Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Profil Phinisi News

Phinisi News yang diluncurkan 2 November 2010 lahir bukan dari suatu idealisme jurnalistik, melainkan lahir dari penelitian thesis dua remaja putri Fyan Andinasari Kuen, S.IP, M.I.Kom (25 th) dan Mitha Mayestika Kuen, S.IP, M.I.Kom (24 th). Mereka adalah dua bersaudara yang sedang menyelesaikan studi pascasarjana (S2) Komunikasi di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010. Dua remaja putri tersebut bukanlah jurnalis, sekalipun mereka mempelajari ilmu jurnalistik cetak, elektronik dan jurnalistik online sejak S1 dan sempat magang sebagai jurnalis profesional di media mainstream selama tiga bulan saat menyelesaikan skripsi S1. Namun mereka mengakui darah jurnalis mengalir di tubuh mereka sebab ayah mereka adalah jurnalis mainstream profesional.

Saat bergelut melakukan penelitian thesis dengan judul "Pemenuhan Kebutuhan Berita dari Kantor Berita ANTARA oleh Kompas dan Tribun Timur" (study need assessment) serta "Implementasi Citizen Journalism Dalam Percepatan Penyebarluasan Informasi Melalui Panyingkul.com dan Wikimu.com", banyak tantangan yang dihadapi, sehingga memunculkan ide-ide kreatif untuk membuat media yang memadukan media mainstream dan media citizen journalism.

Penelitian thesis tersebut dilakukan pada media mainstream Kompas (Jakarta), Tribun Timur (Makassar) dan Kantor Berita Indonesia ANTARA (Online) serta media citizen journalism Panyingkul.com (Makassar) dan Wikimu.com (Jakarta).

Dengan bermodalkan semangat serta dukungan dari teman-teman Pascasarjana Komunikasi Unhas angkatan 2008 serta beberapa wartawan senior dan profesional IT maka dibuatlah "PhinisiNews" yang memadukan media mainstream dan citizen journalism dalam format online (dotcom) dan cetak (surat kabar).

Pilihan memadukan media mainstream dan citizen berdasarkan hasil penelitian bahwa kedepan journalisme warga (citizen journalism) akan berperan besar dalam melaporkan suatu kejadian sehingga perlu diberikan tempat dengan porsi besar, sebab sistem pelaporan warga terhadap suatu kejadian bersifat apa adanya dan berbeda dengan pelaporan wartawan profesional yang melakukannya secara mendalam maupun laporan para humas yang cenderung untuk pencitraan institusinya.

Mengapa Nama PhinisiNews?

Pilihan nama PhinisiNews bermakna filosofis. Phinisi adalah jenis perahu tradisional etnis Bugis-Makassar yang dibuat dari bahan baku kayu berkualitas tinggi yang dahulu sebagai alat transportasi laut, angkutan niaga dan bisa juga digunakan sebagai sarana perang laut. Phinisi terbukti tangguh mengarungi samudra dan benua sejak berabad-abad lalu, sehingga etnis Bugis-Makassar terkenal sebagai pelaut ulung dan berhasil menjelajah dunia sejak zaman dahulu kala dengan tradisi kuat "sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai". Semangat pantang menyerah pelaut Bugis-Makassar dalam mengarungi samudra menggunakan Perahu Phinisi tersebut diadopsi menjadi media "PhinisiNews" yang diharapkan mampu menjadi sarana "menjelajah" dunia nyata dan dunia maya dalam menyajikan informasi faktual, benar, terpercaya dan apa adanya hingga menghilangkan sekat pembatas jarak, ruang dan waktu secara global.

Phinisi juga menjadi semangat "menjelajah" dalam memadukan ilmu komunikasi secara teoritik dengan praktek lapangan yang akan mengeksplorasi fakta kejadian dalam bentuk berita yang disajikan secara jurnalistik profesional serta fakta kejadian yang tidak terjangkau oleh jurnalis namun terlaporkan oleh citizen journalism, sekaligus sebagai sarana pengabdian keilmuan kepada masyarakat.

Mengapa Tagline "Spirit Of Democracy For Global Information"?

Tagline semangat demokrasi untuk informasi dunia (spirit of democracy for global information) digunakan untuk mengingat hanya pada negara demokrasi yang berkembang maka hak asasi manusia terjamin, sekaligus tagline ini sebagai semangat berdemokrasi melalui jalur media mainstream dan citizen journalism dalam menginformasikan fakta berita yang terjadi di suatu tempat ke berbagai belahan penjuru dunia.

PhinisiNews dimulai dari semangat keilmiahan, membumi dalam fakta berita dan semoga bermanfaat bagi masyarakat luas.

  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us