Saturday, 17 July 2021 12:03
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 500 orang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) usia 12-17 tahun divaksinasi di Mall GTC (Graha Tata Cemerlang – Lippo Grup) Tanjung Bunga Makasar, Sabtu.

Para pelajar itu terdiri dari beberapa SMP di Kota Makassar yang mendaftar suntuk vaksinasi melalui google form pihak penyelanggara yakni Vox Point (Organisasi masyarakat) DPW Makassar yang bergerak di bidang umum.

Menurut panitia dari Vox Point, Frans, pihaknya meminta lebih dari 500 ampul vaksin, namun pihak Dinas Kesehatan hanya memberikan 500 vaksin untuk hari ini bagi anak anak kita.

Pemkot Kota Makassar sudah menargetkan vaksinasi 1.000 orang per hari yang dilakukan di beberapa titik.

Dalan vaksinasi kali ini, perdaftar penerima vaksin wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat, yakni double masker sebab banyak yang hadir, baik penerima vaksin maupun orang tua yang mengantar anaknya, tertib menjaga jarak dengan memasang sekat pembatas, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke aula utama (main hall) Mal GTC.

Sehari sebelumnya, pelajar dan siswa diingatkan untuk tidur delapan jam dan sarapan sebelum divaksin dan mereka wajib membawa pulpen pribadi, copy kartu keluarga saat pendataan terakhir untuk proses vaksinasi.

Semua Tim Pendukung Makassar Recover (pemulihan kembali Kota Makassar dari Pandemi Covid-19) mendukung pelaksanaan vaksinasi setiap hari di berbagai titik di Kota Makassar.

Terlihat dipelataran parkir mall GTC, beberapa unit ambulans siaga, begitu juga mobil Tim Covid Hunter, serta petugas keamanan lainnya di samping petugas kesehatan yang bekeja bersama dokter.

Upaya penanggulangan Pandemi Covid-19 di Kota Makassar dilakukan secara terpadu dengan membentuk Satgas Makassar Recover, yang terdiri dari Tim Raika (pengurai Kerumunan), Tim Covid Hunter dan Tim Detektor Covid.

Selain itu, juga melakukan pemeriksaan di dua tapal batas  yakni perbatasan Makassar-Kabupaten Gowa dan Makassar-Kabupaten Maros untuk memeriksa kartu vaksin arus manusia yang masuk-keluar Kota Makassar, juga menyiapkan Kapal untuk isolasi Apung bagi penderita Covid ringan dan melakukan vaksinasi dilakukan untuk 1.000 orang tiap hari. (FK/FAK).

Wednesday, 14 July 2021 14:06
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Inovasi isolasi pasien terpapar Covid-19 melalui  Isolasi Apung yang pertama di Indonesia diinisiasi pasangan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakilnya, Fatmawati Rusdi ditinjau untuk segera pengoperasiannya.

Untuk memastikan seluruh kesiapannya, Walikota dan Wakil Walikota Makassar didampingi Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, pihak Pelni, dan Syahbandar, di Makassar, Rabu,  meninjau dan menentukan titik koordinat posisi kapal Pelni untuk isolasi apung akan berlabuh. 

Titik labuh idealnya ditetapkan di perairan depan Pulau Lae-Lae Kota Makassar berdasarkan pertimbangan teknis kedalaman,kelancaran  pasokan kebutuhan serta memperhitungkan nilai rekreatif, penyembuhan serta imunitas, kata Walikota Ramdhan Pomanto. 

Isolasi Apung ini kapalnya tetap di perairan dan tidak sandar di pelabuhan, sebab kalau kapalnya sandar, maka tetap saja seperti di daratan, padahal yang diinginkan adalah nilai lain, terutama nilai rekreasinya agar imun cepat naik dan pasien cepat sembuh.

Setelah peninjauan dan penentuan koordinat labuh kapal isolasi apung, pertemuan lanjutan akan kami lakukan untuk membicarakan hal hal teknisnya dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran TNI/Polri untuk membahas finalnya seperti merancang hulu, hilir dan siapa yang akan di bawa ke kapal untuk isolasi apung. 

“Kita akan bahas bagaimana standarnya dan koordinasi antara Tim Detektor, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tim Covid Hunter kemudian sampai di atas kapal itu semua punya SOP (standar operasional prosedur). Lalu kami berbagi tugas,” ujarnya.

Otoritas Pelabuhan, Syahbandar, Pelindo merumuskan SOP terkait area pelabuhan dan perairan. Lalu ada SOP di atas kapal Pelni secara karantina dan KKP serta ada SOP isolasi dimulai dari darat. 

Sedangkan kriteria pasien covid yang berhak diisolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap di rawat di Rumah Sakit (RS).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien terpapar Covid-19 bila rumah sakit mulai kewalahan.

Pihaknya akan mengkonsultasikan dengan teman-teman dokter dan para ahli kesehatan, yang jelas adalah kita ingin mendukung rumah sakit, rumah sakit jangan penuh karena orang bergejala ringan saja, padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan pasien bergejala ringan, apalagi OTG (orang tanpa gejala). Ini kita akan pisahkan jadi ringan dan OTG jangan di rumah sakit, tinggal di isolasi apung saja, sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit. 

Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang menambahkan, pengawasan kapal isolasi apung ini sangat ketat dan tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar. 

Kapal sebagai isolasi apung ini berkapasitas 900 tempat tidur. Itu sudah dikonsepkan jaga jarak (social distancing). Jadi seluruh pihak melakukan  koordinasi untuk pengawasan yang ketat. 

Kapal penumpang ini merupakan kapal milik PT Pelni yang dihentikan sementara pengoperasiannya akibat pandemi Covid-19, lalu dimanfaatkan untuk isolasi apung.

Sedangkan untuk mencegah masuknya virus dari kabupaten tetangga yang berbatasan dengan Kota Makassar melalui arus keluar masuk warga masyarakat, Walikota akan memperketat lagi pemeriksaan kesehatan warga yang ingin masuk ke Makassar serta memeriksa kartu vaksinasi. 

Cara itu, untuk menekan angka penyebaran Virus Corona yang dapat membahayakan masyarakat. Untuk itu akan diturunkan tim terpadu seperti Camat, Lurah, Satpol-PP, Dishub, TNI- Polri, Covid Hunter, Satgas Detektor dan Nakes untuk menjaga perbatasan.

“Semua yang ingin masuk ke Makassar akan diperiksa kesehatan dengan swab antigen dan menunjukkan kartu vaksin. Ini demi rakyat, bukan politik. Kami tidak main-main dalam melaksanakan program Makassar Recover (pemulihan Kota Makassar dari Pandemi Covid-19),” ucapnya.

Begitupun di lokasi lainnya, diharapkan kepada para pelaku usaha agar menaati aturan pemerintah dengan mengimbau pengunjung agar patuh terhadap protokol kesehatan dengan cara wajib memakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan serta sering cuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

Sanksi tegas akan kami jatuhkan contohnya kalau pengunjung warung kopi (warkop) tidak pakai masker, maka pemilik warkop yang disanksi menghentikan sementara aktivitasnya, ucap Walikota. (FK/MMK).

Wednesday, 14 July 2021 07:39
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar kini memanfaatkan aula utama (main hall) Mall GTC (Graha Tata Cemerlang – Lippo grup) Tanjung Bunga Makassar untuk melakukan vaksinasi Covid-19 bagi warga masyarakat Kota Makassar dengan target 1.000 orang tervaksinasi setiap hari.

Pemantauan Pers di Makassar, Rabu, selama dua hari berturut-turut (13-14/7) kegiatan vaksinasi Covid-19 dilakukan bagi warga masyarakat Kota Makassar atas kerjasama Satuan Tugas (Satgas) Makassar Recover Pemkot Makassar dengan pengelola kawasan ekonomi bisnis dan pariwisata terpadu Tanjung Bunga PT GMTD (Gowa-Makassar Tourism Development) serta Mall GTC, yang dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.

Sejak pukul 07.00 Wita, warga masyarakat sudah memenuhi pelataran parkir Mall GTC dan antri secara tertib dengan menjaga jarak, semua peserta vaksinasi maupun petugas menggunakan masker, lalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, lalu dilakukan pengecekan suhu tubuh saat memasuki aula utama mall tersebut.

Di aula utama tersebut semua sudah tertata rapih, mengingat hampir 10 kali tempat tersebut sudah digunakan oleh berbagai elemen masyarakat untuk tempat vaksinasi Covid-19.

Sejak pendaftaran ulang, tempat duduk antrian untuk pengecekan tekanan darah maupun wawancara sebelum penyuntikan vaksin tertata baik. Fasilitas penunjang juga sudah siap di tempat parkir, seperti beberapa unit mobil ambulans, mobil covid hunter, petugas kepolisian dan lainnya.

Selama dua hari pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum itu terpantau tertib dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk pemulihan Kota Makassar (Makassar Recover) dari pandemi Covid-19, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakilnya,  Fatmawati Rusdi sudah mencanangkan melakukan penyuntikan vaksin 1.000 orang per hari hingga target vaksinasi di Kota Makassar selesai.

Selain itu, untuk mendukung upaya pemulihan tersebut, Pemkot telah membentuk Satgas Makassar Recover yang bertujuan untuk memulihkan Kota Makassar dan warganya agar terbebas dari Pandemi Covid-19 yang terdiri dari tiga tim yang bekerja secara terpadu yakni Tim Raika, Tim Covid Hunter, serta Tim Detektor.

Tim Raika yaitu tim pengurai kerumunan yang menjalankan tugas siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata, cafe, restoran, warkop, tempat hiburan malam dan lainnya.

Tim Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing (menelusuri), Testing (pengujian) dan Treatment (pengobatan/pemulihan).

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, Satpol PP dan Polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek.

Sedangkan Tim Detektor juga melakukan tracing, pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, denyut nadi, hingga tekanan darah warga masyarakat yang dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) untuk melakukan pendektesian dini virus korona yang  melibatkan 15.306 personil, terdiri dari 10.000 orang relawan, 5.000 orang tenaga kesehatan (Nakes) dan 306 dokter yang bertugas di 153 Kelurahan dan melakukan tracing di 5.000 RT. (FK/MMK).

Tuesday, 13 July 2021 08:47
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar melakukan evaluasi cepat terhadap kinerja Tim Detektor Covid-19 dari Satgas Makassar Recover, sekaligus  akan membenahi semua kekurangan.

Evaluasi dari kinerja Tim Detektor yang baru terjun lapangan 10 Juli 2021 akibat banyaknya tanggapan pro dan kontra warga masyarakat terhadap kinerja Tim tersebut, sehingga Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Makassar,  Fatmawati Rusdi melakukan rapat koordinasi (Rakor) secara virtual melalui zoom meeting di Makassar, awal pekan ini.

Pemantauan Pers melihat, sejak diturunkannya Tim Detektor (10/7), sejumlah komentar datang dari berbagai kalangan masyarakat. Pro-kontra mewarnai pelaksanaan penerapan dan cara kerja Tim Detektor untuk program Makassar Recover ini.

Sejak tiga hari terakhir, media sosial terus melakukan tanggapan terhadap kinerja Tim Detektor disertai bukti foto kerja mereka, sehingga terjadi pro-kontra, bukan hanya warga Kota Makassar, kalangan dokter, namun juga dokter yang berdomisili di Jakarta ikut menanggapai perdebatan terhadap kinerja tersebut.

Saat bekerja, Tim Detektor yang merupakan satu dari tiga tim Satuan Tugas (Satgas) Makasar Recover menuai cukup banyak kritik di media sosial yang diserta bukti foto.

Beberapa relawan Tim Detektor diketahui tidak disiplin terhadap SOP yang ditetapkan yakni ada yang sering melepas masker dan sarung tangan saat melakukan tracing dengan cara pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, pengukuran denyut nadi, hingga tekanan darah dari rumah ke rumah (door to door), tidak ketat menerapkan sosial distancing dengan mengendarai motor bergonceng tiga menggunakan pakaian APD (alat pelindung diri) dan lainnya.

Masyarakat cukup kritis terhadap pelayanan tersebut, dan selalu menanyakan surat tugas Tim Detektor, hasil Swab atau PCR terakhir serta kartu vaksin untuk melindungi keluarganya dari virus korona, mengingat Tim melakukan layanan dari rumah ke rumah yang mungkin saja menjadi pembawa virus tersebut.

Untuk menjawab kecemasan dan kekhawatiran warga terhadap hadirnya Tim Detektor yang mengunjungi masyarakat, Walikota bersama wakilnya meminta laporan dari Lurah, Camat, Master Covid dan para Kepala Puskesmas yang bersentuhan langsung dengan Tim Detektor Satgas Makassar Recover (satuan tugas pemulihan Kota Makassar dari Pandemi Covid-19).

Pertemuan secara zoom yang dilakukan dari Kediaman pribadi Walikota Ramdhan  Pomanto, ditemukan berbagai persoalan yang masih harus diperbaiki dalam penerapan kerja tim Detektor di lapangan.

Walikota bersama wakilnya secara tegas meminta agar semua pihak yang terlibat bersungguh-sungguh berjuang menyelamatkan warga Makassar.

“Ini panggilan kemanusiaan. Jangan ada provokator. Harusnya semua pihak saling mendukung. Apa yang kurang segera dibenahi. Kritikan dan masukan warga di tampung dan lakukan perbaikan. Wajar jika ada kritikan terhadap kinerja Tim Detektor, tetapi bukan berarti harus diam dan tidak berbuat apa-apa,” ujar Walikota.

Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi juga meminta kerja sama semua pihak dan memperhatikan SOP dalam pelaksanaan program Makassar Recover.

“SOP Tim Detektor sudah jelas. Jajaran atas harusnya memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya di lapangan. Besar harapan dengan adanya Tim Detektor, kita bisa meminimalisir peluang penyebaran covid-19. Jadi tolong mari bekerja bersama,” ujar Fatma..

Walaupun terjadi pro-kontra di tengah masyarakat, namun hal itu akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan untuk kegiatan selanjutnya. 

Pemkot Makassar mengapresiasi seluruh masukan, saran dan kritikan untuk menjadikan program Makassar Recover menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Sebelumnya, Pemkot telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makassar Recover yang bertujuan untuk memulihkan Kota Makassar dan warganya agar terbebas dari Pandemi Covid-19 yang terdiri dari tiga tim yang bekerja secara terpadu yakni Tim Raika, Tim Covid Hunter, serta Tim Detektor.

Tim Raika yaitu tim pengurai kerumunan yang menjalankan tugas siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata, cafe, restoran, warkop, tempat hiburan malam dan lainnya.

Tim Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing (menelusuri), Testing (pengujian) dan Treatment (pengobatan/pemulihan).

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, Satpol PP dan Polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek.

Sedangkan Tim Detektor juga melakukan tracing, pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, denyut nadi, hingga tekanan darah warga masyarakat yang dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) untuk melakukan pendektesian dini virus korona yang  melibatkan 15.306 personil, terdiri dari 10.000 orang relawan, 5.000 orang tenaga kesehatan (Nakes) dan 306 dokter yang bertugas di 153 Kelurahan dan melakukan tracing di 5.000 RT.

Selain tim dan upaya terpadu tersebut, Walikota tetap berharap agar masyarakat umum tetap patuh secara ketat melaksanakan protokol kesehatan, dengan wajib memakai masker di semua aktivitas, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (FK/FAK).

Monday, 12 July 2021 05:24
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar terus melakukan inovasi dalam menangani Pandemi Covid-19, setelah terbentuk Satuan Tugas Makassar Recover untuk pemulihan Kota Makassar, kini disiapkan Isolasi Terapung menggunakan kapal laut.

“Alhamdulillah saya baru saja dihubungi Menhub, usulan kami memakai kapal laut, sebagai tempat isolasi terapung Covid-19 dengan kapasitas 900 tempat tidur dikabulkan,” kata Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Senin.

Isolasi terapung merupakan salah satu pilihan, bila terjadi lonjakan Pandemi Covid-19. Namun berbagai upaya terus dilakukan untuk pengendalian, pencegahan penyebaran serta penyembuhan pasien terpapar Covid-19 di Kota Makassar.

Untuk merealisasikan rencana Isolasi terapung, Walikota akan melakukan  pembahasan lebih lanjut bersama otoritas pelabuhan, baik itu mengenai sistem sirkulasi udara menggunakan HEPA filter yang mampu mengurangi risiko penularan Covid-19 melalui aerosol serta dokter pelabuhan dan juga sistem asupan gizi pasien.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini Kantor Balai Kota Makassar ditutup sementara, dan seluruh ruangan disterilkan melalui penyemprotan disinfektan serta karyawan bekerja dari rumah (work from home – WFH) setelah terdeteksi 24 karyawan terpapar virus Covid-19.

Selain itu, Pemkot telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Makassar Recover yang bertujuan untuk memulihkan Kota Makassar dan warganya agar terbebas dari Pandemi Covid-19 yang terdiri dari tiga tim yang bekerja secara terpadu yakni Tim Raika, Tim Covid Hunter, serta Tim Detektor.

Tim Raika yaitu tim pengurai kerumunan yang menjalankan tugas siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata, cafe, restoran, warkop, tempat hiburan malam dan lainnya.

Tim Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing (menelusuri), Testing (pengujian) dan Treatment (pengobatan/pemulihan).

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, Satpol PP dan Polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek.

Sedangkan Tim Detektor juga melakukan tracing, pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, denyut nadi, hingga tekanan darah warga masyarakat yang dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) untuk melakukan pendektesian dini virus korona yang  melibatkan 15.306 personil, terdiri dari 10.000 orang relawan, 5.000 orang tenaga kesehatan (Nakes) dan 306 dokter yang bertugas di 153 Kelurahan dan melakukan tracing di 5.000 RT.

Selain tim dan upaya terpadu tersebut, Walikota tetap berharap agar masyarakat umum tetap patuh secara ketat melaksanakan protokol kesehatan, dengan wajib memakai masker di semua aktivitas, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (FK/MMK).

Monday, 12 July 2021 03:25
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satgas Makasar Recover, maupun aparat camat, lurah, RW, RT sebagai pendukung bila pelayanan penanganan Covid-19 yang diberikan belum maksimal.

“Kami responsif dan akan melakukan evaluasi cepat terhadap kinerja dan mekanisme kerja satuan tugas yang kami bentuk untuk mempercepat pemulihah Makassar dari Pandemi Covid-19,” katanya di Makassar, Senin.

Pemantauan Pers selama dua hari pertama turun lapangan (9-10/7), Tim Detektor yang merupakan satu dari tiga tim Satuan Tugas (Satgas) Makasar Recover menuai banyak kritik di media sosial yang diserta bukti foto.

Beberapa relawan Tim Detektor diketahui tidak disiplin terhadap SOP yang ditetapkan yakni ada yang sering melepas masker dan koas tangan saat melakukan tracing dengan cara pemeriksaan suhu tubuh, saturasi oksigen, denyut nadi, hingga tekanan darah dari rumah ke rumah (door to door), mengendarai motor bergonceng tiga menggunakan pakaian APD (alat pelindung diri) dan lainnya.

Masyarakat cukup kritis terhadap pelayanan tersebut, dan selalu menanyakan surat tugas tim detektor, hasil swab atau PCR terakhir serta kartu vaksin untuk melindungi keluarganya dari virus korona, mengingat Tim melakukan layanan dari rumah ke rumah yang mungkin saja membawa virus tersebut.

Jadi, sebelum Tim Detektor bekerja, biasanya mereka harus menjawab pertanyaan masyarakat dulu. Setelah warga yakin, barulah tracing (menelusuri) dilakukan.

Walikota mengakui pihaknya sejak hari pertama juga turun langsung ke lorong tempat para tim detektor bekerja untuk memastikan tidak kekurangan satu apapun dan berjalan lancar.

Dari pantauannya di dua kecamatan, yakni Kecamatan Mariso dan Ujung Pandang. Kecamatan Mariso masih ditemukan kekacauan dalam pelaksanaan tugas tim detektor.

Banyak warga yang tidak tahu akan ada pendataan pemeriksaan kesehatan gratis. Lalu tim detektornya kasian tidak sesuai urutan rumah yang dia periksa. Dari ujung lorong ke ujung lorong lain, lalu kembali lagi ke tengah. Ini menyiksa tim detektor.

Hal itu terjadi karena kurangnya dukungan pihak camat dan lurah tentang program ini. Dan Walikota menyatakan tidak akan mentolerir tindakan tersebut.

“Jadi, ternyata camat dan lurah yang kurang responsif terhadap program ini. Hari ini saya maafkan. Tetapi kalau hari hari selanjutnya masih begini, saya tidak segan-segan mengganti. Saya butuh orang yang kerja, bukan ogah-ogahan dengan warganya,” ujar Ramdhan.

Lain lagi di kecamatan Ujung Pandang sekitar Jalan Lompobattang, Rapih, Tim Detektor dan dukungan camat dan warga terlihat terorganisir dengan baik.

“Alhamdulillah di kecamatan ini terlihat beda. Kelihatan mana yang memang mengedukasi dan menginfokan warganya jika ada program pemerintah pendataan pemeriksaan kesehatan gratis demi menekan penyebaran covid 19,” ucapnya.

Tim Detektor melibatkan 15.306 personil, terdiri dari 10.000 orang relawan, 5.000 orang tenaga kesehatan (Nakes) dan 306 dokter yang bertugas di 153 Kelurahan dan melakukan tracing di 5.000 RT.

Pemkot Makassar secara terpadu memantau pelaksanaan PPKM skala mikro serta penerapan protokol kesehatan secara ketat melalui Satuan Tugas Makassar Recover dengan penerapan disiplin tinggi.

Satgas Makassar Recover yakni Tim Raika, Tim Covid Hunter, Tim Detektor  dengan tugas masing masing.

Tim Raika yaitu tim pengurai kerumunan yang menjalankan tugasnya siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata dan lainnya, sedangkan malam hari, terutama di tempat hiburan malam.

Tim Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing, Testing dan Treatment.

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, satpol PP dan polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek.

Masyarakat umum diharapkan tetap patuh secara ketat melaksanakan protokol kesehatan, dengan wajib memakai masker di semua aktivitas, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (FK/MMK).

Saturday, 10 July 2021 06:35
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Fyan AK

Palopo, Sulsel (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Tim Penggerak PKK tetap menangani dan memberi prioritas penanganan masalahan stunting dan gizi buruk di masa Pandemi Covid-19 sekarang ini.

Stunting adalah kondisi ketika seorang anak gagal berkembang akibat kurang gizi kronis sejak dalam kandungan, sehingga penting pengasupan yang bisa dilakukan pada masa 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting.

Pemantauan Pers akhir pekan ini, pemberian bantuan untuk penanganan stunting dan gizi buruk, terutama karena dampak Pandemi Covid-19 mendapat perhatian serius dari Pemprov Sulsel melalui Tim Penggerak PKK.

Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, menyerahkan bantuan penanganan stunting dan penanganan gizi senilai Rp150 juta, kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Utia Sari Judas.

Bantuan diserahkan pada acara Silaturahim Tim Penggerak PKK Sulsel bersama pengurus Tim Penggerak PKK Kota Palopo, di Auditorium Rujab Walikota Palopo, yang disaksikan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Naoemi Octarina mengingatkan untuk tetap waspada dengan kondisi pandemi Covid-19, serta tidak mengabaikan protokol kesehatan yakni senantiasa menggunkan masker di semua aktivitas, sering sering mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan dalam berkegiatan.

“Kehadiran PKK sebagai wujud komitmen dan untuk bersinergi dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat sekalipun dalam kondisi sulit pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dalam penanganan stunting,” ujarnya.

Bantuan ini adalah sebagai bentuk upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kota Palopo.

Dia berharap dana ini mampu untuk melakukan langkah penanganan yang bisa dimanfaatkan untuk lebih efektif programnya dalam melakukan sosialisasi, edukasi mencegah stunting dengan memberikan pemahaman pentingnya pengasupan yang bisa dilakukan pada masa seribu hari pertama kehidupan.

Dibutuhkan persamaan visi misi dalam penanganan stunting dan harus bersinergi, berjalan sama-sama, ada tim ahli dari Pemprov bersama PKK untuk saling monitoring upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Naoemi juga berharap, agar adanya sinergi dalam melakukan 10 program pokok PKK yang bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Utia Sari Judas berharap dengan arahan Plt Gubernur Sulsel dan Plt Ketua TP PKK Sulsel, bisa memberikan ilmu dan masukan tentang penanganan stunting.

Tahun 2020 bantuan anggaran dari Provinsi Sulsel senilai Rp100 juta, memberikan intervensi kepada 129 kasus stunting yang tidak tercover dalam Dinas Kesehatan Palopo.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Kelembagaan 10 Program Pokok PKK oleh pengurus PKK Sulsel yakni Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana, Rumah Tangga, Pendidikan dan Ketrampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat. (FK/FAK).

Saturday, 10 July 2021 05:16
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan pelayanan vaksinasi secara massif kepada masyarakat dengan memanfaatkan area fasilitas umum maupun aula utama kantor untuk memberikan pelayanan maksimal.

Pemantauan Pers di beberapa wilayah di Sulsel, Sabtu, melihat, hampir tiap hari disediakan tempat layanan vaksinasi dan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel per akhir Juni 2021, perkembangan vaksinasi Covid-19 mencapai angka 780.766 orang atau 51,82 persen dari total target 1.506.638 orang sasaran vaksinasi.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi seluruh pihak terkait, mulai dari tenaga kesehatan serta aparat TNI dan Polri, yang bersama membantu pelaksanaan vaksinasi ini serta dukungan dan antusiasme masyarakat Sulsel yang responsif dalam vaksinasi ini.

“Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah Pandemi Covid-19 di Provinsi Sulsel,” ujarnya..

Vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) agar masyarakat menjadi lebih produktif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya, serta menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menekan angka penyebaran virus corona.

Sasaran vaksinasi terutama untuk tenaga kesehatan dan pelayanan publik, dan itu  sudah “on the track” (sesuai alur) . Saat ini perlu penguatan vaksinasi bagi lansia dan masyarakat umum.

Berdasarkan pencapaian vaksinasi akhir Juni 2021, Pemprov terus kejar target bersama. Utamanya vaksinasi bagi para lansia yang saat ini telah divaksin 71.293 atau baru 9,46 persen dari target sasaran.

Langkah yang dilakukan dalam pengendalian Covid-19 di Sulsel, diantaranya penguatan pengawasan di posko PPKM di desa/kelurahan, melaksanakan pemeriksaan kembali kedatangan penumpang di bandara dan pelabuhan dengan cara random menggunakan swab antigen serta mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan menuju wilayah (provinsi/ Kab/ kota) yang tergolong zona merah.

“Yang terpenting bagaimana untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat yakni wajib menggunakan masker di semua aktivitas, sering mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau memakai hand sanitizer dimanapun berada serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan, menjaga imun dengan makanan dan minuman yang bergizi, serta senantiasa berdoa agar diberi keselamatan dan kesehatan dalam menjalani aktivitas,” ucapnya.

Selain upaya penanganan pandemi Covid-19, Pemprov juga berharap, sistem perekonomian tetap bisa berjalan dalam upaya pemulihan ekonomi dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. (FK/FAK).

Galleries

 
  Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia...
  Penulis : Fred K   /  Editor : Fyan AK Makassar (Phinisinews.com) - Kota Makassar saat ini berstatus zona...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar secara resmi...
  Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar menetapkan...

Get connected with Us