Simak juga
Workshop Nvivo Pertama Di Makassar - Friday, 03 May 2019 16:02
Medsos Mudahkan Kerja Wartawan - Tuesday, 08 January 2019 08:42
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10

Dialog Tantangan Alumni Fisip UIT di era revolusi 4.0

 
Penulis : Nurjannah
 
Makassar - Phinisinews, Fakultas  ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar gelar Dialog Ilmiah dirangkaikan dengan launching Jurnal Ilmiah Pranata Edu dan Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP) Fisip UIT. Di Rumah Jabatan Wakil Walikota Makassar, Sabtu (4/5/2019) 
 
Dialog dengan tema "Tantangan Alumni Ilmu sosial dan ilmu politik di era revolusi 4.0". Dihadiri Ketua BPH Yayasan Indonesia Timur, Dr.Anwar M.Diah, Wakil Rektor IV UIT, Zulkarnain Hamson, Dosen Fakultas Komunikasi Unhas, Dr. Alem Febry Sonny dan Kepala SPI Regional IX Bulog Kalimantan Selatan, Lode Amijaya Kamaluddin.
 
Kepala SPI Regional IX Bulog Kalimantan Selatan, Lode Amijaya Kamaluddin menyatakan UIT saat ini telah berada di tahap pertama yang menunjukkan konsistensinya yang ingin maju, oleh karena itu pihak (UIT) mesti bertransformasi.
 
"Sebagai tahap awal, jadikan ini sebagai transformasi untuk melakukan perubahan baru, seperti melakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan hari ini. Selain itu, para alumni perlu menyiapkan visi untuk dirinya sendiri di dunia kerja dengan membangun motivasinya sendiri" ujarnya.
 
Saat ini UIT telah memiki ruang yakni Pusat Kajian Ilmu sosial dan Politik yang bisa dimanfaatkan untuk saling berdiskusi.
 
Dalam dunia kerja para instansi membutuhkan orang yang mampu melakukan suatu proses dan memiliki softskill minimal bisa ber Bahasa Inggris, Selain itu bisa bekerjasama dengan orang lain. Maka jadikan diri anda (para alumni) menjadi orang yang memiliki inovasi dan kreatif dalam dunia pekerjaan, tambah Lode Amijaya Kamaluddin.
 
Ketua BPH Yayasan Indonesia Timur, Dr.Anwar M.Diah mengatakan tantangan kita kedepannya yakni menghadapi era 4.0 maka dari itu kita mesti memiliki pemikiran serba digital.
 
"Peran pendidikan saat ini sangat penting dalam menghadapi era revolusi 4.0 maka dari itu kita mesti menciptakan sesuatu yang sifatnya inovasi dan memiliki pemikiran seperti halnya dengan digital, dimana merupakan pengubah informasi yang bisa menjadi dampak perubahan yang sangat cepat, seperti halnya dengan UIT. Kami (yayasan) akan menyediakan fasilitas yang memadai dalam menyongsong era Pendidikan 4.0," tuturnya.(MM)
Read 28 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Nasional
Login to post comments
  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Penulis : Mitha Kuen Makassar - Phinisinews, Usai menggelar kegiatan  nasional Workshop Nvivo 12 Plus dua hari lalu...
  Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Fakultas  ilmu sosial dan ilmu politik (Fisip) Universitas...
Penulis : Ahmad Imron   Jakarta, (Phinisinews) - Dewan Pers Indonesia (DPI) dan Sekretariat Bersama (Sekber) Pers...
Penulis: Mitha Kuen   Makassar, (Phinisinews) - Nvivo sebagai perangkat lunak penelitian kualitatif dan metode...

Get connected with Us