Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Monday, 24 October 2016 15:13

Penulis : M. Arifandy

Makassar - Phinisinews, Gubernur Sulawesi Selatan mengajak siapa pun untuk melawan korupsi. Hal itu di ungkapkan pada Festival Konstitusi dan pemberantasan Korupsi di Baruga A. P. Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Senin, 24/10/16.

Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, siapa pun orangnya kita harus bersama-sama menyatakan tidak boleh lagi ada korupsi terjadi negara kita.

"Saya kira prime (bagian yang terbaik) itu sudah hampir semua pejabat, sudah tentu di dorong. Kita tentu tidak berharap hanya mengedepankan refresif untuk menanganinya."

Ia mengharapkan, dengan menggunakan sosialisasi seperti ini bersama tiga pejabat, termasuk bersama KPK. Minimal prime akademik intlektual, mindset (pola pikir) kita terhadap korupsi itu hadir untuk bersama-sama mencegahnya.

Lanjutnya, dalam prime akademik itu akan hadir agenda manajemen untuk bisa melakukan upaya represif dan cara pencegahan yang baik, salah satunya dengan teknologi dan tentu saja mentalitas masyarakat, tegasnya.***Mitha K.

Monday, 24 October 2016 13:59

Penulis : Yuweni Puji Saputri 


Makassar - Phinisinews,Tiga Pejabat Negara Menyatakan deklarasi anti korupsi pada senin 24/10/16 di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Ketiga Pejabat tersebut yakni Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Ketua Mahkama Konstitusi, Arief Hidayat, dan Ketua KPK Agus Tahardjo di dampingi rektor Universitas Hasanuddin Prof Dwia Aries Tina sebagai tuan Rumah.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh salah satu siswi Unhas. Dalam deklarasinya, mereka menyatakan lima hal, yaitu ;
1. Mewujudkan sistem ketatanegaraan yang bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme,
2. Tidak menyalahgunakan kewenangan dan pengaruh untuk kepentingan pribadi dan atau kelompok tertentu,
3. Tidak meminta dan atau menerima pemberian yang tidak sah,
4. Bekerja secara profesional penuh semangat dan menjunjung tinggi integritas, serta
5. Menerima konsekuensi dari semua keputusan atau tindakan yang bersifat koruptif dengan mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan.

Sebab Korupsi merampas hak dan meyengsarakan rakyat, menjauhkan dari cita cita dan tujuan Negara serta merusak sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Deklarasi berlangsung sangat kidmat yang dihadiri pula oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo serta ratusan mahasiswa Unhas. *** Mitha K.

Monday, 24 October 2016 13:56

Penulis : Yuweni Puji Saputri 

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan Di Baruga Ap.Pettarani Unhas Saat Deklarasi Berantas Korupsi. 24/10/16. Yuweni Puput.

Makassar - (Phinisinews,24/10/16), Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengajak para penyelenggara negara, aparat penegak hukum, civitas akademika dan mahasiswa untuk mendukung KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

 
Hal itu disampaikan Zulkifli dalam deklarasi anti korupsi yang dilaksanakan di Baruga AP Pettarani Univiersitas Hasanuddin Makassar.
 
Menurutnya, hingga saat ini KPK sudah berusaha dan melakukan hal yang luar biasa dalam proses penanganan tindak pidana korupsi. Namun, KPK seharusnya tidak sendiri, masyarakat juga sebaiknya turut andil dalam hal pembenahan Negeri ini.
 
Adapun pembenahan yang dimaksud ialah, bagaimana melakukan pencegahan dari prilaku sendiri. Zulkifli mengatakan, "seharusnya seluruh bangsa Indonesia kembali pada jati diri ke-Indonesiaannya, yang berdasarkan pada ideologi pancasila".
 
Ia pun merasa prihatin terhadap banyaknya pimpinan daerah seperti gubernur yang saat ini ditahan oleh karena prilaku korupsinya.
 
Menurutnya, hal tersebut terjadi akibat kurangnya pemahaman akan tujuan sebagai seorang pemimpin.
Sehingga perlu dilakukan pencegahan dan membekali dengan wawasan dan prilaku yang pancasilais, tandasnya.*** Mitha K.
Saturday, 22 October 2016 13:20
Ilustrasi Sarung     
 
        Purwakarta, 22/10  (Phinisinews) – Per 1 Desember 2016 Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mencanangkan wajib penggunaan kain sarung dan peci hitam bagi pelajar serta pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Purwakarta setiap Jumat.
 
         Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, di Purwakarta, Sabtu, mengatakan penerapan penggunaan kain sarung dan peci hitam bagi pelajar serta pegawai pemerintah kabupaten ialah bagian dari upaya pemkab mengambil momentum Hari Santri Nasional. 
 
    Menurut dia, sarung merupakan identitas keislaman nusantara, sehingga penggunaan sarung dinilai akan membangkitkan suasana pesantren dan nilai-nilai santri di kalangan para pelajar dan pegawai pemerintah.
 
    "Sarungan itu khas Indonesia, khas nusantara," katanya.
 
    Ia menyontohkan, di Sunda ada istilah samping atau sinjang untuk sarung, di Jawa mungkin istilahnya berbeda. Begitu juga di Makassar, Bali dan Kalimantan, semua memiliki kekhasannya tersendiri.
 
    Kesamaannya satu, tetap sarungan. Karena itu, sarung dalam hal ini merupakan simbol persatuan bangsa. Atas hal tersebut, bupati menerapkan penggunaan kain sarung bagi pelajar dan pegawai Pemkab Purwakarta setiap Jumat. 
   
 Dedi menilai, sarung telah menjadi spirit perlawanan terhadap kolonialisme bangsa asing. Menurutnya, menggunakan sarung sama saja dengan menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme.  
 
    "Perang melawan kolonialisme dulu itu digerakkan oleh kaum sarungan. Ini luar biasa, nasionalisme mereka tidak perlu dipertanyakan lagi," katanya.
 
    Terkait dengan penerapan penggunaan sarung dan peci bagi pelajar dan pegawai, Dedi juga memperhatikan keberadaan pelajar dan pegawai nonmuslim.
   
 Bagi mereka yang nonmuslim seperti Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, Pemkab Purwakarta mempersilakan mereka mengenakan sarung khas Indonesia atau pakaian yang melambangkan nilai spiritualitas agamanya masing-masing.
 
    Sementara itu, penerapan kebijakan menggunakan kain sarung setiap Jumat juga bersamaan dengan permberlakuan kebijakan belajar baca-tulis Al Qur'an, dan mengaji kitab kuning serta belajar kitab lain sesuai dengan ajaran agama yang dianut pelajar Purwakarta. Penerapan itu mulai diberlakukan per 1 Desember 2016. (Web)***MK.
Friday, 21 October 2016 17:44

Penulis : Nurjannah

Makassar - (Phinisinews) Lokalitas perfileman di Indonesia perlu dikemas dengan menarik, dengan cara menggali identitas lokal dengan mampu memperkenalkan budaya-budaya di Indonesia melalui ide yang berbeda dari film Regional. Ujar Riri Reza pada seminar series #SEAscreenLAb film project 2016 di Novotel Makassar, jumat, 21/10/16


Riri Riza Mengatakan “Budaya mahar (uang panai) itu lokalitas bukan tradisional, identitas lokal ini harus dibanggakan harus terus di gali dan di buat dengan presentasi sehingga mampu dikemas dengan menarik,” tuturnya.

Kita mesti menyadari kebutuhan film itu, melihat secara utuh dan luas dan saya berharap teman teman memperluas cakrawala tontonan film, kalau bisa jangan berhenti pada film yang mudah di akses misalnya pada film hollywood coba cari kemungkinan-kemungkin lain dari sinema, coba mengenal sejarah, perkembangan dan identitas suatu film, mulai dari itu kita mampu menilai tolak ukur kemampuan film kita ada dimana, lanjut Riri.

sebagai penikmat film sekaligus peserta seminar Abe mengatakan “ketika menonton film saya lebih menonton film yang bisa berbicara dengan saya bukan masalah regional atau lokal tapi masalah personal artinya film itu harus mampu menyentuh hati seorang penonton dan menggunakan bahasa bahasa yang bisa mewakili perasaan penonton,”

HRumata’ Arspace dan Makassar Screen Academy dalam seminar yang bertema “Potensi pasar film Regional Indonesia”dari Bombe hingga Athira, dari Siti hingga Uang Panai, bersama pemateri Ifa Isfansyah sutradara film Siti , Riri Riza Hlim Gani produser film Athira. dan Amril Nuryan produser film Bombe sekaligus uang panai.

Seminar ini dihadiri oleh peserta dari kalangan Mahasiswa dan Komunitas Film Indie Makassar. ***Mitha K

Friday, 21 October 2016 17:53

Penulis : M. Arifandy


Makassar - (Phinisinews)Nipah Mall and Building Hadir di kota Makassar menjadi trend dunia dan akan di ikut sertakan dalam perlombaan Asia Pacific Green Building tahun depan. Hal ini di ungkapkan Walikota Makassar Ramdan Danny Pomanto pada prosesi ceremony Topping Off Nipah Mall and Official Building Project di Jl, Urip Sumoharjo Jumat, 21/10/16.

Danny Pomanto menjelaskan, Kehadiran Nipah Mall dan Official Building akan meningkatkan perekonomian Sulawesi Selatan serta Kota Makassar. "Dengan hadirnya Mall ini, akan meningkatkan ekonomi Sulsel dan Kota Makassar khususnya", ujarnya

Kehadiran Danny Pomanto serta wakilnya Dr.Syamsu Rizal dalam acara tersebut juga memberikan selamat terhadap kinerja pembangunan Nipah Mall and Official Building dan berharap bisa meresmikan mall bersama MRT.

"Ini termasuk pembangunan cepat, dan berharap Mall ini bisa di resmikan dengan MRT", ungkapnya.

Dalam waktu berbeda, Solihin Yusuf Kalla, Direktur Utama PT. Kalla Inti Karsa menjelaskan, Nipah Mall merupakan aset properti kedua segmen pusat perbelanjaan yang dikelola Kalla Properti setelah Mall Ratu Indah yang terletak di pusat Kota Makassar.

Pusat perbelanjaan ini dibangun di atas lahan seluas 3,6 hektare dan bakal menjadi properti komersial perseroan terbesar di wilayah Timur. Rencananya Mall itu tersendiri akan di isi 132 toko dari lantai satu hingga lantai enam dan sisanya akan di peruntuhkan untuk kantor.

Ia menambahkan, Mall ini di desain langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan insyah Allah Green Building akan kita rebut tahun depan. Jelasnya.

Sebelumnya acara ini di buka dengan tarian adat Paddupa yang di bawahkan langsung oleh Sanggar Sejati. Kegiatan ini juga di hadiri oleh Fatimah Kalla Presiden Direktur Kalla Group, Imelda Jusuf Kalla Direktur Keuangan PT Kalla Inti Karsa, Fadli Rifai Kasim Direktur Operasional dan Pengembangan PT. Kalla Inti Karsa.*** Mitha K.

 

Thursday, 20 October 2016 22:38

 Penulis : Thamrin

 

 

Makassar – Phinisinews, Kepala Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan  Asmanto Baso leo mengatakan pentingnya “Antisipasi dini terhadap ancaman kriminalisasi sangat diharapkan dari setiap individu, demi mewujudkan situasi kondusif yang aman dan tentram. ormas, Lsm dan komponen masyarakat lainnya harus bekerja sama dengan TNI dan Polri meminimalisir keadaan yang ada di Sulawesi selatan. Hal ini di utarakannya pada Workshop “Pembinaan Dan Pencegahan Gangguan Kamtibmas” di Hotel Grand Palace, Kamis 20/10/16.


Workshop yang dihadiri oleh unsur tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta ormas dan lsm ini juga diberikan pemahaman bahwa perlunya berperan aktif serta wajib berkontribusi dalam hal Pencegahan anti radikalisme terorisme, doktrin, serta paham-paham menyimpang yang menggangu keamanan dalam kehidupan kita.

Sehingga pembangunan sulsel berjalan dengan baik dan kehidupan masyarakat semua mendapat kemakmuran dan kenyamanan.

Kepala Kesatuan Bangsa Dan Politik, Asmanto  juga berharap "kita hendaknya menjadi pelopor antisipasi gangguan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), dengan membangun persaudaraan, menjalin koordinasi kepada siapa saja, serta bekerjasama saling membantu kepada semua.

Dalam workshop ini Letnan Sarjo dari Badan Intelejen Daerah Sulsel menjabarkan bahwa deteksi dini ancaman Kamtibmas yang merupakan salah satu kegiatan intelegen dan selalu berdasarkan pada kepentingan nasional entitas negara.

Situasi kamtibmas memiliki dinamika yang seiring perkembangan berbagai aspek kehidupan masyarakat, sementara itu situasi keamanan dan ketertiban situasi kondusif di wilayah adalah mutlak untuk di wujudkan guna mendukung peraturan daerah yang berjalan dengan roda pemerintahan dan perekonomian bangsa.

Apabila muncul ancaman faktual dapat di tangani secara profesional dan proposional sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ditetapkan, agar ancaman terhadap kamtibmas tidak berkembang.

“Teknik mencari informasi terbuka dan tertutup, maupun kombinasi keduanya yang disesuaikan dengan keadaan sasaran dan aspek terhadap sasaran ini merupakan hal penting yang harus kita pelajari dalam mengantisipasi ancaman untuk bisa mendeteksi dini gangguan terhadap kamtibmas". lanjut Letnan Sarjo.

Hasil yang diharapkan dalam Workshop ini terwujudnya pemahaman tentang antisipasi terhadap kamtibmas yang terjadi didalam masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.*** Mitha K

 

 

Monday, 17 October 2016 12:04

Penulis : M. Arifandy

 

 

Makassar - (Phinisinews) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi sidak kantor Pelayanan Publilk Sulawesi Selatan, Senin 17/10/2016. Kunjungan yang dilakukan ini, sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk melihat proses kinerja yang dilakukan oleh pihak aparatur negara.

Kedatangannya bersama, Diah Natalisa Bidang Deputi Pelayanan Publik di kantor Samsat, Kantor Imigrasi Kelas 1 Sul-Sel, BPJS Kesehatan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD)  untuk meninjau langsung proses pelayanan publik tanpa menginfokan kedatangannya. Sehingga membuat pegawai kantor dan masyarakat yang ada saat itu terkejut melihatnya.

Mantan Wakil Walikota Batam itu pun menerima beberapa keluhan terhadap masyrakat mengenai proses pelayanan publik.

 

 

Tak hanya itu, Menteri yang baru menjabat selama dua bulan, menegur langsung beberapa pimpinan kantor pelayanan publik.

Salah satu jadi bahan kritikan yang di terima adalah Kantor Samsat yang berada di Jl, Andi Pangeran Pettarani Makassar.

Menurutnya, masih banyak kekurangan yaitu tak adanya tersedia nomer antrian, berserakannya surat dan kurang bersih di ruang tunggu.

 

Ia menyarankan agar mengikuti Provinsi Jawa Timur, yang dimana lebih maju dalam pelayanan publik.

Setelah menyidak instansi terkait pelayanan publik,  Asman Abnur, SE., M.Si. bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo di Rumah Makan Ujung Pandang untuk menikmati makan siang.***Mitha K.

 

  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us