Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Tuesday, 18 October 2016 16:16

Penulis : Jusran Daeng Mangitung

Makassar --(Phinisinews) Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Selatan (Sul-Sel) ke 347, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bekerjasama dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar Karnaval Mobil Hias pada 18 Oktober 2016 di Depan Rumah Jabatan Gubernur Jln. Sudirman Makassar.

Karnaval yang diikuti oleh 105 mobil hias dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Pemprov, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Kabupaten/Kota.

para peserta memulai konvoi mobil hias dari depan Citra Land dan berakhir di depan Rumah Jabatan Gubernur. Kriteria penilaian menurut ketua panitia, Hasan Sijaya, yaitu di nilai dari isi kendaraan yang akan mencerminkan kebudayaan dan perkembangan pembangunan di daerah, kemudian juga pada aspek performance dari kendaraan tersebut.

Ketua panitia juga mengungkapkan, “karnaval ini adalah salah satu bentuk aspirasi kita terhadap pemerintah Sul-Sel dalam pameran mobil hias ini memperlihatkan kepada masyarakat agar mereka mengetahui perkembangan di daerah masing-masing terkhusus pada SKPD”, tuturnya.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh masyarakat yang turut hadir untuk menyaksikan konvoi mobil hias. Hal ini diungkapkan Adnan, salah seorang warga, “saya sangat gembira, artinya secara langsung memperlihatkan perkembangan daerah Sul-Sel dan seharusnya setiap tahunnya kegiatan seperti ini diadakan sehingga masyarakat jadi tau perkembangan setiap kabupaten”, ungkapnya.

“Harapan saya, semoga Sul-Sel menjadi lebih baik, semua pembangunan di berbagai daerah seimbang atau merata di setiap sektor,”tambah Adnan. ***Mitha K.

Sunday, 16 October 2016 17:07

Penulis : Nurjannah

 

Makassar -(Phinisinews) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, menggelar Fashion Carnaval dalam rangka menyambut hari jadi sulawesi selatan yang ke-374, berlangsung di sepanjang Jalan Sudirman dan berakhir di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada 16 Oktober 2016.

Kegiatan ini mengangkat tema ‘Sulawesi Parasanganta’, yang telah digelar sejak tahun 2014. Tahun ini mencapai 3000 peserta dan melampaui batas yang telah terdaftar, selain itu seluruh peserta karnaval wajib menggunakan kostum dengan kombinasi sutera khas Sulawesi Selatan.

 

 

 

Dinas Pandapatan Daerah Makassar (DISPENDA) juara umum tahun ini, Ramli sebagai perwakilan dari Dispenda mengatakan “ persiapan ini hanya tiga minggu dan ini disiapkan sangat matang dan alhamdulillah kita bersyukur dengan hasil yang telah kita tampilkan dengan menampilkan kostum yang telah kita rancang,” terangnya.

Antusias masyarakat turut memeriahkan acara karnaval ini, panitia pelaksana mengatakan “masyarakat juga ikut menyaksikan dan menikmati berlangsunya acara ini terlihat banyaknya warga yang sangat ramai dari berlangsungnya acara hingga akhir,” tutur Agus.*** Mitha K.

Saturday, 21 November 2015 08:04

Phinisinews - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memasukan 21 perusahaan dalam 'daftar hitam', berdasarkan Program Penilaian Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) tahun 2015.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian LHK Karliansyah mengatakan, Proper merupakan program unggulan Kementerian LHK bidang pengendalian pencemaran, kerusakan lingkungan hidup serta pengelolaan limbah bahan beracun berbahaya (B3).

"Proper bertujuan untuk mendorong perusahaan mencapai keunggulan lingkungan melalui penerapan Sistem Manajemen Lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi dan gas rumah kaca, efisiensi air, 3R limbah B3, 3R sampah, keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat dan inovasi," jelasnya di Jakarta, Jumat (20/11).

Pada tahun ini, kata Karliansyah, peserta Proper mencapai 2.137 perusahaan atau naik 12 persen dari tahun lalu. Dari jumlah tersebut, tingkat ketaatan perusahaan terhadap aturan lingkungan mencapai 74 persen atau naik 2 persen dari tahun lalu 72 persen.

Badan usaha yang mendapatkan peringkat 'Emas' sebanyak 12 perusahaan, peringkat 'Hijau' 108 perusahaan, 'Biru' 1.406 perusahaan, 'Merah' 529 perusahaan, 'Hitam' 21 perusahaan dan 61 perusahaan lainnya tidak diumumkan karena sedang proses penegakan hukum atau tidak beroperasi.

Menurut Karliansyah, dari 21 perusahaan yang memperoleh peringkat 'Hitam', terdiri dari tujuh rumah sakit, tiga pabrik pengolahan ikan dan masing-masing satu perusahaan bergerak di bidang perhotelan, pabrik karet, pabrik kertas, industri komponen otomotif, makanan dan minuman, pengecoran logam, pengolahan limbah B3, peralatan rumah tangga dan sawit.

"Perusahaan berperingkat 'Hitam' ini akan diserahkan penanganannya kepada Dirjen Penegakan Hukum Lingkungah Hidup dan Kehutanan," ucapnya.


Karliansyah menambahkan, dari 21 perusahaan yang masuk kategori 'Hitam' pada tahun lalu, tiga perusahaan sudah taat dan diserahkan kembali kepada Sekretariat Proper untuk dinilai kembali. Sedangkan, satu perusahaan dilanjutkan ke penyidikan karena memenuhi unsur-unsur pidana.

Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 15 perusahaan diserahkan kembali ke Sekretariat Proper untuk dilakukan pembinaan, satu perusahaan ditutup dan satu perusahaan belum dikunjungi.

Saat ini, menurut Karliansyah, terdapat dua perusahaan, yang merupakan tindak lanjut peringkat 'Hitam' Proper, sedang disidangkan. Salah satunya merupakan temuan Proper dua tahun lalu dan satu lainnya temuan 2014.

Menurut dia, perusahaan yang masuk peringkat Emas akan memperolah penghargaan pada Malam Anugerah Lingkungan 2015 yang akan digelar Senin (23/11) pekan depan di Gedung Bidakara Jakarta yang rencananya dihadiri Wapres Jusuf Kalla.

Pada gelaran Malam Anugerah Lingkungan 2015 tersebut juga akan diserahkan penghargaan Adipura kepada sejumlah kota, yang mana untuk tahun ini diberikan kepada 3 kota berupa Anugerah Adipura Kencana dan 65 kota Anugerah Adipura. (Antara)

Saturday, 21 November 2015 21:30

Phinisinews - Penyerang sentral Real Madrid, Karim Benzema, diklaim fit bermain dalam laga El Clasico melawan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (21/11).

Walau begitu penyerang berusia 27 tahun itu disinyalir tak akan mampu bermain penuh. Seperti dilansir Marca, Benzema hanya fit untuk bermain selama 45 menit setelah lebih dari sebulan tak bermain.

Sepanjang musim 2015/16 ini, Benzema baru bermain di enam pertandingan Real Madrid dan mencetak enam gol.

Pelatih Madrid Rafa Benitez memahami itu dan tak ingin mengambil risiko dengan memaksakan penyerang asal Perancis itu bermain berlebihan.

Tanpa Benzema, Benitez memiliki alternatif di lini depan yakni Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale yang diklaim pula fit untuk laga El Clasico malam nanti.

Ketika Benzema di bangku cadangan, Benitez pun bisa memberi kepercayaan kepada Isco atau James Rodriguez untuk mengisi trio di lini depan.

Sebelumnya Benitez pun membantah rumor yang menyatakan dirinya ditekan untuk menampilkan permainan ofensif Madrid dalam laga El Clasico.

Benitez pun yakin timnya akan mampu memenangkan laga itu karena menjadi favorit sebagai tuan rumah.

"Ini El Clasico pertama saya di tim utama. Saya pernah melakoni el clasico di kategori yang lebih rendah. Tim ini tengah termotivasi," kata Benitez yang menjamin trio BBC (Bale, Benzema, dan Cristiano Ronaldo) bisa bermain sejak awal seperti dikutip dari 90min.

Ia pun menjamin akan memberi kebebasan trio di lini depan untuk saling bertukar posisi guna mencari peluang mencetak gol.

Saturday, 24 October 2015 17:17

Peri Makassar khususnya di bidang paper replica Indonesia, Peri Ini menjelaskan komunitas yang dibawanya adalah papercraft pengembangan dari seni origami menggunakan 100% kertas, tak hanya melipat tapi memerlukan teknik memotong, membuat kurva dengan kertas, mengelem dan membentuk kertas. komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2010 dan cabangnya di Jakarta dan sudah ada beberapa komunitas peri yang tersebar di indonesia. Jika ingin bergabung maka kita di sarankan terlebih dahulu membuat sendiri kerajinan papercraftnya kemudian foto dan upload di facebook peri Makassar kemudian kita akan di Ajak bergabung di komunitas mereka. alamat website-Nya di wwww.peri-kertas.com(Foto: Thamrin)

Sunday, 15 November 2015 22:37

Phinisinews – Makassar, Festival seni dan budaya Tana Luwu yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya Universitas Islam Negeri Makassar (IPMIL UIN) dimulai pada sabtu sore (14/11/25) diAnjungan Pantai Losari Makassar, festival ini diramaikan dengan keberadaan zona kuliner, yang merupakan salah satu dari 7 stand yang dihadirkan.

Kapurung yang disajikan oleh Rm.Dapur Palopota' menjadi makanan yang paling menarik minat para pengunjung. Kapurung merupakan sala satu makanan khas Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat daerah Luwu ( Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur ).

Makanan ini terbuat dari sagu atau tepung sagu. Kapurung dimasak dengan campuran ikan, atau udang serta aneka sayuran. Meski makanan tradisional, Kapurung juga sudah maulai populer. Selain ditemukan di warung-warung khusus di Makassar juga telah masuk ke beberapa restoran, bersanding dengan makanan modern.

Kapurung yang terbuat dari sagu dibuat bulat-bulat dengan menggunakan sepasang sumpit ( istilah orang palopo "didui") dan dicampur dengan kuah pedis (bagi pecinta pedis), sayur mayur, jeruk nipis, daging ikan atau udang. Makanan ini tidak perlu dikunyah namun dapat langsung ditelan, itu sebabnya orang palopo selalu menyebutnya "minum kapurung".

Kapurung menjadi satu dari sekian banyak menu yang disajikan pada setiap acara orang palopo dan orang yang pernah tinggal di sulawesi. Ketua panitia festival Seni dan budaya tana luwu, Hidayatul Rahmat mengatakan animo masyarakat terhadap menu kuliner khas Luwu sangat tinggi.

Tak sedikit wisatawan lokal dan mancanegara memilih untuk membelanjakan uang mereka demi menikmati masakan khas tana luwu.(Yuweni/ Mitha K)

Sunday, 15 November 2015 22:15

Phinisinews - Makassar, Festival seni dan budaya Tana Luwu yang berlangsung di anjungan pantai losari Makassar, minggu 15 november 2015 pukul 10:00-22:00 wita. Ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mengenal budaya Tana luwu begitupun yang berminat mengikuti beberapa lomba yang diadakan kegiatan tersebut.

Festival seni dan budaya tana luwu yang bertujuan agar putra dan putri dari jati luwu khususnya yang sedang merantau di Makassar masih tetap menjaga ke eksisan dan melestarikan budaya-budaya yang berada di tana luwu "ujar Lukman" sebagai ketua PKPT IPMIL RAYA UIN.

Lomba moral seni lukisan yang bertemakan tentang eksplorasi kearifan lokal tana luwu yang di ikuti oleh para peserta khususnya mahasiswa Sulawesi Selatan, peserta lomba lukisan Al Mustakim mengatakan "lukisan yang saya buat menceritakan bahwa adanya sebuah daerah yang bisa menghidupi daerahnya sendiri dengan banyaknya ke kayaan alam di tana luwu sulawesi selatan dan kita sebagai pemuda luwu harus menjaga dan melestarikan tana kita".

Tidak hanya lomba lukis, peserta lomba kuliner diikuti khusus para pemuda putra dan putri yang berasal dari tana luwu yang dengan memasak makanan khas dari daerah luwu (kapurung) juga ikut meriahkan kegiatan ini. Penilaian berdasarkan rasa dan penampilannya.

Meskipun hujan mengguyur di area festival para peserta lomba tidak patah semangat mereka bersaing dengan sehat. Mereka bersemangat dengan di hibur oleh para panitia dengan menyanyikan lagu-lagu tana luwu.(Nurjannah/ Mitha K)

Wednesday, 04 November 2015 16:42

Phinisinews - Nadiya Hussain adalah pemenang 'The Great British Bake Off'. Ada juga Delia Smith, seorang penulis buku masakan best-seller, dengan penjualan lebih dari 21 juta kopi. Namun, tanggung jawab domestik masih mencegah perempuan-perempuan hebat tersebut berkarier dari keahlian kuliner mereka, klaim seorang koki perempuan terkenal.

Juri program Masterchef, Monica Galetti, mengatakan, perempuan-perempuan muda yang ingin menjadikan dapur sebagai tempat bekerja mereka terpaksa melupakan ambisi menjadi koki profesional. Sebab, profesi chef yang menyita waktu sampai 16 jam sehari, nyatanya tidak sesuai untuk membangun sebuah keluarga.

“Masalahnya adalah, pada titik tertentu perempuan harus memutuskan seberapa mereka menginginkan karier tersebut atau memiliki keluarga dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Galetti, seperti dilaporkan oleh Independent.

“Itu saja. Kenyataannya, Anda harus meletakkannya sebagai yang pertama untuk melakukan yang terbaik. Saya melihat banyak koki menakjubkan, perempuan muda, masuk ke dapur dan kemudian menyerah agar bisa bersama pasangan mereka dan membangun keluarga. Apakah laki-laki bisa melakukannya untuk seorang perempuan? belum tentu.”

Galetti, yang hingga saat ini bekerja di restoran Le Gavroche London mengatakan,  “Karier saya menjadi yang nomor dua selama tujuh tahun terakhir. Saya ingin menjadi ibu yang mengurus anak saya sendiri,” kata Galetti yang rencananya akan membuka restoran sendiri tahun depan.

Dia melanjutkan, alasan yang membuat banyak perempuan tertinggal di bidang kuliner, bukanlah soal diskriminasi gender di dapur. Melainkan tentang pilihan para wanita itu sendiri. Galleti mengatakan tidak ada diskriminasi gender di dapur-dapur terkemuka.

“Kita semua sama. Sekali Anda mengenakan jaket tersebut, Anda adalah seorang koki. Ini bukan tentang gender, melainkan kemampuan memasak,” katanya.

Dalam artikel yang sama, juri Masterchef, Marcus Wareing, menggambarkan disiplin militer dalam kehidupan dapur. “Ketika saya mengenakan baju koki saya, itu adalah seragam saya, dan saya menghormatinya.”

Namun, Wareing mengatakan, jumlah perempuan yang bekerja di restoran terkemuka kian bertambah. Dia memuji tokoh-tokoh perintis, seperti Angela Hartnett, koki Michelin Star yang menjalankan restoran Murano di London.

“Beberapa koki terbaik di perusahaan saya adalah perempuan. Mereka membawa keseimbangan yang luar biasa dan pendekatan cerdas. Satu-satunya koki perempuan yang saya ingat mulai dari muda, yang lulus dari tes waktu, adalah Angela Harnett.” (Independent)

  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us