Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Pemilihan Presiden Indonesia Kalahkan Amerika Serikat

Surabaya (Phinisinews) - Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Joaquin Monserrate menilai pemilihan presiden di Indonesia pada 9 Juli 2014 mengalahkan Pilpres AS pada 2008, sehingga pilpres di Indonesia telah memecahkan rekor dunia.

"Menurut data saya, Presiden Obama terpilih dalam pilpres AS tahun 2008 yang diikuti 131.071.135 orang, sedangkan pilpres di sini pada 9 Juli 2014 diikuti 133.577.277 orang. Itu rekor dunia," katanya di sela-sela halalbihalal Konjen AS di Surabaya, Kamis sore.

Dalam acara yang dihadiri puluhan tokoh masyarakat dari kalangan pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan kalangan pers itu, ia menjelaskan fakta itu menunjukkan lebih banyak orang Indonesia yang percaya dengan sistem demokrasi.

"Padahal, ada orang yang bilang bahwa masyarakat Indonesia tidak siap dengan demokrasi, bahkan ada yang bilang bahwa demokrasi itu tidak cocok untuk Indonesia, tapi buktinya ada 133 juta lebih suara yang setuju dengan sistem demokrasi itu di sini," katanya.

Didampingi Wagub Jatim H Saifullah Yusuf, diplomat AS yang sudah dua kali bertugas di Konjen AS di Surabaya itu secara berkelakar menyatakan rekor itu akan direbut kembali oleh masyarakat AS pada Pilpres AS tahun 2016.

"Hanya enam tahun, rekor suara terbanyak di dunia yang diraih Amerika itu sudah direbut Indonesia, karena itu dua tahun lagi akan kita ambil (rebut) rekor itu," katanya dalam acara yang dihadiri 'sahabat baru' dari perjalanan 'US Independence Day Roadshow' (Juni).

Ditanya pers tentang capres yang didukungnya, ia menyatakan tidak mendukung calon yang ada, tapi mendukung rakyat Indonesia yang memberikan suara terbanyak di dunia itu. "Siapapun yang menjadi capres, kami siap bekerja sama secara komprehensif," katanya.

Menurut dia, kerja sama itu bisa dilakukan AS dan Indonesia dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan demokrasi. "Dalam bidang demokrasi, kita mungkin bisa bekerja sama mendorong demokrasi di Irak, Vietnam, Thailand, ya mungkin saja," katanya.

Dalam bidang pendidikan, pihaknya sudah lama menjalin kerja sama dengan Provinsi Jatim dan Jabar dengan menempatkan 160 relawan yang tergabung dalam "Peace Corps" untuk mengajar Bahasa Inggris kepada siswa SMP/SMA. "Dari 160 relawan itu ada 90-an di Jatim," katanya.

Dalam bidang sosial dan ekonomi juga akan ditingkatkan. "Yang jelas, dalam 'US Independence Day Roadshow' ke Malang, Batu, Blitar, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Jombang, Mojokerto, dan Bangkalan itu, kami diterima dengan murah hati, sehingga kami seperti di rumah sendiri," katanya.

Untuk mempererat hubungan itu, Konsul AS memperkenalkan enam diplomat baru yang bertugas di Konjen AS di Surabaya dalam Halalbihalal yang dihadiri puluhan "sahabat" dari berbagai daerah di Jatim itu.

Keenam pejabat baru adalah Brandon Possin (Kepala Bidang Politik dan Ekonomi), Carolina Escalera (Kepala Bidang Humas), Zachary Haugen (Wakil Konsul), Joyce Clark (Kepala Program Informasi), Kevin Irvine (Kepala Bidang Keamanan Regional), dan James Cabansag (Wakil Kepala Bidang Keamanan Regional).

Dalam kesempatan itu, Wagub Jatim H Saifullah Yusuf menyatakan tokoh yang hadir dalam Halalbihalal di Konjen AS di Surabaya membuktikan bahwa "sahabat" AS di Jatim cukup banyak, apalagi "sahabat" yang hadir mewakili banyak kalangan, seperti pemerintah, tokoh, masyarakat, akademisi, pers, dan sebagainya.

"Apalagi, Halalbihalal ini diadakan Konjen Amerika, sebab Halalbihalal itu merupakan budaya Islam khas Nusantara yang tidak ada di negara Islam manapun, termasuk di Timur Tengah, meskipun Halalbihalal itu bahasa Arab, tapi orang Arab sendiri tidak mengerti," katanya. (Pnc/Int-An/Ai).

Read 407 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Internasional
Login to post comments
  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us