Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Sunday, 20 November 2016 19:32

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelengarakan Festival Pasar Payung Nusantara di Anjungan Pantai Losari Minggu, 20/11/2016.

Festival ini menyajikan payung payung khas tradisional dari seluruh Indonesia. Selain itu kegiatan ini dibuka oleh Rusmayani Majid selaku dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam sambutannya ia mengatakan agar ekonomi kreatif Kota Makassar berkembang dengan melakukan acara festival seperti ini. " melalui festival Pasar Payung ini kita bisa belajar cara membuat payung dan cara mendekorasi payung," ucapnya.

Ia mengharapakan kedepannya agar festival seperti ini di lakukan oleh para komunitas komunitas dan perajin yang ada di Makassar dan mampu membuat hal yang bermanfaat.

Selain itu, ibu Majid serta keluarga tengah asik berselfie di Pasar Payung Nusantara yang berdekatan dengan patung Adipura. Tak hanya itu penonton yang ada di lokasi anjungan ikut berfoto maupun berselfie di bawa payung payung tradisional itu.

Tak hanya itu, Penari Payung dari SMA 1 Makassar ikut menghibur para penonton yang ada di Pantai Losari.***MK

 

Saturday, 19 November 2016 10:33

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar Nasional " Revitalisasi Pendidikan Seni dan Desain Sebagai Basis Pengembangan SDM Kreatif" di Ball room Phinisi Lt. 2 Jl. A.P. Pettarani Makassar Sabtu, 19/11/2016.

Acara ini dibuka oleh Wakil Gunernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang dengan menggoreskan kuas di kanvas berwarna putih sebagai simbolisasi di mulainya acara Seminar Nasional.

Dalam sambutanya ia meminta kepada Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof.Husain Syam, agar memberikan hal bernuansa yang baru di Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar. "Saya meminta pada pak rektor untuk buat simbol icon baru pada Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, agar ada terlihat suasana yang baru", ucapnya.

Ia juga menyampaikan dalam seminar tersebut agar mahasiswa Fakultas Seni dan Desain mampu mengaktualisasikan kemampuannya untuk daerah kita. " saya harap kita bisa mengaktualisasikan ilmu seni kita dan tak kalah saing dengan daerah lain,"ungkapnya.

Lanjut, kita butuh mahasiswa kreatif untuk mengeksplor ilmu kita, bukan cuma tau buat patung tanpa mengetahui rasa dalam seni itu,"tutupnya.

Dalam sambutannya Prof. Husain Syam menjelaskan ini adalah momentum yang luar biasa dalam kurung waktu lima bulan Fakultas Seni dan Desain mampu membuat Seminar Nasional yang kedua kalinya. Ia mencatat sudah ada sepuluh Seminar Nasional yang di lakukan oleh Universitas Negeri Makassar. "Ini sangat luar biasa buat kita semua, dan saya apresiasi kepada semua yang telah melakasanakannya," ungkapnya.

Ia juga memuji kepada Wakil Gubernur Sulsel yang telah hadir dua hingga tiga kali dalam dua minggu di acara yang di lakukan UNM.

Ia berharap dengan bibik mahasiswa Fakultas Seni dan Desain ini mampu memberikan yang terbaik kedepannya.

Acara di buka dengan tarian Paddupa dari Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.

Dalam seminar tersebut menghadirkan pembicara Wakil Gunernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang, Prof. Sofyan Salam, M.A., Ph.D., (UNM) Prof. Dr. Perry Rumengan, M.Sn.(UNM) Dr. Timbul Raharjo, M.Hum. (institut Seni Indonesia Yogjakarta) Merdi Sihombing (Fashion Designer) Dr. Jamila, M.Sn.*** MK

 

Friday, 18 November 2016 14:17

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung memberikan apresiasi ke pada semua pihak Instansi terkait penurunan Dwelling time saat sambutannya di depan awak media Jumat,18/11/2016.

Di antara lain dengan membentuk desk dwelling time yang tidak hanya melibatkan pelaku usaha, tetapi juga pemerintah daerah dan pihak kepolisian.

"Dengan demikian, seluru hambatan yang ada bisa dapat segera diatasi dengan dwelling time saat ini dikisaran 2,5 hari, ini berarti telah memenuhi keinginan Bapak Presiden Joko Widodo seperti yang telah di sampaikan beberapa waktu lalu dalam peresmian Jakarta New Port," jelas Doso Agung.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemprov, Kapolda Sulsel, Otoritas Pelabuhan, Bea Cukai, Karantina, Perundustrian dan Perdagangan karena keberhasilan dwelling time  di Pelabuhan Makassar tidak lepad dari keberhasilan dan berbagai upaya yang telah di lakukan.

Dia pun berharap, supaya semua pihak terus menjaga agar dwelling time dapat dipertahankan diangka maksimal 2,5 hari.

Informasi terakhir di peroleh angka pencapaian  Dwelling time Pelindo IV telah menyentuh angka 2,48.

Jumpa pers yang digelar di lantai 7 gedung Kantor Pusat Pelindo IV tersebut, di hadiri Gubernur Sulsel, Kapolda Sulsel, Kepala Otoritas Pelabuhan, Dirut Pelundo IV, juga di hadiri pihak-pihak terkait dalam upaya penurunan dwelling time di Pelabuhan Makassar, Kapolres Pelabuhan. Bea Cukai, Balai Karantina dan Stahbandar yang ada di wilayah Pelindo IV.*** MK.

Friday, 18 November 2016 14:10

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Kepala Kepolisian Daerah Sulsel  (Kapolda) Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan siap menjaga angka dwelling time di Pelabuhan Makassar. Ungkapnya di Kantor Pelindo IV lantai 7 Makassar, Jumat 18/11/2016.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan mengutarakan bahwa selama ini pihaknya tidak hanya berperan sebagai keamanan dalam masyarakat, namun juga dalam kelancaran ekonomi negara.

"Untuk itu, kami juga telah berperan aktif di dalam upaya-upaya penurunan dwelling time, maupun peningkatan ekonomi Sulsel," ujarnya.

Sejauh ini kata Kapolda Sulsel, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan dwelling time di Pelabuhan Makassar, yaitu dengan selalu memfasilitasi  bahkan mementingkan apa-apa yang telah memghambat. Dalam rangka percepatan dwelling time untuk peningkatan ekspor, sehingga secara keseluruhan semua pihak yang terlibat di Pelabuhan Makassar dapat bekerja dengan baik dan dwelling time dapat segera diturunkan.

Dia juga menghimbau agar semua pihak tidak lagi melakukan pungutan-pungutan di luat ketentuan dalam kegiatan yang tidak ada pelayanannya. "Pokoknya yang tidak ada ketentuannya dalam pelayanan tidak boleh dapat pungutan, tegas Anton.***MK.

Friday, 18 November 2016 14:00

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepolisian Daerah Sulsel dan Otoritas Pelabuhan Makassar, PT Pelindo IV (Persero) serta instansi yang terkait berharap supaya semua pihak terus menjaga agar angka dwelling time di Pelabuhan Makassar dapat di pertahankan maksimal 2,5 hari seperti yang di ingin Dwelling time Pelabuhan Indonesia (Pelindo IV)an Presiden Joko Widodo.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul yasin Limpo mengatakan bahwa selama ini semua pihak antara lain Kapolda Sulsel, Instansi terkait seperti Otoritas Pelabuhan, bea cukai, Perdagangan dan perindustrian, karantina dan instansi lainnya serta PT Pelindo IV selaku Operator Pelabuhan telah bekerja sama dengan sangat baik untuk menurunkan capaian Dwelling Time. Semua upaya tersebut kata Gubernur Sulsel, intinya bermuara pada penurunan angka dwelling time di Pelabuhan Makassar.

Selain itu Gubernur juga mengatakan sejauh ini pihaknya juga telah berusaha melakukan pDwelling time Pelabuhan Indonesia (Pelindo IV) peningkatan ekspor sejalan dengan capaian dwelling time di Pelabuhan Makassar yang kian membaik. "Yaitu, antara lain dengan fokus pada keunggulan komoditas ekspor dengan basic pada pertanian, perkebunan dan perikanan," jelasnya dalam jumpa pers dengan di Kantor Pelindo IV lantai 7 Makassar, Jum'at (18/11/2016).

Selain itu kata Syahrul, ekspor yang di lakukan juga sudah memiliki nilai tambah, dari produk setengah jadi menjadi produk yang sudah jadi.***MK

Tuesday, 15 November 2016 12:34

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Keindahan Makassar Sky Line City View kini dapat dinikmati di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar. Clarion hotel resmi membuka Room Executive Club Floor di lantai 10 Selasa, 15 November 2016.


Richwan Wahyudi sebagai Marcom Manager di Clarion Hotel menjelaskan Executive Club yang di sediakan ini, merupakan tempat yang menyediakan berbagai manfaat gratis dengan suasana santai, bagi tamu yang menginap dengan tipe kamar "Presidential Suite, Executive Suite Club, Executive Suite, Family Suite Club, Family Suite, Junior Suite Club, Junior Suite, Honeymoon Suite, Apartment dan Lagoon" dapat menggunakan Executive Club yang berada di lantai 10.

"Grand Clarion Hotel Makassar selalu percaya bahwa tamu kami menikmati manfaat khusus dan hak istimewa untuk membuat mereka merasa tetap nyaman dan berkesan" ungkap Richwan.

Executive Club selain menawarkan keindahan Makassar Sky Line City View kepada para tamu, juga menawarkan banyak keuntungan yaitu :
1. Express check in/out offers an invaluable extra convenience
2. Fruit Platter/Fruit Basket in room
3. Minibar
4. 1 set laundry daily
5. Daily Newspaper
6. Turn down service
7. Daily Newspaper
8. Coffee/tea, soft drink and freshly juice with refreshments (7 am - 7 pm) at Executive Club
9. Afternoon high tea ( 2 pm - 6pm)
10. Get 30% discount for all F&B outlet
11. Get 20% discount for Laundry Service (not including dry cleaning)
12. Computer usage at Exwcutive Club
13. Business room for min 4 person at Executive Club (base on availabelity)
14. Meeting room for min 4 person at Executive Club (basa on availabelity).***MK.

 

 

 

 

Saturday, 12 November 2016 14:11

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Makassar Jet-Ski Walikota Cup 2016 (MJWC) kini hadir kembali di Anjungan Pantai Losari, Makassar, mulai 11-12 November 2016.

Kegiatan yang dilaksanakan ini dalam rangka ulang tahun Kota Makassar ke - 409.

Kegiatan yang sebelumnya di adakan pada tahun 2012 ini kini hadir kembali.

Ketua Panitia, Fahmi Mochtar menjelaskan, kegiatan ini sebelumnya fakum selama empat tahun, karena adanya pembangunan di anjungan saat itu.

"Insya Allah kedepan, tiap tahun kegiatan ini diselenggarakan dengan menargetkan enam negara asia yang ikut, termasuk Indonesia," ucapnya.

Menurut Walikota, Danny Pomanto, kejuaran ini akan menjadi momentum kebangkitan olah raga bahari Kota Makassar. " apalagi Makassar ini adalah kota yang di kelilingi perairan, sehingga kita akan tingkatkan lagi," ucapnya.

Turnamen ini menghadirkan sebanyak 26 raider yaitu dari Makassar, Jakarta, Surabaya, Kalimantan Timur serta dari tiga atlet Malaysia yang ambil bagian di dalam kejuaran tersebut.

Kategori yang pertandingkan, diantaranya, Expert Ski Limited, Endurance Open, Novice Runabout Stock, Expert Runabout Stock, Spark Runabout Stock dan Pro Open Runabout.

Kegiatan ini di selenggarakan bersama dengan Pemkot Makassar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Asosiasi Jet Ski Indonesia.***MK

 

Monday, 07 November 2016 12:08

Penulis : Jusran Daeng Mangitung

Jakarta - Phinisinews, Tari Pabbitte Passapu Kajang Kabupaten Bulukumba turut mengisi acara Pertemuan Nasional Program Peduli dan Pidato Kebudayaan yang diadakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Hotel Kartika Chandra Jln. Gatot Subroto Jakarta Pusat pada 7/11/2016.

LAKPESDAM NU Cabang Bulukumba sebagai salah satu lembaga yang ingin mengembangkan Budaya Kearifan Lokal Kawasan Adat Ammatoa Kajang memperkenalkan salah satu kesenian khas daerah tersebut yaitu Tari Pabbitte Passapu yang dibawakan oleh Sanggar Seni Budaya Turiolo Kajang (SSBTK).

Pabbitte Passapu yang menggambarkan kisah persabungan ayam antara Sawerigading dan putranya sendiri Ilagaligo yang dikemas dalam bentuk tarian di mana penutup kepala (Passapu) di adu sebagai simbol pengganti ayam.

Tarian ini juga memperlihatkan beberapa penari yang saling tikam hingga terjadilah pertumpahan darah.

“Yang terpenting dari tarian ini adalah etos Budaya Bugis-Makassar dan Kajang itu sendiri yang dikenal dengan istilah ‘Siri’ yakni nilai-nilai kehormatan, harga diri, serta rasa malu yang tertanam kuat dalam diri Komunitas Adat Kajang Le’leng Ammatoa yang harus dipertahankan bila perlu dengan pertumpahan darah," ungkap Rahmat Koordinator penari.

Nur A’la’, Ketua LAKPESDAM NU Cabang Bulukumba berharap kedepannya kearifan lokal masyarakat Adat Kajang khusunya kesenian bisa semakin berkembang dengan adanya lembaga pengembangan yang berada di bawah naungan NU ini.

“saya berharap kesenian Kajang semakin dikembangkan, kami akan terus memberikan intervensi untuk itu,” tuturnya.*** Mitha K.

  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us