Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Sunday, 30 July 2017 20:48

Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan para seniman, pemerhati budaya serta penggiat mode di Kabupaten Jepara.

“Kita dibanjiri luapan budaya dari manca negara, termasuk dalam gaya dan tatacara berbusana. Perlu mengupayakan untuk menggali potensi-potensi lokal, termasuk tradisi yang dihidupkan oleh masyarakat sampai ke tingkatan desa, untuk digunakan sebagai gagasan utama ragam busana kita,”Indria Mustika, salah seorang guru di SMK Negeri 2 Jepara, dalam diskusi 'Pribumisasi Fashion Carnival dan Penguatan Kearifan Lokal' di Kedai Kebun Kita, Desa Bondo, Bangsri, Jepara.

Menurut perempuan yang membidani lahirnya Jepara Carnival 2015 ini, banyak di antara kita yang abai dengan tradisi dan budaya lokal, dan seringnya meniru budaya-budaya dari luar. Pada acara Jepara Carnival 2015, Indria bersama kalangan seniman Jepara telah mempromosikan rancangan-rancangan dengan bahan dasar tenun Troso khas Jepara dan batik.

 

Diskusi yang didahului dengan kegiatan bimbingan menulis bagi remaja ini diselenggarakan tadi malam (30/7/2017) oleh Yayasan Kartini Indoesia(YKI) sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Mata Air Jepara 2017 dengan dukungan dari Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA)

“Kami ingin menekankan pentingnya proses pribumisasi budaya. Pribumisasi kami maknai sebagai proses eksplorasi nilai-nilai kelokalan, atau pribumi, sebagai pijakan pengembangan pengetahuan dan kebudayaan masyarakat,” Hadi Priyanto, Ketua YKI Jepara menyampaikan. Untuk mewujudkan proses pribumisasi pengetahuan dan karya, YKI berkomitmen untuk turut mendampingi sekolah dan komunitas-komunitas di Jepara untuk mengembangkan motif dan rancangan yang bertumpu pada kekuatan potensi lokal Jepara.  

Diskusi dan peragaan busana ini banyak dihadiri oleh remaja, pelajar dan anak-anak di Jepara. “Keterlibatan remaja dan pelajar SMA dalam kegiatan diskusi sekaligus peragaan busana ini sangat penting.

Remaja sangat peka terhadap trend, termasuk trend busana. Kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada potensi lokal,” Didin Ardiansyah, seorang seniman muda Jepara, yang malam tadi juga menyajikan beberapa rancangan busananya. Busana berbahan dasar limbah karya Didin diperagakan oleh para pelajar SMK Al-Hamidiyah Batealit, Jepara.

Baginya, mempribumikan produk busana dan industri kreatif dengan bertumpu pada potensi dan kearifan lokal akan membuat Indonesia kaya karya.   “Kegiatan bimbingan menulis gratis sebelum pelaksanaan diskusi juga menjadi pendekatan yang menarik untuk merangkul kalangan remaja.

Masih sangat jarang kami temui rangkaian kegiatan semacam ini yang meyentuh sampai tingkat desa. Ini perlu dilakukan lebih sering tidak hanya di Jepara,”ujar Udik Agus, Ketua Dewan Kesenian Daerah, yang turut hadir di antara pengunjung diskusi.  

 

 

Narahubung:

Iskak Wijaya 0812-8815-2670 ;

Hadi Priyanto 0857-2616-6548

Saturday, 29 July 2017 15:15

 

Phinisinews, Ratusan warga berkumpul di Telaga Sejuta Akar, di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, siang itu, Sabtu, 29 Juli 2017.

Para sesepuh masyarakat, generasi muda, laki-laki, perempuan, tua dan muda, menjadi saksi atas peristiwa eko-religi ruwatan mata air.

Acara ruwatan mata air yang dikemas dalam rangkaian kegiatan dua hari bertajuk Festival Mata Air Jepara 2017 ini diselenggarakan oleh Yayasan Kartini Indonesia (YKI), didukung oleh Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA).

 

Pada Festival Mata Air Jepara 2017 yang berlangsung dua hari 29-30 Juli 2017 ini, juga digelar kegiatan Sarasehan Teologi Bumi, penanaman pohon serta pentas seni tradisi. Ketua YKI, Hadi Priyanto, menjelaskan bahwa kata ruwatan adalah kata dalam Bahasa Jawa, yang bermakna menyucikan. Kegiatan ruwatan ini bertujuan untuk memuliakan mata air sebagai bagian kebesaran alam dan lingkungan hidup, beserta tetumbuhan di sekitarnya, sebagai penopang utama keberlangsungan hidup manusia.

“Ritual ini kami jalankan sebagai bentuk rasa syukur dan pertanggungjawaban kami sebagai manusia pengguna mata air terhadap Sang Pencipta mata air,” Didin Ardiansyah, seniman Jepara sekaligus sebagai salah seorang panitia kegiatan menambahkan.

Kegiatan ini juga bertujuan menarik perhatian khalayak luas, khususnya di Jepara, untuk merawat dan menumbuhkan kecintaan terhadap mata-air di sekitar Jepara dan lereng Gunung Muria, yang kualitas dan kuantitasnya kian menurun dari hari ke hari.

“Pelestarian lingkungan adalah bagian dari iman,” Muhammad Syariful Ba’i, salah satu intelektual Muslim dari Pecangakan Jepara yang menjadi salah satu pembicara sarasehan menyampaikan. “Iman dan doktrin agama dapat diwujudkan melalui pendekatan eko-religi, yaitu beragama dan beribadah kepada Tuhan melalui perlindungan alam.”

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Iskak Wijaya, salah seorang pengamat budaya dan penggiat pemberdayaan masyarakat di Yayasan Kartini Indonesia, menyampaikan bahwa dalam setiap agama, terdapat prinsip dan ketentuan mengenai konservasi alam dan lingkungan.

Sementara itu, pembicara sarasehan lainnya, Pendeta Prapto Basuki, tokoh agama Kristen di Jepara, menuturkan bahwa teologi bumi perlu benar-benar dibumikan, dalam arti dilaksanakan secara nyata oleh semua orang-orang beragama.

Upaya ini dapat dimulai dari rumah, di tingkat keluarga, dengan menguatkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, dengan memelihara lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan Festival Mata Air, Yayasan Kartini Indonesia juga menggandeng berbagai komunitas, di antaranya, Forum Media Tradisional Kabupaten Jepara, Barisan Tani Jepara, Kelompok Tani Muda Ikhtiar Maju Kembang, dan Kelompok Usaha Bersama Petani Lele Margo Mulyo Bondo.

 

Narahubung:

Hadi Priyanto – 0857-2616-6548

Iskak Wijaya – 0812 – 8815 – 2670

Saturday, 03 December 2016 21:39

Penulis : Nurjannah

 

Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016 yang ke 11, Di selenggarakan di karebosi link candotel makassar sabtu 03 desember 2016. 

Kali ini Award KPID 2016 mengusung tema "menegakkan peranan lembaga penyiaran dalam menangkal terorisme demi keutuhan (Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".

Hadir pula bapak Gubernur Dr. H Syahrul Yasin Limpo bersama Walikota Sulawesi Selatan Dani Pomanto, Dalam bentuk mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya gubernur sulsel mengatakan "Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi insan pertelevisian dan siaran radio di indonesia, dan kami berharap ini merupakan cambuk untuk lembaga penyiaran dalam menyajikan siaran-siaran yang  kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat," terangnya.

Ketua KPID SulSel Alem Febri Sonni mengatakan "kami konsisten untuk merayakan award KPID yang ke 11 ini dan kami memberikan suport setinggi-tingginya kepada lembaga penyiaran baik televisi maupun radio yang ada di sulawesi selatan" ujarnya.

Berbagai kategori Award yang di berikan oleh KPID seperti, penghargaan program berita TV dimenangkan oleh TVRI  Program Talk show radio terbaik di menangkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI).***MK.

Saturday, 03 December 2016 20:20

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Pemeran "Cinta Laki Laki Biasa" nonton bareng di Bioskop 21 Mall Panakukang Makassar Sabtu, 3/11/2016.

Salah satu pemain yang hadir Fanny Fabriana, Muhadkly Acho, Penulis Asma Nadia dan Sutradara Guntur Soeharjanto hadir di dalam nonton bareng dengan masyarakat Makassar.

Sutradara, Guntur Soeharjanto menilai Makassar itu special, apa lagi perkembangan film dan antusias penontonnya. Sehingga memicu para movie maker untuk berkarya. "Makassar ini special apa lagi perkembangan filmnya, seperti film lokal yang tembus box ofice," ucapnya.

Ia mengaharapkan, agar filmnya di tonton oleh banyak orang dan para movie maker yang ada di makassar untuk terus berkarya.

Salah satu penonton cowo, Ulla mengungkapkan bahwa film ini mengajarkan kita jangan menilai cinta sebagai materi, karena cinta sesungguhnya bukan di cari tapi di bangun. "Iye, filmnya bagus kii, karena kita di ajarkan cinta itu bukan soal materi. Cinta itu bukan di cari tapi dibangun," tuturnya.

Film ini telah di tayangkan pada 1 Desember 2016 yang lalu.

Film drama romantis ini menceritakan tentang kesederhanaan cinta yang menawarkan unsur kedamaian yang di sampaikan islam melalui cinta seorang laki laki biasa bernama Rafli (Deva Mahendra) pada Nania (Velove Vexia).***MK.

Wednesday, 30 November 2016 13:16

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi  dan teknologi melalui Pertamina Technopreneur Challenge (PTC). Makassar, 30/11/2016.

Event yang diselenggarakan bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) ini merupakan kompetisi teknologi  tepat guna yang menitik beratkan pada aspek enterpreneurship.

Kegiatan ini sedang berlangsung sampai  sampai dengan tanggal 4 Desember untuk pengumpulan berkas. Dan akan dilakukan seleksi wawancara dan presentasi sebagai acara puncak tanggal 27-28 Desember 2016.

"Program CSR Pertamina ini menginginkan inovasi anak muda yang bisa di gunakan untuk kepentingan orang banyak dan menumbuh kembangkan jiwa enterpreneurship mereka. Nantinya pemenang akan kita biayai modal usahanya dalam proses star up bisnisnya," ujar Area Manager CSR dan SMEEP Sulawasi PT. Pertamina, Syarifuddin.

PTC dapat di ikuti secara perorangan maupun kelompok dan sudah bisa melakukan pendaftaran melalui website www.gardapati-ptc.com sekaligus mengunggah  makalah terkait karya teknologi yang akan di lombakan.

Pemenang akan di kontrak melalui program kemitraan Pertamina dan di berikan modal usaha sesuai dengan jenis bisnis yang akan di selenggarakan.

Untuk menjadi juara, panitia menerapkan kriteria lomba dimana karya teknologi yang di kompetisikan dapat di gunakan sebagai sarana produksi industri kecil yang muda di operasikan, praktis, dengan dengan harga terjangkau serta merupakan hasil temuan terbaru/penyempurnaan.

"Penilaian juga menitik beratkan pada manfaat dan kegunaan alat/karya, inovasi dan kreativitas, orisinilitas ide dalam perbuatan karya. Memiliki nilai ekonomi pada kemampuan alat untuk dipasarkan secara komersial," kata Dekan FTI-UMI Zakir Sabara.***MK.

 

 

Saturday, 26 November 2016 15:44

Penulis : Nurjannah

Makassar - Phinisinews, Kemeriahan Makassar culinary night yang menjadi event tahunan serta merupakan ajang yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Makassar ini kembali digelar pada sabtu, 26/11/ 2016 di Lapangan Hasanuddin.

Sebanyak 50 tenant yang ikut dalam kegiatan tahunan ini ramai pengunjung bukan Karena sekedar kulinernya yang unik dan enak, tapi beberapa performance dj seperti Dj yudha, Dj ricky, tarian budaya Makassar dan akustik yang menjadi daya tarik, bermalam minggu.

Maharani salah satu pengunjung mengatakan "event ini sangat menarik, meria karena banyak pilihan makanan dan minumannya, dan makanan yang paling saya suka adalah papa richbox dan bar," ungkapnya.

Kegiatan ini digelar sejak tahun 2015 dan diadakan satu tahun tiga kali. ketua panitia Muhammad Roem mengatakan " kegiatan ini yang ke enam kalinya dan tujuan kegiatan ini agar memperkuat destinasi kota Makassar sebagai destinasi kuliner kemudian memberdayakan industri kreatif dibidang makanan dan minuman," terangnya.***MK.

Saturday, 26 November 2016 15:20

Penulis : Nurjannah

Makassar - Phinisinews, Dalam memperingati hari ulang tahun makassar ke 409 tahun, pemerintah kota makassar melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Makassar Culinary Night pada 26 november 2016 di lapangan hasanuddin.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 tenant yang meyediakan berbagai macam makanan dan minuman seperti de'srufud yang menyajikan seruput puding, milki fruity, dan ice tea harganya mulai dari lima ribu hingga sepuluh ribu rupiah.

Selain itu papa richbox dan bar, hai yogurt, delly jelly, satay kato (sate bakar), good kedai, sate taichan kemang, rumah makan topaz, dan berbagai macam lainnya meramaikan malam kuliner night yang ke enam kalinya.

Kegiatannya di mulai sejak pukul 12:00 siang dan dibuka secara resmi oleh Ir. Hj. Rusmayani. Majid M,sp sebagai kepala dinas pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya ibu rusmayani mengatakan " saya berharap kegiatan ini akan terus dilaksakan dan menjadi event tahunan dan pemerintah sekaligus memberikan ruang kepada pelaku-pelaku ekonomi kreatif yang bergerak disektor kuliner," terangnya.


Tahun ini pegelaran dimeriahkan oleh dj yudha, band tabasco, dj ricky, dan Dj bizkond. ***MK.

Sunday, 20 November 2016 12:41

Penulis : Nurjannah 

Makassar - Phinisinews, Hijab day out yang diselenggarakan oleh MAYSA Menggelar competition fashion hijab dengan tema "casual winter" ,Di woody  do cafe jalan ahmad yani pada 20/11/2016. 

Dalam kegiatan ini MAYSA memberikan inspirasi kepada seorang muslima untuk berpenampilan menarik dalam berbusana " fashion show ini mengajarkan kepada seorang muslim agar mampu berpenampilan dan percaya diri untuk  berbusana muslim yang baik didepan orang, " ujar Fitra sari selaku ketua panitia.

"Seorang muslim cantik tidak hanya dari luar, cantik juga harus dari dalam dan juga berperilaku yang baik," ungkap Warda paulangi selaku sekertaris penyelenggara.


Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 25 orang yang berusia mulai dari 16-23 tahun.

Khairunnisa hidayatul soliha (17 tahun) merupakan salah satu peserta kompetisi hijab dan juga sebagai juara tiga mengatakan " kegiatan ini sangat baik bagi seorang muslim dan juga saya sangat se-MAYSA-an bahagia karna ini merupakan pengalaman saya dan Juara pertama saya meskipun juara tiga tapi saya sangat senang," terangnya.



Kegiatan ini meliputi Fashion stylish, work shope, photobooth session dan fashion show dari MAYSIA.*** Mk.

  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us