Friday, 21 May 2021 10:04
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Makassar (Phinisinews.com) – Mendukung kebijaksanaan strategis nasional  dalam penanganan Pandemi Covid-19 merupakan salah satu cara memaknai Hari Kebangkitan Nasional.

Seluruh masyarakat harus mengambil bagian dan berperan dalam kebijaksanaan strategis mengatasi Covid-19, ucap Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani berkaitan dengan Hari Kebangkitan nasional melalui release Humas Pemprov Sulsel yang diterima di Makassar, Jumat.

“Semangat Budi Utomo adalah bagaimana bisa menambah kapasitas layanan yang profesional, kapasitas integritas dalam memberikan pelayanan optimal pada masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Sulsel, Amson Padolo mengatakan, Kebangkitan Nasional menjadi momentum bangkitnya Indonesia di masa pandemi, termasuk dengan memanfaatkan era digital.

“Indonesia harus mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dengan lebih memaksimalkan pengembangan dalam digitalisasi. Artinya, kita bangkit kembali walaupun itu di tengah keterpurukan karena pandemi. Kita jarus mampu eksis dengan pengembangan ekonomi melalui media digital,” ucapnya.

Menurutnya, ke depan dunia akan diperhadapkan pada peran keterbukaan informasi, dimana dunia seakan tanpa batas. Indonesia harus siap menghadapi itu dan bangkit.

Sehari sebelumnya, upacara Hari Kebangkitan Nasional dilakukan secara virtual nasional dipimpin Menteri Kominfo dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Di Kantor Gubernur Sulsel, upacara virtual itu diikuti melalui salah satu ruangan dengan jumlah peserta upacara dibatasi, menjaga jarak dan semua peserta memakai masker. (FK/ AI).

Friday, 21 May 2021 09:58
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Luwu Utara, Sulsel (Phinisinews.com) – Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan terus mengingatkan agar Protokol Kesehatan (Prokes) selama Pandemi Covid-19 terus dilaksanakan dengan ketat, sekalipun saat penanganan bencana alam dan penyaluran bantuan.

Semua petugas penanganan bencana diharapkan terus gunakan masker, atur sedemikian rupa agar jarak tetap renggang, hindari kerumunan dan terus cuci tangan dengan sabun setelah terjadi sentuhan pertolongan maupun sentuhan penyaluran bantuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kembali  mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel untuk menyalurkan bantuan ke Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang sejak 16 Mei 2021 dilanda bencana banjir di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, demikian release Humas dari Kabupaten Luwu Utara yang diterima di Makassar, Jumat.

Ada empat dusun yang terdampak, yakni Kaluku Bulawan, Dadeko, Bala Kajang, dan Suka Makmur. Data dari BPBD Lutra, banjir tersebut menggenangi 322 rumah warga atau 322 KK yang terdiri dari 1.064 jiwa. Ketinggian air sekitar 40 cm sampai 100 cm. Tidak hanya rumah, lahan perkebunan, sawah, rumah ibadah, kantor desa, dan bangunan sekolah juga turut tergenang air.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir ini menyebabkan  debit air Sungai Rongkong meningkat, serta terjadinya pendangkalan sungai pasca banjir bandang.

BPBD Sulsel (19/5) menyalurkan bantuan berupa beras beserta paket sembako siaga darurat yang berisi bahan makanan beserta sarung, selimut dan popok bayi.

Untuk membantu penanganan banjir di daerah tersebut, Plt Gubernur terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan BPBD Kabupaten Lutra.

“Alhamdulillah, Tim BPBD Provinsi hari ini menyalurkan bantuan untuk saudara kita terdampak banjir di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baebunta Selatan,” ucapnya.

Ia berharap agar banjir dapat segera surut. Serta mengimbau masyarakat untuk waspada cuaca saat ini yang memasuki musim penghujan di beberapa wilayah dan berharap agar masyarakat menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari paparan Covid-19. (FK/AI).

Friday, 21 May 2021 09:51
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Makassar (Phinisinews.com) – Protokol Kesehatan (Prokes) Pandemi Covid-19 tetap diberlakukan ketat di Provinsi Sulawesi Selatan, sekalipun itu pertemuan bersifat internasional, dengan wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang pertemuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menerapkan prokes tersebut saat menerima audiensi dari lembaga usaha asal Swiss, GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit), di Kantor Gubernur Sulsel, seperti release Humas Pemprov Sulsel, di Makassar, Jumat.

Dari pihak GIZ dihadiri Lead Climate Advisor, Gerd Fleischer dan perwakilan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs yang diwakili Andrea Zbinden dan Banu Sjadzali.

Andi Sudirman menjelaskan, pertemuan tersebut membahas proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesia-Nationally Appropriate Mitigation Actions (SUTRI NAMA) dan Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS).

“Pertemuan membahas master plan system transportasi Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa Gowa, dan Takalar) dalam rangka proyek SUTRI NAMA dan INDOBUS,” ujarnya.

Menurut Gubernur, proyek ini nanti bisa mendukung kemudahan aksesibilitas masyarakat di empat daerah di Kawasan Mamminasata.

Sementara itu, Lead Climate Advisor GIZ, Gerd Fleischer mengapresiasi atas sikap pemerintah Provinsi Sulsel melalui Andi Sudirman yang telah menerima dengan baik kedatangan GIZ bersama rombongan di Sulsel.

“Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman beserta jajaran Dinas Perhubungan untuk dapat bertemu dan berdiskusi mengenai pengembangan sistem angkutan umum massal yang berkelanjutan di wilayah metropolitan Mamminasata,” katanya.

Gerd mengungkapkan, proyek SUTRI NAMA dan INDOBUS serta Financing Energy for Low-carbon Investment – Cities Advisory Facility (FELICITY) ini didanai oleh German Federal Ministry the Enviroment, Nature Conservation, and Nuclear Safety (BMU), NAMA Facility, dan State Secretariat for Economic Affairs (SECO) yang dimplementasikan oleh GIZ.

Gerd berharap agar lembaga ini dapat melanjutkan memberikan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas kepada Pemerintah Sulsel dalam pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) dengan jalur khusus, sesuai dengan standar internasional serta dapat memberikan solusi terhadap permasalahan sistem transportasi di wilayah Mamminasata. (FK/AI).

Wednesday, 19 May 2021 10:40
 

Penulis :  Fred K  /  Editor :  Ahmad Imron

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19, sekaligus mengupayakan pemulihan ekonomi melalui berbagai pendekatan.

Artinya, terus menjaga keseimbangan ekonomi sambil menekan angka penyebaran Covid-19 serta  mewaspadai varian baru virus corona, kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat melakukan pertemuan virtual dengan berbagai jajaran terpadu di Sulsel sesuai press release Humas Pemprov Sulsel, di Makassar, Rabu.

Untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Sulsel, dilakukan dengan upaya selalu waspada memantau perkembangan di tempat wisata, tempat pergerakan mobilitas masyarakat, serta memperketat protokol kesehatan dengan membudayakan pemakaian masker untuk semua aktivitas, menghindari kerumunan serta menjaga jarak serta selalu menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun di air mengalir pada setiap berkegiatan.

“Kita juga perketat screening di tempat arus keluar masuk daerah/luar provinsi, termasuk di bandara dan terus mengontrol serta berkoordinasi dengan pusat jika ada yang terdeteksi. Insya Allah, mudah-mudahan Sulsel tidak masuk varian baru virus corona,” ucapnya.

Andi Sudirman mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Mengingat baru saja telah melalui hari raya Idul Fitri 1442 H.

Sulsel saat ini, lanjutnya, diurutan ketiga se Indonesia terendah dalam Bed Occupancy Rate ( BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di beberapa rumah sakit daerah. Dimana turun diangka 6,6 persen.

Pasca aktivitas lebaran ini, masyarakat diingatkan agar rutin mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E dari bahan alami, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, agar imun tetap terjaga, keseimbangan makan, serta minum yang cukup agar tetap sehat serta mengontrol asupan untuk menjaga imunitas.

Mengenai pertumbuhan ekonomi, lanjut Gubernur, Sulsel arahnya mulai menuju ke positif. “Kita juga sudah naik dari Kuartal 4-2020, -0,62 persen dan kini Kuartal 1-2021 naik ke -0,21 persen. Target kita bagaimana menggenjot lagi supaya kuartal 2-2021 ini bisa angka positif,” ucapnya.

Untuk upaya pemulihan ekonomi, sektor prioritas diantaranya pertanian, UMKM, dan infrastruktur untuk pembukaan lapangan kerja.

Seluruh upaya yang dilakukan Sulsel, menurut Gubernur sesuai dengan instruksi Presiden RI, Joko Widodo, dalam pertemuan virtual dengan kepala daerah se Indonesia tahun 2021.

“Yang penting, tetap harus hati-hati sehingga penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi bisa sejalan seiring,” kata Presiden yang dikutip Andi Sudirman. (FK/AI).

Tuesday, 18 May 2021 06:08
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Wajo, Sulsel (Phinisinews.com) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk penanganan bencana dengan tetap berupaya mematuhi protokol kesehatan agar semua terhindar dari Covid-19.

Semua petugas penanganan bencana diingatkan tetap menggunakan masker, upayakan tidak terjadi kerumunan saat evakuasi dan cepat bersihkan masyarakat yang tertimpa bencana lumpur dan berikan pertolongan yang dibutuhkan, demikian arahan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman kepada Tim TRC yang membantu korban banjir lumpur di Kabupaten Wajo, seperti yang dikutip melalui press release Humas Pemprov Sulsel di Makassar, Selasa..

Tim TRC BPBD Sulsel ikut membantu mengevakuasi korban terdampak bencana banjir bercampur lumpur di Kabupaten Wajo, Sulsel.

Laporan BPBD Wajo, akibat tingginya intensitas curah hujan pada 13 Mei 2021, mengakibatkan terjadi banjir karena Bendungan Awo dan Sungai Bulete tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, air bercampur lumpur memasuki lingkungan perumahan dan area persawahan warga.

Sebanyak 38 kepala keluarga terdampak bencana banjir yang melanda Dusun Tosoa, Desa Awo, Kecamatan Keera tersebut.

Selain mengerahkan Tim TRC, Pemprov Sulsel turut memberikan bantuan  50 paket sembako siaga darurat, terdiri bahan makanan, sarung, selimut, dan popok bayi.

Tindak lanjut dari BPBD ini atas arahani Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, agar TRC BPBD Provinsi turut membantu tim kabupaten untuk menangani dan mengevakuasi korban terdampak bencana banjir itu.

Andi Sudirman berharap, sinergitas tim untuk saling membantu menangani korban terdampak banjir ini bisa dimudahkan, dan kondisi di Desa Awo bisa segera pulih. (FK/AI)

Tuesday, 18 May 2021 04:58
 

Penulis :  Fred K  /  Editor  : Ahmad Imron

Makassar (Phinisinews.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur  Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyatakan sejak hari H Idul Fitri 1442 H hingga 16 Mei 2021 hanya terdapat penambahan empat orang positif Covid-19 di Provinsi Sulsel.

“Angka yang sangat kecil tersebut merupakan perkembangan yang sangat positif terhadap penanganan Covid-19 di Sulsel. Ini capaian terbaik,” kata Gubernur  Andi Sudirman yang dikutip melalui siaran pers Humas Pemprov Sulsel yang diterima di Makassar, Selasa.

Sulsel juga masih memperlihatkan angka tertinggi tingkat kesembuhan 98 persen, dan terendah angka kematian 1,5 persen. Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di beberapa rumah sakit daerah hanya delapan persen.

“Ini capaian terbaik sepanjang pandemi, ini bulan terbaik. Namun kita tetap harus mewaspadai ancaman, khususnya dari virus varian baru. Semoga kita bisa mempertahankan kondisi seperti ini, khususnya setelah mobilitas warga pasca lebaran,” ucapnya.

Menurut dia, hal ini tidak terlepas dari sinergitas bersama tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan, serta jajaran Rumah Sakit. Serta peran dari TNI-Polri yang turun dalam memantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Untuk itu, Dia menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada semua jajaran yang bertugas dalam pengamanan antisipasi mudik Idul Fitri 1442 H. Mulai dari Bupati, Wali Kota serta jajaran TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kesbangpol, dan instansi terkait.

Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah dengan semangat melaksanakan program dalam upaya memperketat larangan arus mudik, memantau protokol kesehatan (terus menggunakan masker baik petugas dan masyarakat, menghindari kerumunan dan menjaga jarak serta terus menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun), serta memantau dan mengatur titik keramaian di tempat wisata yang menjadi ikhtiar kita untuk menjalankan instruksi dari Presiden RI, Joko Widodo. Hal ini tidak lain untuk mengendalikan lonjakan penularan Covid-19.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tentu mengapresiasi. Alhamdulillah, ini bentuk sinergitas menuju ke arah yang jauh lebih baik,” ucap Gubernur. (FK/AI).

Saturday, 15 May 2021 02:15
 
 Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Makassar (Phinisinews.com) – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan para Bupati dan Walikota agar mencegah terbentuknya claster baru penularan covid-19 di Sulsel saat libur panjang lebaran ini.

“Semua pihak harus bersama sama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19,” kata Plt Gubernur Andi Sudirman melalui siaran pers Humas Pemprov Sulsel yang diterima di Makssar, Sabtu.

Sebab libur panjang yang bertepatan dengan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H, bisa mengakibatkan melonjaknya kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata dan dapat berdampak terjadinya cluster baru penularan Covid-19 yang bersumber dari tempat-tempat keramaian tersebut

Untuk itu Gubernur meminta agar Bupati dan Wali Kota se Sulsel memperhatikan beberapa hal terkait kunjungan masyarakat ke destinasi wisata. Antara lain, membatasi pengunjung tempat/destinasi wisata maksimal 50 persen dari kapasitas lokasi.

Pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 yakni jaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir diterapkan di tempati wisata secara ketat.

Jika pengunjung mencapai kapasitas maksimal 50 persen, lanjutnya, diharapkan untuk menutup pintu masuk dan melakukan pengawasan penegakan protokol bagi pengunjung yang antri masuk atau menunggu giliran di pintu masuk.

“Rekayasa pengalihan arus lalu lintas dengan sistem buka tutup menuju destinasi dapat diberlakukan dengan berkoordinasi instansi terkait,” ujarnya.

Dia juga meminta agar Bupati dan Wali Kota melakukan koordinasi yang dianggap perlu dengan TNI/Polri, serta pengelola tempati wisata untuk memastikan pelaksanaan hal-hal tersebut.

Termasuk, menempatkan pos pantau terpadu pencegahan penyebaran Covid-19 khusus destinasi wisata dari unsur TNI/Polri, kesehatan, perhubungan, Satpol PP, dan Pemerintah Kelurahan/ Desa.

“Bupati dan Wali Kota juga harus menunjuk petugas pengawas patroli keliling anti kerumunan di dalam tempat-tempat wisata,” tegasnya. (FK/AI).

Monday, 10 May 2021 08:24
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kepatuhan masyarakat di Sulsel dalam mentaati aturan larangan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Diketahui, pemerintah telah mengeluarkan aturan untuk pelarangan mudik sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Hal itu guna mencegah penularan Covid-19. Namun, ada pengecualian khusus di wilayah aglomerasi, yakni Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa/Gowa, dan Takalar).

“Alhamdulillah, kondisi kepatuhan masyarakat cukup baik terhadap aturan larangan mudik,” kata Andi Sudirman, setelah mendapatkan laporan hasil pemantauan/monitoring langsung dari Kepala Kesbangpol Sulsel, Asriady Sulaiman di Makassar, Senin, mengutip siaran Pers Humas Pemprov Sulsel.

Pemantauan itu dilakukan bersama Dirlantas Polda Sulsel, DirBinmas Polda Sulsel, Kadis Perhubungan Sulsel, Kasatpol PP Sulsel di beberapa titik perbatasan. Diantaranya perbatasan Makassar-Gowa (Mallengkeri), kawasan rekreasi di Tinggi Moncong (Malino), dan di Kecamatan Tombolo Pao perbatasan Sinjai Barat.

“Hasil pemantauan wilayah aglomerasi Gowa sampai di perbatasan Sinjai sampai saat ini, posko perbatasan berlangsung terpadu bersama unsur-unsur Pemkab Gowa maupun Pemkab Sinjai (Dinkes, Satpol PP & Dishub), Polres dan Kodim,” ungkapnya.

Andi Sudirman berharap, dengan pola pengamanan yang diberlakukan pemerintah atas aturan larangan mudik ini, bisa membantu menekan penyebaran Covid-19 di Sulsel. Ia pun meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan senantiasa disiplin dalam mengikuti aturan pemerintah.

“Dengan kepatuhan masyarakat, tentu kita menginginkan tidak lain agar keluarga kita yang berada di kampung tetap terjaga kondisi kesehatannya. Demikian pula dengan kita yang berada di luar dari wilayah perbatasan tersebut,” ucapnya.

Kepala Kesbangpol Sulsel, Asriady Sulaiman menambahkan, saat melakukan monitoring, pihaknya tidak menemukan ada warga yang mudik/melalui perbatasan. Para petugas di posko terpadu pun loyal dalam melaksanakan tugasnya meski di hari libur.

Selain itu, dalam pelaksanaan pemantauan tersebut, baik petugas, maupunmasyarakat di posko pemantauan  perbatasan tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan menggunakan masker serta menjaga jarak di samping menggunakan hand sanitaizer maupun mencuci tangan dengan sabun. FK/MK  

Galleries

 
  Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Yayasan Keturunan Tomanurung dalam upaya...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK Makassar (Phinisinews.com) – Plt Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan,...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK Makassar (Phinisinews.com) – Plt Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK Maros, Sulsel (Phinisinews.com) – Vaksinasi covid-19 menggunakan...

Get connected with Us