Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Monday, 17 October 2016 10:56

Penulis : M. Arifandy

Makassar - (Phinisinews) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Negara (MENPAN), H. Asman Abnur, SE, M.Si, memberikan ceramah umum kepada Aparatur Sipil Negara sebagai pusat pelatihan, dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan (RPP) Diklat PIM Tingkat II angatan 1 Di Badan Diklat Provinsi Sulewesi Selatan, Makassar, Senin, 17/10/2016.

"Pelayanan publik itu berjalan lebih baik, dan mampu menggunakan sistem IT serta menjadi motor buat pekerja".

Ia mengharapkan, "Aparatur Sipil Negara itu menjadi tempat nasional, dan tidak kalah hebat dengan pegawai konvesional serta swasta," tuturnya.

Ia menegaskan kepada peserta aparatur sipil negara agar tidak lagi main-main dengan perizinan pelayanan publik dan jangan mempersulit lagi masyarakat.

Kehadiran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Memberikan Ceramah Umum kepada pengawai ASN, yang bekerja sama dengan PKP2A II LAN.***Mitha K.

Monday, 17 October 2016 16:47

Penulis : Abd. Hakim Dimar

 

Makassar - (Phinisinews,17/10/2016), Dibuang Sayang diinjak Sakit, Pelajar SMA Negeri 21 Makassar mengolah kulit durian menjadi bermanfaat, Beberapa diantaranya menjadi MasTer (masker terapi) dan Boneka Maling  (mascot peduli lingkungan ) yang bahan utamanya dari kulit durian.

"Master sangat bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki aroma terapi melati  yang  mengatasi insomnia dan wangi sitrus  yang dapat mengatasi mual, sangat cocok bagi pengendara" tutur Nurul Azizah saat presentasi di Festival Pelajar Sulawesi Selatan di Pantai Losari Makassar.

 

 

Sedangkan Boneka Maling bisa dijadikan souvenir, Karena bentuknya yang khas Makassar, harapannya boneka Maling bisa dapat mencuri perhatian masyarakat agar sampah kulit durian menjadi bermanfaat, tambahnya.

 

Kulit Durian apabila di injak akan terasa sakit namun dibuang sangat di sayangkan tutur Nurul Aziza saat melanjutkan presentasi daur ulang sampah kulit durian.

 

Ia  menjelaskan bagaimana cara mengolah kulit durian menjadi Dakron yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Pertama, kami mencuci kulit durian dengan bersih selanjutnya pengepresan dan pemisahan duri kulit durian lalu dilakukan perebusan hingga serat kulit durian untuk mendapatkan hasil yang diinginkan untuk yang terakhir dilakukan penjemuran agar hasil dakron maksimal sehingga bisa digunakan untuk pembuatan Master (masker terapi) dan Boneka maling  (mascot peduli lingkungan).

 

 

Hal ini sangat membantu program pemerintah yaitu Makassar Tidak Rantasa, "karena pengolahan sampah kulit durian menjadi hal yang bermanfaat dan perlu di kembangkan selain memiliki nilai guna, kreativitas ini bisa membuka peluang usaha". tutur Jumairah salah satu juri festival pelajar SulSel.***Mitha K.

 

Monday, 17 October 2016 17:40

Foto by: Yusrivan

Fashion Carnaval 16/10/2016 jalan Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan. Mempertunjukkan Atraksi Semburkan Api, Penyerahan Piala Bagi Pemenang dengan Kategori Favorit, juara 1,2, dan Juara Umum.***Phinisinews-Mitha K.

 

 

 

 

Monday, 17 October 2016 17:03

Foto: Thamrin

Carnaval Fashion 2016 yang diadakan  sebagai salah satu perayaan hari jadi Sulsel, Menampilkan berbagai Tema Fashion disepanjang jalan Sudirman, Makassar 17/10/2016.(phinisinews-Mitha.K)

 

Tema  Kelelawar

 

Tema Laut 

 

 

 

 

 

 

Monday, 17 October 2016 23:59

Penulis : Alce Sinauru

 

Makassar, (Phinisinews) Pagelaran seni sendra tari merupakan pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama, diangkat dari cerita  Maipa Deapati yang dipertunjukan dibenteng  Roterrdam Makassar 16/10/2016. 

 

Kolaborasi tari dan musik tradisional Makassar yang membuat cerita ini sangat menarik perhatian penonton untuk tetap diam ditempat dan memperhatikan pertujukan tersebut, walaupun sebagian besar penonton sudah tau dari awal  sampai akhir cerita Maipa Deapati.

 

Pertunjukan dibuka dengan tari-tarian tradisional Makassar. Para penari tampak melenggak lenggok dipanggung dengan gerakan yang gemulai. Puluhan penari yang mengisahkan cerita Maipa Deapati  berasal dari berbagai Universitas dan SMA yang ada dikota Makassar.  Selain cerita dan penampilan para penari tak kalah menarik tokoh cantik dan anggun yang diperankan Maipa Deapati adalah mahasiswi fakultas hukum UNHAS .

 

Usai pentas, Firza Burhan yang akrab disapa Firza ini mengaku, merasa mendapat kehormatan bisa dipercayakan berperan sebagai Maipa Deapati. Firza yang tidak punya bakat menari, malam itu tampil sangat baik sebagai Maipa Deapati. Ia mampu mengimbangi gerakan luwes teman-temannya dari seni tari.

 

Cucut sutradara pertunjukan sendra tari Maipa Deapati Berujar “Saya sengaja mempertunjukan kembali cerita ini tujuannya untuk memperkenalkan cerita budaya Makassar serta mengangkat kearifan lokal dengan harapan agar kita semua bisa mencontoh kesetiaan sepasang anak remaja dan memiliki kekuatan cinta yang tak terpisahkan”.***Mitha K.

 

Monday, 17 October 2016 23:54

Penulis : Yuweni Puji Saputri

 

 

Makassar, (Phinisinews) Dalam upaya pelestarian seni dan kebudayaan adat bugis makassar, dinas pariwisata kota makassar menyelenggarakan pementasan seni sendra tari Maipa Deapati 2016, yang digelar pada minggu/16/10/16 malam, dan berlanjut senin esok di Fort Raterrdam.

 

Adapun drama tari yang dibawakan oleh sanggar seni Merah Putih yang tergabung dalam gedung kesenian kota makassar ini, menceritakan kisah cinta  antara Datu Museng, putra bangsawan dari Kerajan Gowa yang jatuh cinta kepada Maipa Deapati Putri bangsawan Kerajaan Sumbawa.

 

Alur dalam drama ini mengisahkan perjuangan dan kesetiaan cinta dari keduanya yang rela mati dan gugur dalam Laga demi cinta terhadap kekasih hatinya.

 

Cerita cinta inilah yang hingga kini dikenang oleh masyarakat Makassar dan kemudian disebut sebagai kisah Romeo-Juliet versi Makassar.

 

Pagelaran ini diakhiri dengan seruan dan tepuk tangan meriah dari penonton, yang ikut larut pada alur dan pendalaman peran tiap tokoh. Salah seorang pengunjung, Wawan(22) yang juga berlatar belakang sebagai komunitas Seni mengatakan "saya sangat menikmati pementasannya dan berharap pertunjukan seni semakin banyak sehingga budaya Makassar bisa terkenal di skala nasional pun Internasional.

 

Koordinator artistik, Alam, pun menyampaikan harapan yang sama. Ia berharap dengan adanya pementasan seni tari dan teater ini, bisa memperkenalkan dan mengingatkan kembali kepada masyarakat mengenai sejarah dan budaya Makassar yang akhir akhir ini luput dari perhatian masyarakat, khusunya generasi modern.***Mitha K.

Monday, 17 October 2016 22:48

Penulis : Indri D. A

 

Makassar, (Phinisinews) Fashion Carnaval 2016 yang diramaikan oleh kurang lebih tiga ribu peserta untuk memperingati hari jadi Sulawesi Selatan ke 347 dengan tema "Sulawesi Pa'rasanganta", 16/10/2016 sisakan banyak sampah disepanjang Jalan Sudirman, Makassar.

 

Tak kalah banyak dari tiga ribu peserta Fashion Carnaval, sampah juga ikut ramaikan perayaan hari jadi Sulawesi Selatan.Tidak tersedianya tong sampah disekitar tempat berlangsungnya acara, mengakibatkan tumpukkan sampah dari peserta, tamu maupun masyarakat yang menonton, tersebar disepanjang jalan. Mulai dari sampah botol, kotak bekas makanan, tisu, plastik hingga puntung rokok penuhi jalan Sudirman.

 

Dalam wawancaranya Ramli selaku ketua panitia berjanji akan adanya tanggung jawab dari panitia pelaksana bekerjasama dengan dinas kebersihan kota Makassar.

 

"Setelah masyarakat berkurang, bus dan truk dari Makassar ta' Tidak Rantasa' akan masuk membersihkan" tegasnya. "Jadi semuanya akan kembali normal" tambahnya.***Mitha K

Tuesday, 18 October 2016 16:27

Penulis : Nurjannah

 

Makassar - (Phinisinews) Dari serangkaian acara Festival dalam memperingati hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-347, Dinas Tata Ruang dan Permukiman (DISTARKIM) menjadi juara satu dalam festival mobil hias pada selasa, 18 oktober 2016 di depan Rumah Jabatan Makassar.

Dalam kegiaatan ini, sebanyak 105 peserta mobil hias yang ikut konvoi kejalan, rute perjalanan mobil hias dari depan citra land menuju ke depan Rumah Jabatan, para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terlihar beberapa peserta menari dan memainkan alat music tradisional dari daerah masing-masing.

Yunita salah satu peserta dari Distarkim mengatan “ ide rancangan hiasan mobil itu berdaasarkan lambang garuda sebagai symbol Indonesia dan kami wujudkan dalam 3 dimensi,” terangnya.

Persiapan ini kami buat selama 2 minggu, saya pribadi sangat terharu dan bahagia Distarkim juara satu dalam karnaval ini, lanjut Yunita.


Koordinator panitia Muh. Hasan Sijaya mengatakan “ harapan saya kedepannya bagi Sulawesi Selatan tentu selalu beranjak dari keinginan bapak Gubernur dimana statemennya mengatakan “kerjaki, kerjaki kerjaki". Dengan adanya karnaval ini mendorong kita untuk lebih bisa meningkatkan kinerja,” ungkapnya.***Mitha K.

  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us