplikasi Gojek pada menu Go Shop atau Go Food, kemudian ketik Toko Tani Indonesia, memilih produk, masukkan alamat pengiriman, estimasi harga tertera, dan pesan.

Keamanan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Di tengah pandemi, terus beradaptasi. Pihak Gojek menjalankan prinsip J3K yakni Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan. Selain itu melaksanakan Protapkes memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak saat beraktivitas.

“Mitra yang akan mengantarkan pesanan, mereka itu sudah mengukur suhu tubuh, minimal sekali dalam dua hari. Kami dari Gojek juga siap berkolaborasi. Bagaimanapun caranya sama-sama dengan pemerintah provinsi untuk pemberantas Covid-19,” ujarnya. (FK/R-HMS/MK).

Monday, 19 October 2020 17:34
 

Penulis : Fred Kuen

Editor : Mitha K

Makassar(Phinisinews.com) -Inovasi wisata Covid-19 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendapatkan apresiasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Pemerintah Provinsi Sulsel telah berhasil mendorong beberapa inovasi yang mendapatkan apresiasi tidak saja secara nasional, akan tetapi setingkat Badan Kesehatan Dunia WHO, yaitu program inovasi Wisata Covid-19,” kata Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, di Ruang Paripurna DPRD Sulsel, di Makassar, Senin, saat HUT Sulsel ke 351.

Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pemerintahan.

Di Sulsel, secara perlahan namun pasti dan berkat sinergitas serta semangat kebersamaan yang telah mengkultur dan diwariskan para leluhur kita, masalah tersebut dikelola dengan baik hingga menjadi peluang.

Selain itu, inovasi sektor pasar tradisional, sektor hotel dan tempat wisata juga telah mengharumkan nama Sulsel di tengah penyiapan tatanan normal baru yang diselenggarakan pemerintah pusat melalui kementerian dalam negeri.

Peran seluruh komponen dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19 turut memberikan dampak signifikan.

“Tenaga kesehatan, stakeholder, relawan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, PKK, Dekranasda dan seluruh elemen masyarakat serta tidak kalah penting adalah kesiapan TNI dan Polri yang menjadi salah satu garda terdepan menjadikan kita semua kuat untuk bersama-sama melewati krisis ini,” ucap Gubernur.

Terkait pemulihan ekonomi, Sulsel yang menjadi salah satu provinsi di kawasan Timur Indonesia, selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap seluruh sektor perekonomian daerah, sehingga Sulsel juga mengalami kontraksi.

Akan tetapi, berdasarkan rilis BPS sampai dengan kwartal II Tahun 2020, dari sisi sektor pertanian masih tetap tumbuh di atas 2,4 persen dengan kontribusi sebesar 24,81 persen. Demikian halnya ekspor tetap tumbuh positif hingga mencapai 11,17 persen, bahkan konsumsi listrik juga tumbuh di atas empat persen di tengah seluruh provinsi mengalami kontraksi pertumbuhan.

“Di momentum hari jadi ini, secara khusus kepada seluruh petani dan nelayan, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulsel, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras selama masa pandemi, sehingga sektor pertanian tetap bisa bergerak. Kita pahami bersama, pada kondisi seperti ini, ketersediaan pangan menjadi salah satu faktor kunci menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Dari pemantauan lapangan, perangkat daerah maupun satgas Covid-19 terus mensosialisasikan prosedur tetap kesehatan untuk menghambat dan mengatasi penyebaran korona dengan cara rutin menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun  dan menjaga jarak saat beraktivitas. (FK/R-HMS/MK).

Wednesday, 14 October 2020 17:28
 

Penulis : Fred Kuen

Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) -  Dalam upaya pemulihan dan memajukan ekonomi suatu daerah, terutama saat Pandemi, sangat diperlukan kepastian, jaminan hukum, dan komitmen pemerintah.

“Bagi pengusaha, kuncinya adalah kepastian. Itu kata kuncinya, bukan gratis atau tidak gratis, kepastian dulu. Kedua adalah komitmen pemerintah,” kata Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, saat menjadi narasumber pada Temu Wicara Kepala (Badan Koordinasi Penanaman Modal) BKPM RI dan Gubernur Sulsel dengan tema “Membangun sinergitas antara Pemerintah dengan dunia usaha menuju Sulsel jaya,” di salah satu hotel berbintang di Makassar, Rabu.

Narasumber lainnya adalah Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro BKPM RI, Indra Darmawan yang mewakili Ketua BKPM RI dan Kepala DPM-PTSP Sulsel, Jayadi Nas.

Topik pembahasan adalah bagaimana dunia usaha dan investasi. Sejak sembilan bulan lalu di masa pandemi Covid-19, dua hal besar kepala daerah bahkan Presiden yang menjadi pikiran utama untuk diselesaikan adalah bagaimana memulihkan kesehatan masyarakat dan bagaimana memulihkan ekonomi.

Memulihkan kesehatan masyarakat, terutama pencegahan penularan Covid-19 dilakukan dengan cara ketat menjalankan protokol kesehatan dengan taat memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak saat beraktivitas.

Menurut Gubernur Nurdin Abdullah, selama dua tahun memimpin Sulsel, termasuk saat 10 tahun memimpin Kabupaten Bantaeng adalah dengan mempermudah perizinan. Bantaeng, kabupaten kecil di Sulsel dengan sumber daya terbatas, dapat dihadirkan smelter pengolahan nikel.

“Walaupun daerah kecil tetapi bisa membuktikan bahwa di Bantaeng bisa terbangun smelter tanpa nikel (karena bukan daerah tambang nikel) dan tanpa listrik (kapasitas listrik masih minim),” ucapnya.

Kebutuhan listrik 160 Megawatt tetapi listrik disaat beban puncak 8 megawatt. Saat ini sudah beroperasi bahkan menambah enam tungku.

“Sekarang sudah beroperasi bahkan tambah enam tungku, itu karena ada kepercayaan dalam pemerintahan,” ujarnya.

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun berbicara soal investasi di negara ASEAN, justru Vietnam dan Myanmar lebih dilirik. Masalah yang dimiliki adalah birokrasi yang panjang, berbelit-belit dan mahal.

Ia juga meminta Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel untuk melakukan inovasi pelayanan, misalnya untuk Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dipermudah.

“Misalnya izin SIUP yang sederhana, jika perusahaannya masih sehat, bayar pajak lancar, perpanjang izin tidak perlu ditunggu lagi, satu bulan sebelum izin berakhir dikirimkan perpanjangannya,” kata Gubernur.

Dengan mempermudah perizinan, maka akan menciptakan lapangan kerja dan menghilangkan kemiskinan.

“Kita bicara setiap tahun pengangguran, kemiskinan. Kuncinya itu birokrasi, kalau birokrasinya dipermudah, pasti lapangan kerja tercipta otomatis. Jangan buat tagline kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah, kalau bisa diperlama kenapa dipercepat,” ucapnya.

Gubernur Nurdin Abdullah pada kesempatan itu mendengarkan masukan dan keluhan dari para pengusaha.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro BKPM RI, Indra Darmawan menyatakan bahwa semangat mempermudah perizinan ditemukannya di Sulsel.

“Pak Nurdin ini auranya mempermudah, bukan mempersulit, itu yang saya lihat. Saya pikir itu yang sekarang terjadi, minimal melihat perkembangan ekonomi di Sulsel cukup menjanjikan,” ujarnya.

Sulsel, lanjutnya, harus meningkatkan daya saing di tingkat dunia. “Kompetitor Sulsel ini bukan Surabaya, Jakarta. Tetapi Banglades, Hongkong, Darwin, itu kompetitor kita,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan, di Global Competitiveness Report, Indonesia tahun lalu di rangking 51 untuk daya saing iklim dunia usaha dan rangking 85 aspek ketenagakerjaan. (FK/R-HMS/MT).

Sunday, 11 October 2020 17:24
 

Penulis : Fred Kuen

Editor : Mitha K

Takalar, Sulsel (Phinisinews.com) -  Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman membuka dan melepas peserta Gowes Bersedekah Fun Bike 2020 Kabupaten Takalar, Minggu, sambil mengingatkan protokol tetap kesehatan (Protapkes).

“Ingat, protapkes itu adalah semua peserta tetap menggunakan masker, cuci tangan memakai sabun dan jaga jarak,” ujarnya.

Gowes 8K tersebut melakukan gerak awal (start) dan berakhir (finish) di Taman Alun-alun Makkatang Dg Sibali, yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Takalar, serta Sekda Takalar.

Mengusung tema “Sehatkan badan anda dengan bersepeda, bersihkan jiwa anda dengan bersedekah, Gowes bersedekah ini dilaksanakan oleh gabungan komunitas sosial di Kabupaten Takalar.

Ketua Panitia menyampaikan, kegiatan ini terselenggara dengan kerjasama beberapa komunitas. Di antaranya Komunitas Sedekah Jum’at, IPTP (Ikatan Pemuda Takalar Peduli), komunitas Tangan di Atas, dan Rumah Baca Pesisir.

“Kegiatan ini sebagai ajang bersedekah. Di tengah pandemi ini kita harus lebih rajin bersedekah untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk kepedulian sosial masyarakat dan membantu pemerintah,” ujarnya.

Hasil penjualan kupon itu, lanjutnya, akan disalurkan kepada fakir miskin, kaum dhuafa dan pembangunan rumah baca. Mereka pun berencana akan membangun rumah makan gratis.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menanyakan kabar para peserta. Ia pun mengapresiasi kegiatan yang tidak lupa pula dengan bersedekah.

“Tolong kalau mulai capek, berhenti dulu. Jangan dipaksa. Terus kalau berhenti dan bersama ya pakai masker lagi. Tolong panitia tunjuk orang untuk jadi contact person pertolongan pertama yang paham medis,” pesannya.

Orang nomor dua di Sulsel itu pun bagi-bagi hadiah kepada peserta Gowes berupa sepeda dan hadiah lainnya. Mulai dari peserta paling muda dan tua, hingga peserta terjauh dan terdekat dari lokasi.  (FK/R-HMS/MK).

Galleries

 
  Penulis : Fred Kuen Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin...
  Penulis : Fred Kuen Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh...
  Penulis : Fred Kuen Editor : Mitha M Makassar (Phinisinews.com) – Tim Kelompok Kerja PKK Kota Makassar...
  Penulis : Fred Kuen Editor : Mitha K Makassar(Phinisinews.com) -Inovasi wisata Covid-19 yang dicanangkan...

Get connected with Us