Thursday, 18 November 2021 17:54
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I

Tana Toraja, Sulsel (Phinisinews.com) - Tim vaksinasi “door to door” Polres Tana Toraja selama musim hujan sekarang ini, harus menerobos tanah longsor untuk menjangkau masyarakat yang akan divaksin.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Sarly Sollu, SIK, MH, mengatakan, program layanan vaksinasi dari rumah ke rumah itu dalam rangka percepatan vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di Kabupaten Tana Toraja, yang berjarak 315 kilometer dari Makassar (ibukota Provinsi Sulsel) atau sekitar 7-8 jam perjalanan menggunakan kendaraan umum atau pribadi melalui jalur darat.

Memasuki minggu kedua November 2021 Tim vaksinasi Polres Tana Toraja kembali merambah ke daerah pelosok, letaknya di Lembang Buntu Sisong, Kecamatan Makale Selatan, dengan jarak tempuh dua jam dari Mapolres Tana Toraja, demikian press release yang di terima, Kamis.

Ps. Kasi Dokkes Polres Tana Toraja, Aipda Yustina Kartika, Amk, yang mendampingi Tim vaksinasi mengatakan, selama dua minggu terakhir hujan terus mengguyur dan saat perjalanan sering terhalang karena jalan tertimbun longsor sehingga timnya harus melakukan pembersihan jalan terlebih dahulu agar dapat dilewati.

“Hari ini kami bersama tim vaksinasi door to door Polres Tana Toraja melaksanakan vaksinasi di daerah pelosok yaitu Lembang Buntu Sisong, namun dalam perjalanan kami sempat terhalang akibat tanah longsor dan bebatuan yang menutup sebagian badan jalan sehingga kami bersama tim melakukan pembersihan jalan agar sampai di lokasi,” ujarnya.

Selain tanah dan bebatuan yang menghalangi jalan, juga terdapat kabel listrik PLN yang melintas di jalan akibat longsor.

Walau sering terhalang longsor, tim vaksinasi mampu menerobos jalan dan menjangkau warga yang menanti untuk dilakukan vaksinasi dosis II, adapun jumlah warga yang berhasil divaksinasi sebanyak 161 orang di tempat itu. 

Di Tana Toraja, selain terus dilakukan percepatan vaksinasi, juga secara umum tetap dilaksanakan protokol kesehatan terhadap semua kegiatan masyarakat, yakni tetap memakai masker untuk semua kegiatan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta, membiasakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir setiap memulai dan mengakhiri kegiatan, ujarnya.

Data dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat capaian vaksinasi covid-19 di Sulsel saat ini sebanyak 3.070.262 orang penerima dosis pertama atau 43,5 persen dari target 7.058.141 orang dan penerima dosis kedua sebanyak 2.012.463 orang atau 28,51 persen. (FK/Q/AI).

Thursday, 18 November 2021 16:26
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar menuju level satu dengan mulai melakukan vaksinasi “door to door” yang sasaran utamanya masyarakat lanjut usia 55 tahun ke atas.

Layanan vaksinasi dari rumah ke rumah (door to door) dilakukan Pemkot Makassar dengan menggandeng Dandim 1408/BS menuju target 100 persen vaksinasi, sekaligus menjaga kekebalan imunitas secara menyeluruh warga Kota Makassar, kata Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto setelah melakukan rapat koordinasi dengan Dandim beberapa hari sebelumnya, di Makassar, Kamis.

Kota Makassar yang kini telah berada di level dua kian gencar melaksanakan vaksinasi untuk menjaga kekebalan imunitas warganya. Setelah program vaksinasi pelajar di masing-masing sekolah juga program 100.1.100 digencarkan, kini bersama Dandim 1408/BS melakukan vaksinasi door to door.

Selain itu, lanjutnya, protokol kesehatan juga terus dilakukan secara ketat dan dengan pengawasan yang ketat pula, yakni masyarakat harus tetap menggunakan masker untuk semua kegiatan, tidak boleh kendur, begitu juga terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan di semua area berkegiatan serta membudayakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sebelum dan setelah beraktivitas dimanapun itu.

Wali Kota Ramdhan Pomanto bersama Dandim Kol Kav Dwi Irbaya Sandra telah sepakat akan menyisir rumah warga untuk melakukan vaksinasi bagi lansia sebab lansia ini tingkat vaksinasinya masih rendah.

“Vaksinasi di Makassar sudah mencapai 75 persen dan untuk mencapai 100 persen rata-rata didominasi usia 55 tahun ke atas, saya meminta SKPD terkait  memberikan datanya siapa saja rumah yang memiliki lansia agar segera didatangi untuk melakukan vaksinasi,” ucap Walikota.

Selain itu, dia juga meminta agar warga yang belum melakukan vaksinasi kedua, agar menjadi sasaran vaksinasi bersamaan dengan usia lansia.

“Satu kali jalan itu bisa vaksinasi lansia dan vaksinasi kedua bagi warga yang belum vaksin. Data yang sangat dibutuhkan agar tidak ada salah komunikasi di lapangan. Peranan RT/RW di sini juga sangat diharapkan,” ujar.

Dandim 1408/BS, Dwi Irbaya Sandra mengatakan pihaknya akan siap membantu Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan program vaksinasi ini.

“Bersama-sama dan bersinergi dengan Pemkot untuk menuntaskan vaksinasi. Usia lansia ini yang menjadi tugas bersama mengingat edukasi perlu disampaikan lalu kemudian mengajak vaksinasi dari rumah ke rumah,” ucapnya. 

Kekebalan kelompok (herd immunity) diharapkan segera dapat direalisasi, agar warga Makassar bisa mencapai 100 persen suntik vaksin, sehingga Makassar berpeluang turun ke level satu. (FK/Q/FAK).

Tuesday, 16 November 2021 16:09
 

Oleh : Fredrich Kuen

Luwu Utara, Sulsel (Phinisinews.com) – “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Lain daerah, lain pula cara penanganan Pandemi Covid-19 nya, tetapi tujuannya sama, membasmi atau minimal menghentikan penyebaran Covid-19 tersebut.

Seperti itulah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak 532 kilometer dari Makassar (ibukota Provinsi Sulsel) yang tidak takut berbeda dalam pola penanganan Covid-19 dengan daerah lain, yang penting tujuan yang ingin dicapai berhasil yakni membebaskan daerah tersebut dari Pandemi Covid-19.

“Saat ini, semua posko covid-19 di seluruh desa dan kelurahan diaktifkan secara penuh untuk menghadang, menghentikan penyebaran, sekaligus tidak memberi peluang terbentuknya klaster baru covid-19 yang sudah sangat melandai dan cenderung hilang dari daerah tersebut,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, pekan ini di Masamba, Lutra.

Dia menguraikan, menghadang covid-19 di desa dilakukan karena di desa dan kelurahan tingkat imunisasi masih rendah, sehingga Kepala Desa dan Lurah harus bekerja efektif mendata warganya yang belum diimunisasi dan segera melaksanakan imunisasi di puskesmas terdekat, melaporkan kepada aparat terkait agar segera dikirim tim imunisasi covid-19 ke desa dan kelurahan yang membutuhkan.

Ini penting, lanjutnya, agar segera tercipta kekebalan kelompok (herd immunity). Selain itu, posko covid-19 Desa juga harus menghadang virus tersebut terutama menjelang libur Natal dan tahun baru.

Desa dan kelurahan efektif mendata, masyarakat mudik libur, melakukan deteksi testing, imunisasi, isolasi dan langkah lain untuk menghadang covid-19 masuk kembali ke Luwu Utara dari daerah lain,

Namun, yang terus diserukan, selain percepatan imunisasi adalah pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat di semua aktivitas masyarakat yakni tetap menggunakan masker atau double masker di semua kegiatan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, terus membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk setiap kegiatan dimanapun itu dilakukan, ujarnya.

Artinya, jika suntik vaksin covid-19 sulit menjangkau secara keseluruhan masyarakat sesuai target, maka untuk mencegah penularan covid-19, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin tinggi serta pengawasan ketat.

Hal itu juga berlaku pada sekolah tatap muka terbatas yang saat ini sedang berlangsung, ucapnya.

Saat ini, kasus konfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Luwu Utara, cenderung melandai, namun Pemkab tidak ingin lengah dan tidak mau kecolongan terhadap potensi kasus melonjak.

Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur mengatakan, pandemi covid-19 belum selesai dan untuk menyelesaikannya harus ada kemauan kuat dari semua pihak untuk bersama sama mengakhiri.

Caranya, membantu pemerintah mengakselerasi serta memasifkan program vaksinasi, ikut terlibat dan masyarakat mau divaksinasi serta secara ketat tetap melaksanakan protokol kesehatan, katanya.

Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi, sehingga  semua perangkat pemerintahan termasuk camat dan lurah harus mengajak warganya atau mendata warganya untuk segera disuntik vaksin.

Proses vaksinasi dapat dilakukan di Puskesmas dan warga secara sadar atau dianjurkan untuk mendatanginya atau petugas vaksinator akan mendatangi di desa-desa untuk melakukan vaksinasi melalui koordinasi secara efektif

“Meskipun kecenderungan (trend) kasus covid-19 di Lutra terus menurun, tetapi pandemi ini belum selesai sehingga kita tidak boleh abai dan tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan sebab kalau hanya dari pemerintah saja yang berupaya, tidak akan selesai,” ujarnya.

Suaib optimistis, melalui kebersamaan maka capaian vaksinasi di atas 50 persen segera tercapai dalam waktu dekat, mengingat antusiasme warga untuk divaksin juga semakin meningkat.

“Dengan vaksinasi di atas 50 persen kita bisa memenuhi kekebalan imunitas (herd Immunity. Jika program ini telah kita laksanakan, harapannya jangan lagi covid-19 menjadi penghalang kita untuk beraktivitas,” ucapnya

Satgas Penanganan covid-19 melalui Juru Bicaranya, Komang Krisna mengatakan, dalam dua pekan terakhir semua indikator kasus covid-19 di Lutra berada di angka  nol, namun hari ini Luwu Utara kembali kedatangan satu kasus baru di Kelurahan Kappuna, Masamba.

Dia meminta masyarakat tetap patuh protokol kesehatan. Tingkatkan kewaspadaan dengan protokol kesehatan karena pandemi covid-19 belum selesai. Selain itu, diharapkan agar semua kecamatan terus meningkatkan capaian vaksinasinya. “Tetap digenjot vaksinasi minimal 70 persen untuk mengejar herd immunity,” ucapnya.

Menurut dia, Luwu Utara sampai saat ini masih berada di level 3 PPKM. Padahal, hasil assesment internal  sebenarnya ada di level 1, namun karena tidak selaras antara penanganan, pencegahan dan penyembuhan dengan cakupan vaksinasi sehingga tetap berada di zona kuning yang seharusnya sudah berada di zona hijau.

Data resmi Pemkab Lutra, angka kasus konfirmasi positif per 100.000 penduduk per minggu di Lutra sudah ada di angka nol. Angka rawat inap di rumah sakit per 100.000 penduduk per minggu juga sudah nol. Begitu pula angka kematian per 100.000 penduduk per minggu juga sudah nol.

Angka testing, tracing dan treatment (3T) juga sudah sangat memadai. Pihaknya terus berupaya maksimal melakukan 3T untuk menjaga kasus terus melandai, sehingga Luwu Utara bisa berada pada zona hijau.

Sedangkan Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Sulsel mencatat capaian vaksinasi covid-19 di Sulawesi Selatan hingga 13 November 2021 sebanyak 3.070.262 orang penerima dosis pertama atau 43,5 persen dari target 7.058.141 orang dan penerima dosis kedua sebanyak 2.012.463 orang atau 28,51 persen. (Editor : Mitha MK).

Tuesday, 16 November 2021 12:06
 

Penulis : Ahmad Imron  /  Editor : Fred K

Jakarta (Phinisinews.com) - Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) beserta Menteri Dikbudristek, Menteri Kominfo, Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perdagangan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Talenta Digital dan Digital Hub secarasimbolis.

Penandatanganan dilakukan dalam seremonial pembukaan BLU (Badan Layanan Umum) Expo, di Jakarta, Selasa, dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, sesuai press release dari BNSP.

Hal ini diakukan sebagai upaya akselerasi pembangunan dan pengembangan ekosistem melalui integrasi Sistem Informasi dalam rangka mendukung Transformasi Digital pemerintah.

Kesepakatan tersebut juga dilakukan untuk menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan sinergi kebijakan dan landasan untuk menyusun Perjanjian Kerja (PKS) akan ketersediaan SDM (Sumber Daya Manusia) di era digital.

Presiden Joko Widodo mengatakan hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mempercepat digitalisasi di berbagai sektor masyarakat untuk mendukung reformasi Struktural dan memulihkan perekonomian nasional. Maka, penandatanganan MoU ini pun dilakukan.

Tujuan penandatangan MoU ini adalah agar BLU serta para Kementerian/Lembaga bersinergi. Dengan bersinergi, hasil pelayananannya akan jauh lebih baik dan lebih powerful untuk perekonomian Indonesia”, ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Agar dapat bersinergi, dia melanjutkan, berbagai BLU perlu dikelola secara baik, profesional dan transparan agar bisa menciptakan Sumber Daya Manusia SDM yang berkualitas dan memiliki skill manajemens serta leadership yang baik.

Untuk memastikan hal tersebut, akan diakselerasikan pembangunan dan pengembangan ekosistem yang diintergrasikan dengan sistem informasi ketersediaan talenta digital dan data kebutuhan SDM.

Dalam mewujudkan hal itu, diperlukan talenta dan SDM Indonesia di era digital yang berkualitas. Adapun dengan adanya MoU di bidang penyediaan Talenta Digital tersebut, SDM Indonesia akan dipersiapkan untuk menghadapi tuntutan Bisnis di era Industri 4.0 sehingga dapat terciptanya SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Hal ini pun sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo dalam pelayanan di sektor Pendidikan.

Untuk pelayanan Pendidikan agar sigap merespon perkembangan Teknologi mutakhir serta menyiapkan SDM unggul dalam menghadapi dunia yang serba digital dan sejalan dengan kebutuhan Industri, ujar Presiden Jokowi.

Adapun penandatanganan MoU tentang Talenta Digital dan Digital Hub tersebut akan berupaya merealisasikan berbagai tujuan tersebut.

Mou ini akan dijadikan pedoman bagi para pihak dalam melaksanakan koordinasi dan kerja sama sesuai dengan tugas, fungsi, dan wewenang masing-masing.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia melalui program talenta digital dan digital hub serta meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kesinambungan program pemerintah yang terkait peningkatan kuantitas dan kualitas talenta digital dan digital hub.

Pembuatan MoU tersebut dilakukan setelah dipertimbangkannya beberapa hal oleh para pihak terkait. Dalam hal ini, Kemendikbud merupakan pihak yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu pengetahuan dan Teknologi sedangkan Kominfo berada bidang Komunikasi dan Informatika. Selai itu, Kemenaker berada di bidang Ketenagakerjaan dan Kemendag berada di bidang Perdagangan. Adapun BNSP sendiri merupakan Lembaga Independen yang melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Wewenang BNSP untuk melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja tersebut telah tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.10 Tahun 2018. Berdasarkan peraturan tersebut, Sertifikasi Kompetensi Kerja dilakukan untuk memastikan kompetensi dan kualitas Tenaga Kerja Indonesia sehingga dapat terciptanya SDM Indonesia yang unggul dan kompeten.

Adapun pengakuan kapasitas dan kompetensi kerja melalui Sertifikasi tersebut merupakan salah satu ruang lingkup dalam MoU tersebut.

Oleh karena itu, melalui integrasi Sistem Informasi tersebut dalam MoU itu, BNSP beserta empat Kementerian tersebut dapat bersama-sama menciptakan SDM berkualtas yang bisa bersaing dan sesuai dengan kebutuhan Industri. Dengan demikian, tujuan pemerintah untuk mempercepat pelayanan BLU di masyarakat dan mengjangkau pasar global juga akan semakin terealisasi.

“Di masa Pandemi ini, kita mengakselerasi ekonomi digital ini untuk meningkatkan akses pelaku UMKM serta untuk mejangkau pasar internasional dan global”, ucap Presiden Jokowi.

Penandatanganan MoU ini menandakan dimulainya rangkaian kegiatan dalam BLU (Badan Layanan Usaha) Expo 2021 yang diselenggarakan 16 - 18 November 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berterima kasih pada para Menteri dan Pimpinan Lembaga yang terus memberikan dukungan bagi BLU-BLU untuk dikelola secara baik di dalam rangka melayani masyarakat dan memberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia. (AI/Q/FK).

Tuesday, 16 November 2021 03:43
 

Penulis : Ahmad Imron  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Trainer (Instruktur pelatihan) General journalism (jurnalistik umum) harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi dan trend (kecenderungan) yang terjadi agar dapat memberi materi latih terbaik dan terkini.

Ingat, trainer jangan selalu menganggap diri paling mengetahui, padahal ilmunya bisa saja tidak update lagi. Untuk itu, trainer/instruktur pun harus terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan kekinian, kata Ketua Yayasan Pers Multimedia Phinisi Kuensyam (Yayasan PMPK), Fredrich Kuen, M.Si saat melakukan penyegaran kekinian (refreshing updating) trainer (instruktur pelatihan) yang tergabung dalam lembaga pelatihan jurnalistik “Phinisi Pers Multimedia Training Center” (P2MTC) di Kampus P2MTC Ruko Mall GTC Tanjung Bunga Makassar, Selasa.

Penyegaran instruktur pelatihan itu meliputi trainer General Journalism, Foto berita berbasis fotografi, video berita berbasis videografi, Public Relation, Public Speaking, Leadership, Micro Teaching serta trainer Citizen Journalism.

Tujuannya agar bisa melakukan transfer knowledge (alih pengetahuan) serta transfer skill (alih keahlian/ketrampilan) kekinian di bidang jurnalistik dan komunikasi.

Menurut Fredrich, banyak perkembangan yang terjadi harus diadaptasikan dan terus diikuti perkembangannya saat melatih, agar peserta latih selain memperoleh ilmu murni sesuai teori yang ada, juga memperoleh variasi ketrampilan sesuai perkembangan kekinian.

Namun, ada juga perkembangan trend yang harus diluruskan dan instruktur wajar jadi gatekeeper (penjaga gawang) yang biasa dilakukan oleh radaktur media pers terhadap wartawannya, terutama perkembangan penerapan bahasa komunikasi, style (gaya) yang cenderung nyeleneh.

Padahal bahasa komunikasi jurnalistik adalah narasi yang mudah dicerna, fokus dan tidak membuat dahi berkerut saat membaca atau mendengar berita karena sulit dipahami atau gagal paham bagi pembaca maupun penonton terhadap narasi berita.

Dia mencontohkan, betul judul itu harus menarik, namun tidak berarti harus  membohongi publik karena isi berita tidak sesuai dengan judul. Itu dilakukan hanya karena ingin tampil beda dan banyak pembaca. Cara semacam ini bisa menjadi bumerang, sebab media akan kehilangan trust (kepercayaan) dari pembaca atau penontonnya. Dan sebagai trainer/instruktur ini harus jadi perhatian saat pelatihan, karena ini sangat mendasar.

Berkaitan dengan perkembangan teknologi, terutama produk video journalist, pelatih harus mengetahui perburuan viewer, subscriber, adsense, penggunaan aplikasi publish share (aggregator) dan lainnya.

Salah satu dari lima fungsi pers adalah sebagai lembaga ekonomi (fungsi bisnis), selain sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial (Pasal 3, UU No.40/1999 tentang Pers).

Fungsi bisnis ini untuk mensejahterakan pekerjanya, namun semua harus dalam tatanan koridor yang berlaku sesuai kode etik jurnalistik dan Undang Undang No.40/1999 tentang Pers, sehingga disitu tidak ada hoax maupun pelanggaran hak cipta dan disinilah perlunya trainer melakukan bimbingan dan memberitahu rambu rambu yang tidak boleh dilanggar.

Sedangkan untuk komunikasi umum, trainer harus memperkenalkan semua aplikasi dan perangkat teknologi yang dapat mendukung performance (penampilan) saat melakukan presentasi.

Dia mengakui, Selama tahun 2021 ini, pihaknya hanya mampu memberikan pelatihan satu kali dalam satu bulan untuk pelatihan 16 jam untuk semua materi pelatihan karena dampak serangan Pandemi Covid-19.

Namun, tahun 2022, targetnya adalah dua kali sebulan pelatihan 16 jam untuk semua materi pelatihan dan diupayakan pelaksanaannya banyak di daerah kabupaten, sebisa mungkin lakukan pelatihan gratis, namun bila tidak bisa dihindari maka pelatihan berbiaya murah, mengingat tiap melatihan disediakan dua kali makan siang dan empat kali makanan ringan (snack).

Yayasan PMPK, lanjut Fredrich membuka peluang donasi dari pihak perusahaan swasta dan BUMN yang ingin menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dalam membantu wartawan membiayai pelatihan gratis, atau untuk kader desa pelatihan public speaking.

Khusus bagi pelatihan jurnalistik, ini merupakan bagian dari ketranpilan untuk menciptakan wartawan kompeten dan profesional, ujar Fredrich yang juga Ketua Forum Pimpinan Redaksi Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia mengimbau  agar semua yayasan pers, lembaga pelatihan pers maupun organisasi pers untuk kembali aktif melakukan pelatihan bagi wartawan, mengingat pertumbuhan jumlah wartawan sangat pesat seiring peluang yang diberikan UU tentang Pers yang membolehkan semua pihak dapat mendirikan media berbadan hukum, sehingga  pertumbuhan jumlah wartawan juga sangat cepat, terutama wartawan media siber.

“Ini tanggungjawab sosial kita bersama untuk turut menciptakan wartawan kompeten dan profesional melalui pelatihan yang baik dan benar,” ucapnya. (AI/MMK).

Monday, 15 November 2021 09:28
 

Penulis : Ahmad Imron  /  Editor : Fred K

Medan (Phinisinews.com) - Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (15/11).

Rombongan kunker ini dipimpin Komisaris Utama serta Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim lainnya yakni, Eris Heryanto, Sukriansyah S. Latief, Sarwin, Pudjosuwirjo, Syamsu Rizal, M. Ramdani, Eki Yusmardi, Jufri, Abdul Hamid Habbie dan Jam’an AM.

Pada kunker tersebut, Dr Sukriansyah Latief langsung meninjau pelabuhan Belawan untuk mengetahui lebih jauh aktifitas di pelabuhan ini dalam mendukung bisnis sarana pemanduan, pemeliharaan peralatan, listrik, bisnis BBM serta hal-hal terkait dukungan pelayanan operasional petikemas, nonpetikemas dan logistik seperti pada wilayah kerja Pelindo Jasa Maritim.

Pelabuhan Belawan merupakan pelabuhan yang sangat strategis dalam usaha pemanduan kapal, wilayahnya sangat dekat dengan Selat Malaka yang menjadi lalu lintas kapal internasional.

Pontensi nilai ekonomi dari jasa pemanduan kapal ini sangat besar. Dari data Straitrep tahun 2009-2019 saja, tercatat arus kapal yang melalui selat Malaka sekitar 60.000 - 85.000 unit/tahun.

“Dengan potensi nilai ekonomi ini, harus menjadi fokus perhatian untuk terus meningkatkan kinerja dengan sarana dukungan yang memadai”, ujar Sukriansyah.

Setelah melakukan kunjungan langsung ke Pelabuhan Belawan, rencananya, Selasa (16/11) digelar rapat internal. (AI/Q/FK).

Saturday, 13 November 2021 16:15
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Jeneponto, Sulsel (Phinisinews.com) – “Mobile Vaccinator” Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyasar delapan titik di Kabupaten Jeneponto (sekitar 83 kilometer dari Makassar) untuk melakukan vaksinasi.

Delapan titik vaksinasi tersebut semua dilakukan di sekitar kantor desa/lurah  tersebar di  Kecamatan Tamalatea yakni di Kelurahan Bontotangnga, Manjangloe, Tamanroya, Tonrokassi, Tonrokassi Barat, Tonrokassi Timur dan Desa Borongtala. Kemudian, di Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, demikian pemantauan di Jeneponto, Sabtu.

Kegiatan vaksinasi di delapan titik dalam sehari tersebut menurut Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, karena di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah yang masih rendahnya tingkat capaian vaksinasinya di Sulsel.

“Jeneponto merupakan salah satu daerah di Sulsel yang masih rendah cakupan vaksinasi yakni dosis satu sebanyak 21,91 persen dan dosis dua sebanyak 9,19 persen dari target yang disasar. sehingga tim mobile vaccinator melakukan vaksinasi di beberapa titik kantor Desa/Kelurahan di daerah tersebut,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulsel terus mendorong percepatan cakupan vaksinasi Covid-19 di masyarakat untuk membangun herd immunity (kekebalan kelompok), sekaligus memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Sulsel..

Untuk itu, dibutuhkan sinergitas bersama untuk mensosialisasikan pentingnya melakukan vaksinasi covid-19. Apalagi dirinya pun telah menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19 di Sulsel, yang diharapkan masyarakat percaya akan keamanan vaksinasi, ujar Andi Sudirman.

“Apalagi sekarang sudah ada vaksin untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan, ada vaksin Moderna. Jadi kita harap, mari bersama-sama untuk saling menjaga dengan melakukan vaksinasi agar terbentuk herd immunity,” ucapnya.

Selain itu, yang tidak kalah penting, lanjutnya, tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat untuk semua kegiatan masyarakat yakni tetap memakai masker untuk semua aktifitas, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan apapun dan dimanapun itu.

“Meskipun kecenderungan (trend) kasus covid-19 di Sulsel terus menurun, tetapi pandemi ini belum selesai sehingga kita tidak boleh lengah dan tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan untuk memutus penyebaran covid, sekaligus menghilangkan pandemi ini dari Sulsel, dengan menyelaraskan percepatan vaksinasi serta terus menerapkan secara ketat prokes,” ujarnya.

Data penanganan covid Sulsel (11/11), capaian vaksinasi di seluruh Sulsel untuk dosis satu sebanyak 3.029.643 atau 42,92 persen dari target tujuh juta orang. Dan dosis dua sebanyak 1.991.177 atau 28,21 persen. (FK/Q/AI).

Saturday, 13 November 2021 15:08
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron

Luwu Utara, Sulsel (Phinisinews.com) – Pandemi Covid-19 belum selesai dan untuk menyelesaikannya harus ada kemauan kuat dari semua pihak untuk bersama sama mengakhiri.

Caranya, membantu pemerintah mengakselerasi serta memasifkan program vaksinasi, ikut terlibat dan masyarakat mau divaksinasi serta secara ketat tetap melaksanakan protokol kesehatan, kata Wakil Bupati Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulawesi Selatan, Suaib Mansur secara berulang-ulang dibanyak tempat di Lutra, sekitar 532 kilometer dari Makassar (Ibukota Sulsel), sesuai pemantauan, Sabtu.

Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi, sehingga  semua perangkat pemerintahan termasuk camat dan lurah haus mengajak warganya atau mendata warganya untuk segera disuntik vaksin.

Proses vaksinasi dapat dilakukan di Puskesmas dan warga secara sadar atau dianjurkan untuk mendatanginya atau petugas vaksinator akan mendatangi di desa-desa untuk melakukan vaksinasi melalui koordinasi secara efektif

Selain itu, tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat untuk semua kegiatan masyarakat yakni tetap memakai masker untuk semua aktifitas, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan apapun dan dimanapun itu.

“Meskipun kecenderungan (trend) kasus covid-19 di Lutra terus menurun, tetapi pandemi ini belum selesai sehingga kita tidak boleh abai dan tetap harus patuh terhadap protokol kesehatan sebab kalau hanya dari pemerintah saja yang berupaya, tidak akan selesai,” ujarnya.

Suaib optimistis, melalui kebersamaan maka capaian vaksinasi di atas 50 persen segera tercapai dalam waktu dekat, mengingat antusiasme warga untuk divaksin juga semakin meningkat.

“Dengan vaksinasi di atas 50 persen kita bisa memenuhi kekebalan imunitas (herd Immunity. Jika program ini telah kita laksanakan, harapannya jangan lagi covid-19 menjadi penghalang kita untuk beraktivitas,” ucapnya

Juru Bicara Penanganan covid-19 Lutra, Komang Krisna mengatakan, Luwu Utara sampai saat ini masih berada di level 3 PPKM. Padahal, hasil assesment internal  sebenarnya ada di level 1, namun karena tidak selaras antara penanganan, pencegahan dan penyembuhan dengan cakupan vaksinasi sehingga tetap berada di zona kuning yang seharusnya sudah berada di zona hijau.

Data resmi, angka kasus konfirmasi positif per 100.000 penduduk per minggu di Lutra sudah ada di angka nol. Angka rawat inap di rumah sakit per 100.000 penduduk per minggu juga sudah nol. Begitu pula angka kematian per 100.000 penduduk per minggu juga sudah nol.

Angka testing, tracing dan treatment (3T) juga sudah sangat memadai. Pihaknya terus berupaya maksimal melakukan 3T untuk menjaga kasus terus melandai, sehingga Luwu Utara bisa berada pada zona hijau. (FK/Q/AI).

Galleries

 
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia...
  Penulis : Sol D Ling  /  Editor : Fred K Bandung (Phinisinews.com) – Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I Makassar (Phinisinews.com) - Pameran Temporer "Jejak Pangeran...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I Makassar (Phinisinews.com) - Dua kegiatan Trah (keturunan bangsawan)...

Get connected with Us