Monday, 18 October 2021 10:41
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Jeneponto, Sulsel (Phinisinews.com) – Kabupaten Jeneponto di Provinsi Sulawesi Selatan, selama dua tahun Pandemi Covid-19, belum pernah masuk dalam Zona Merah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Covid-19 terindikasi masuk Kabupaten Jeneponto setelah ditemukakn pasien terpapar virus corona pada April 2020 dan hingga 13 Oktober 2021, pasien terpapar sebanyak 2.491 orang dan yang sembuh 2.412 orang, sedangkan pasien meninggal sebanyak 76 orang, kata Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar melalui web resmi Pemkab Jeneponto, Senin.

Per tanggal 13 Oktober 2021 tercatat empat orang dirawat dan lima orang melakukan isolasi mandiri yang terus dipantau secara ketat oleh Tim Lapangan.

Menurut Bupati, pihaknya sudah melakukan langkah tepat penanganan covid-19 di Jeneponto, sehingga daerahnya mampu mengendalikan situasi pandemi melalui satuan tugas (satgas) yang dibentuk serta berbagai inovasi lainnya sehingga tidak pernah berada pada Zona Merah.

Agar badai pandemi covid-19 segera berlalu, maka kini dilakukan vaksinasi secara massal untuk semua segmen masyarakat agar secepatnya tercipta herd community (kekebalan kelompok) di daerah ini, ucapnya.

Selain vaksinasi untuk masyarakat umum secara massal, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, juga terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat yakni wajib menggunakan masker dan double masker untuk semua aktivitas, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan di semua aktivitas serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat tempat umum dengan sasaran agar pandemi covid-19 segera berakhir, sebab kini levelnya terus turun di seluruh Sulsel, termasuk Kabupaten Jeneponto.

Setelah pandemi meredah dan Jeneponto memasuki PPKM level 2, kegiatan masyarakat mulai longgar. Termasuk kegiatan pendidikan sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari tingkat PAUD hingga SMP.

"Karena Jeneponto sudah masuk PPKM Level 2, jadi PTM sudah berjalan," ujarnya. (FK/Q/FAK).

Saturday, 16 October 2021 05:23
 

Penulis : Zulkifli  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) - Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar tertarik menjadikan Pondok Pesantren sebagai binaan kesehatan, baik dalam hal pendidikan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pendidikan kegawatdaruratan.

Sebab, semua itu sesuai dengan visi misi FKIK Unismuh Makasar, kata Wakil Dekan (WD) I Bidang Akademik, dr. A. Weri Sompa, Sp.S, M.Kes saat membuka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Program Studi FKIK Unismuh pada santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makasssar, Jumat.

Kegiatan ini terlaksana berkat hibah internal pengabdian dan penelitian dari Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh yang meloloskan dua kegiatan PKM dan tiga penelitian dari dosen program studi sarjana farmasi.

Peserta pengabdian ini adalah santri putri yang terdiri dari perwakilan masing-masing tingkatan Madrasyah Aliyah (SMA) dan Tsanawiyah (SMP) sebanyak 100 orang yang menjalani Pendidikan di Pondok Pesantren.

Weri Sompa berharap melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat FKIK terhadap santri Pondok Pesantren  maka akan terjalin kerjasama dan hubungan simbiosis mutualisme.

Hal senada disampaikan Wakil Direktur II Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makasssar, Ridwan Hamzah S.Th.I. yang menyatakan pihaknya sangat membutuhkan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi ataupun pelayanan kesehatan karena pondok pesantren hanya memiliki satu tenaga perawat.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Prodi Sarjana Farmasi FKIK Unismuh, apt. Sulaiman, S.Si, M.Kes menguraikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Tim dosen akan membawakan materi penyuluhan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) serta pemeriksaan Kesehatan bagi santri putri.

Pemeriksaan Kesehatan dilakukan oleh tim dosen serta para mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)  Prodi Sarjana Farmasi.

Antusiasme para santri sangat besar yang dapat dilihat dari begitu banyak pertanyaan yang muncul dari para santriwati mulai dari pertanyaan tentang Kesehatan secara umum ataupun mengenai penggunaan obat-obatan.

Diakhir acara terpilih dua orang santri sebagai “Duta Obat” di Pondok Pesantren Putri yang dapat memberikan informasi tentang obat ke kalangan pondok ataupun di masyarakat atau di keluarga mereka nantinya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pondok Putri, Suryani, pengurus masjid, Ketua Pondok Putra serta para dosen Prodi Sarjana Farmasi FKIK Unismuh. (Ijul/FAK).

Sunday, 17 October 2021 05:33
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MMK

Bantaeng, Sulsel (Phinisinews.com) – Bupati Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan,  H. Ilham Azikin menyatakan bangga karena jurnalis jadi salah satu elemen masyarakat penginisiasi vaksinsi covid-19 di daerahnya.

“Menjadi suatu kehormatan dapat hadir pada kegiatan vaksinisasi covid-19 ini yang diinisiasi forum Jurnalis Bantaeng (For-JB) bersmaa Dinas Kesehatan. Ini tentu menjadi upaya kita untuk senantiasa menjaga derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantaeng, khususnya dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” katanya di Bantaeng, pekan ini. 

TNI dan POLRI tidak sendirian, ada elemen masyarakat, teman jurnalis yang juga menjadi bagian yang mau melihat masyarakat Bantaeng terjaga kesehatannya dan tangguh menghadapi Covid-19.

Ini tentunya memperlihatkan komitmen, sinergitas, tanggung jawab bersama pemerintah dalam menyehatkan masyarakatnya, ujar Bupati.

Sekretaris Umum For-JB, Edi melaporkan bahwa apa yang dilaksanakan ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, For-JB targetkan jangkau 1.000 warga tervaksinisasi secara gratis, dengan harapan agar mempercepat pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok) masyarakat terhadap Covid-19,” ujarnya.

Selain vaksinasi untuk masyarakat umum secara massal, Kabupaten Bantaeng, Sulsel juga terus menerapan protokol kesehatan secara ketat yakni wajib menggunakan masker dan double masker untuk semua aktivitas, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan di semua aktivitas serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat tempat umum dengan sasaran agar pandemi covid-19 segera berakhir, sebab kini levelnya terus turun di seluruh Sulsel, termasuk Kabupaten Bantaeng. (FK/Q/MMK).

Sunday, 17 October 2021 04:04
 

Penulis : Fred K  /  Editir : Mitha MK

Sinjai, Sulsel (Phinisinews.com) – Setelah tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Puskesmas menerima vaksin Moderna. Kini giliran pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, disuntik vaksin dosis ketiga.

Vaksin yang melibatkan tim vaksinator Puskesmas Balangnipa dan dokter dari Puskesmas Kampala itu berlangsung di Aula Pertemuan Dinkes Sinjai, Sulsel, pekan ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sinjai, Akhriani mengatakan, pemberian vaksinasi moderna ini merupakan upaya untuk memberikan perlindungan yang optimal dan keselamatan nakes saat bertugas memberikan pelayanan kepada pasien.

“Hari ini kita jadwalkan kembali vaksinasi dosis ketiga lingkup Dinas Kesehatan. Jumlahnya ada sekitar 100 orang sasaran, tetapi mereka tetap menjalani skrining terlebih dahulu, sehingga belum tentu yang sekian jumlahnya bisa divaksin,” ujarnya.

Menurut dia, proses vaksinasi dosis ketiga jenis moderna ini, sama dengan vaksin jenis sinovac sebelumnya. Semua peserta terlebih dahulu mengikuti tahap pemeriksaan atau skrining.

Selama ini, dilaporkan tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan. Para tenaga kesehatan vaksinasi mengaku tidak merasakan gejala maupun reaksi yang signifikan.

“Kami berharap seluruh Nakes di Kabupaten Sinjai, minimal 90 persen itu sudah tervaksinasi di bulan Oktober ini karena kita ingin mengakselerasi pencapaian untuk vaksin ketiga,” ucapnya tanpa menyebut angka.

Salah seorang peserta vaksinasi covid-19, Hilmiyah mengaku setelah divaksin jenis moderna, ia tak merasakan adanya gejala yang ditimbulkan.

“Alhamdulillah perasaannya baik, tidak ada keluhan, sama saja dengan vaksin pertama dan kedua kemarin. Apalagi sebelum divaksin kita diperiksa oleh dokter. Jadi keamanannya sudah dipastikan oleh dokter,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ria Dwisafril Hairil juga mengaku tidak merasakan gejala berat pasca disuntik.

“Alhamdulillah sudah mendapat vaksin ketiga jenis moderna, setelah sebelumnya mendapat suntikan dosis pertama dan kedua jenis sinovac. Setelah divaksin saya merasa aman dan nyaman, pokoknya vaksin moderna itu aman,” ujarnya.

Selain vaksinasi untuk nakes, juga terus dipacu vaksinasi untuk masyarakat umum dan penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara ketat yakni wajib menggunakan masker dan double masker untuk semua aktivitas, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan di semua aktivitas serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat tempat umum dengan sasaran agar pandemi covid-19 segera berakhir, sebab kini levelnya terus turun di seluruh Sulsel, termasuk Kabupaten Sinjai. (FK/Q/MMK).

Sunday, 17 October 2021 03:14
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pengembangan “Startup” (usaha/bisnis rintisan) di era pandemi covid-19 saat ini diharapkan menjadi salah satu pilihan cara mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak covid-19 di Kota Makassar.

Selama dua tahun terakhir ini, seluruh kegiatan masyarakat di dunia usaha terdampak pandemi covid-19 dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Kegiatan ekonomi dan pemasaran lokal mengalami penurunan, dan yang diutamakan saat ini adalah bertahan di tengah badai pandemi, tetap sehat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti terus menggunakan masker untuk semua kegiatan, membiasakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dimanapun berkegiatan serta tetap menjaga jarak untuk semua aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan dan melaksanakan suntik vaksin agar tercipta herb community (kekebelan kelompok).

Setelah badai pandemi mereda dan level covid-19 terus turun, maka perhatian utama adalah berupaya memulihkan dan meningkatkan kembali perekonomian, baik produksi maupun pemasaran.

Untuk itu, penting bisnis startup dibuat dan dikembangkan di Indonesia, termasuk di Kota Makassar, khususnya yang berbasis teknologi atau bergerak di ranah digital, kata  Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh. Ansar, mewakili Walikota Makassar dalam kegiatan start with network, di Makassar, pekan ini.

Startup merupakan bisnis rintisan yang diharapkan dapat tumbuh dan menguasai ceruk pasar (market niche) secara cepat karena kekhasannya, baik produk, pasar tersasar serta cara mengiklankan. Sebab selama masa pandemi ini, bertahan secara ekonomi menjadi tuntutan di semua wilayah. 

Sedangkan memasarkan produk atau layanan berdasarkan ceruk pasar adalah strategi periklanan yang berfokus pada pasar sasaran yang unik.

“Kita masih ingat saat krisis ekonomi, UMKM berperan sebagai tulang punggung, oleh karena itu dalam situasi pandemi covid-19 ini, Makassar bisa saja menggunakan startup sebagai penopang ekonomi, tinggal bagaimana melakukan langkah teknis, realistis dan aplikatif untuk mengembangkan startup di Kota Makassar,” ucapnya.

Dari berbagai sumber diketahui , saat ini sudah ada ribuan startup lokal yang berdiri di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah startup.

Pertumbuhan perusahaan startup semakin pesat dengan kehadiran investor lokal dan asing.

Startup maupun perusahaan konvensional sebenarnya tidak ada perbedaan jika dilihat dari aspek legal. Semua perusahaan, baik startup maupun perusahaan konvensional adalah berbadan hukum. Yang membedakan adalah spesialisasi produk, cara memasarkan serta pasar tersasar dan cara mengiklankan yang cenderung sangat khas. (FK/Q/MMK).

Saturday, 16 October 2021 03:32
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Seiring penurunan level Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Makassar terus mengupayakan percepatan capaian “herb community” (kekebelan kelompok) sekaligus pemulihan ekonomi terdampak covid-19.

Untuk herd community, pacu immunisasi dengan cara suntik vaksin covid-19 sudah menjangkau RT/RW, sehingga akan menjangkau mayoritas masyarakat kota, sedangkan protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara ketat yakni wajib menggunakan masker dan double masker untuk semua aktivitas, mencuci tangan memakai sabun di air mengalir untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan di semua aktivitas serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tempat tempat umum.

Sedangkan aktivitas pemulihan ekonomi dilakukan dengan beragam cara, seperti yang tercatat dalam pekan ini,  Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Pemkot Makassar memfasilitasi sertifikasi “Halal’ bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Makassar.

Hal ini ditandai dengan diserahkannya tujuh (7) sertifikat halal, kepada pelaku Industri kecil menengah binaan Dinas Perdagangan Kota Makassar, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Pemprov Sulsel.

“Fasilitasi halal ini, kami laksanakan dalam rangka upaya meningkatkan mutu dan kualitas promosi barang yang diproduksi oleh IKM, sehingga produk yang dihasilkan, kedepannya dapat bersaing ke tingkat internasional, dan juga bisa lebih naik level, sekaligus mampu memulihkan dan mensejahterakan pelaku ekonomi dari dampak Pandenmi Covid-19,” kata Kadis Perindustrin Provinsi Sulsel, Ahmadi Akil  didampingi Kabid. Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri, Adelleida Susianne Toreh di Makassar, pekan ini.

Ditempat yang sama Kepala seksi Pengembangan Sumber Daya dan Pengendalian Usaha Industri pada Bidang Perindustrian Kota Makassar, Achiruddin Achmad mengatakan, dengan adanya fasilitasi sertifikat halal ini, diharapkan dapat membantu promosi pemasaran bagi pelaku IKM yang ada di Kota Makassar.

“IKM binaan Dinas Perdagangan Kota Makassar yang mendapatkan fasilitas tersebut, menjadi data kami untuk membantu industri kecil dan menengah mempromosikan usahanya dalam setiap event Pemkot Makassar,” ucapnya.

Menurut dia sertifikat halal merupakan pengakuan kehalalan sebuah produk yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang didasari oleh fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

“Biaya dalam sertifikasi halal, seluruhnya ditanggung  Dinas Perindustrian Pemprov Sulsel dan terbagi dalam beberapa kategori antara lain biaya sertifikasi halal proses reguler, perpanjangan sertifikat halal, penambahan varian atau jenis produk, serta registrasi sertifikat halal luar negeri,” ujarnya. (FK/Q/MMK).

Friday, 15 October 2021 01:57
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Maros, Sulsel (Phinisinews.com) – Bantuan apapun yang diberikan pemerintah bagi petani maupun pelaku Industri Kecil Menengah, baik itu berbentuk pendampingan hingga bantuan alat produksi saat Pandemi covid-19 sekarang ini, akan sangat berarti untuk memulihkan perekonomian masyarakat.

Seluruh kegiatan masyarakat maupun IKM terdampak pandemi covid-19 dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi lokal masyarakat, kata Pendamping IKM Kopi Bentenge Khas Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Aswadi Hamid, Jumat, usai pendampingan selama tiga hari dan menerima bantuan alat produksi kopi dari Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel untuk Sentra IKM Bentenge Mallawa.

Kegiatan ekonom dan pemasaran lokal selama Pandemi covid-19 mengalami penurunan, dan yang diutamakan saat itu adalah bertahan di tengah badai pandemi, tetap sehat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti terus menggunakan masker untuk semua kegiatan, membiasakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dimanapun berkegiatan serta tetap menjaga jarak untuk semua aktivitas yang berpotensi terjadi kerumunan dan melaksanakan suntik vaksin agar tercipta herb community (kekebelan kelompok).

Setelah badai pandemi mereda dan level covid-19 terus turun, maka perhatian kami yakni berupaya memulihkan dan meningkatkan kembali perekonomian, baik produksi maupun pemasaran, sehingga apapun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan, sekalipun dalam kelompok kecil seperti dukungan Pemprov Sulsel terhadap IKM.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada bapak Plt Gubernur Sulsel atas bantuan alat olahan kopi bagi kelompok binaan yang komplit dipaketkan dengan pendampingan peningkatan SDM, melalui Dinas Perindustrian,” ucapnya.

Di tengah masa pandemi ini, lanjutnya, bantuan ini tentunya sangat berpengaruh pada tingkat perekonomian masyarakat, terlebih pada masyarakat desa penyangga kawasan hutan.

“Perhatian ini akan membantu membangkitkan gairah petani untuk mengembangkan potensi tanaman kopi yang ada di Desa Bentenge ini menjadi kopi unggulan dalam kemasan siap dipasarkan. KepedulianPemprov dapat meningkatkan nilai penting bagi IKM dan sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat desa di sekitar kawasan hutan sehingga menjadi kebanggaan tersendiri dengan hadirnya branding Kopi Bentenge Khas Mallawa,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil mengatakan, pendampingan dan pemberian bantuan alat produksi kopi ini sebagai dukungan untuk pelaku IKM kopi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap dengan pendampingan dan pemberian batuan peralatan, maka pelaku industri bisa memproduksi bubuk kopi dalam jumlah yang besar. Sehingga hasil produksinya bukan hanya dipasarkan di Kabupaten yang bersangkutan saja tetapi juga bisa memenuhi pasar di luar daerah itu sendiri atau pemenuhan pasar secara regional,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, para pelaku industri kopi bukan hanya bisa memproduksi bubuk kopi saja. Tetapi ada produk lainnya, seperti produk kesehatan yang berbahan dasar kopi dan parfum dari kopi. Jadi produksinya bisa bervariasi.

Selain di Kabupaten Maros, pendampingan dan bantuan alat produksi ini juga akan diberikan kepada kelompok industri kopi di Kabupaten Bone dan Kabupaten Jeneponto.

Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel saat ini terus melaksanakan kegiatan Pendampingan Pengembangan SDM Industri Diversifikasi Pengolahan Kopi yang menyentuh para pelaku wirausaha industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten.

Kegiatan dilakukan dalam rangka pelaksanaan program perencanaan dan pembangunan industri serta upaya memberdayakan potensi lokal yang ada di Sulsel. Dan dalam pendampingan ini dilakukan kegiatan penyusunan, penerapan dan evaluasi rencana pembangunan industri serta dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat produksi. (FK/Q/MMK).

Wednesday, 13 October 2021 13:00
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dalam upaya mendorong percepatan “herd community” (kekebalan kelompok), dilakukan percepatan vaksinasi melalui kebut vaksinasi dengan berbagai inovasi seperti terus mengoperasikan gerai vaksinasi serta “mobile vaccinator” terus berkegiatan.

Percepatan herd community itu sebagai salah satu langkah hulu dalam penanganan covid-19, kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Rabu.

Capaian vaksinasi covid-19 di Sulsel awal pekan ini memperlihatkan angka yang terus meningkat.

Data KPCPEN menyebutkan bahwa cakupan vaksinasi dosis satu sudah mencapai 2.526.580 orang atau 35,80 persen, sementara vaksinasi dosis dua sudah mencapai 1.555.436 orang atau 22,04 persen dari target 7.058.141. orang.

Dia mengatakan, mobile vaccinator terus bergerak ke kelompok masyarakat dan lainnya, seperti di sekolah, perguruan tinggi, pasar serta fasilitas umum lainnya. Apalagi, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan aturan teknis sebagai dasar perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 dan Level 1, serta mengoptimalkan posko penanganan corona virus disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan, untuk pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, yang ditanda tangani 4 Oktober 2021 dan PPKM ini berlaku dua pekan, mulai tanggal 5-18 Oktober 2021.

Dari Inmendagri itu, menunjukkan perkembangan baik di Provinsi Sulsel. Seluruh kabupaten/kota di Sulsel kini masuk dalam PPKM Level 2 (zona kuning). Padahal dua pekan sebelumnya, ada enam kabupaten/kota di Sulsel yang masuk dalam PPKM Level 3 dan 18 kabupaten/kota lainnya masuk dalam PPKM Level 2.

“Alhamdulillah, saat ini seluruh kabupaten/kota di Sulsel sudah PPKM Level 2 atau zona kuning. Semoga kita terus berupaya mempertahankan ataupun bisa berupaya agar masuk dalam Level 1,” ucapnya.

Menurut dia, capaian ini tidak terlepas dari upaya bersama pemerintah, TNI-Polri, pihak swasta lainnya, serta masyarakat yang ikut aktif mendukung dalam upaya menekan angka penyebaran covid-19.

“Kita tidak boleh lengah, harus tetap sadar akan pentingnya protokol kesehatan  yakni terus menggunakan masker, double masker pada semua kegiatan, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dimanapun kita beraktivitas serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan pada semua kegiatan, di samping tetap gencar dilakukan upaya treaching, testing dan treatmen serta tetap jaga iman dan imun selama pandemi Covid-19 ini,” ujarnya. (FK/Q/MMK).

Galleries

 
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia...
  Penulis : Sol D Ling  /  Editor : Fred K Bandung (Phinisinews.com) – Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I Makassar (Phinisinews.com) - Pameran Temporer "Jejak Pangeran...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I Makassar (Phinisinews.com) - Dua kegiatan Trah (keturunan bangsawan)...

Get connected with Us