Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Ilustrasi chef wanita (Wavebreakmedia Ltd/Thinkstock) Ilustrasi chef wanita (Wavebreakmedia Ltd/Thinkstock)

Phinisinews - Nadiya Hussain adalah pemenang 'The Great British Bake Off'. Ada juga Delia Smith, seorang penulis buku masakan best-seller, dengan penjualan lebih dari 21 juta kopi. Namun, tanggung jawab domestik masih mencegah perempuan-perempuan hebat tersebut berkarier dari keahlian kuliner mereka, klaim seorang koki perempuan terkenal.

Juri program Masterchef, Monica Galetti, mengatakan, perempuan-perempuan muda yang ingin menjadikan dapur sebagai tempat bekerja mereka terpaksa melupakan ambisi menjadi koki profesional. Sebab, profesi chef yang menyita waktu sampai 16 jam sehari, nyatanya tidak sesuai untuk membangun sebuah keluarga.

“Masalahnya adalah, pada titik tertentu perempuan harus memutuskan seberapa mereka menginginkan karier tersebut atau memiliki keluarga dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Galetti, seperti dilaporkan oleh Independent.

“Itu saja. Kenyataannya, Anda harus meletakkannya sebagai yang pertama untuk melakukan yang terbaik. Saya melihat banyak koki menakjubkan, perempuan muda, masuk ke dapur dan kemudian menyerah agar bisa bersama pasangan mereka dan membangun keluarga. Apakah laki-laki bisa melakukannya untuk seorang perempuan? belum tentu.”

Galetti, yang hingga saat ini bekerja di restoran Le Gavroche London mengatakan,  “Karier saya menjadi yang nomor dua selama tujuh tahun terakhir. Saya ingin menjadi ibu yang mengurus anak saya sendiri,” kata Galetti yang rencananya akan membuka restoran sendiri tahun depan.

Dia melanjutkan, alasan yang membuat banyak perempuan tertinggal di bidang kuliner, bukanlah soal diskriminasi gender di dapur. Melainkan tentang pilihan para wanita itu sendiri. Galleti mengatakan tidak ada diskriminasi gender di dapur-dapur terkemuka.

“Kita semua sama. Sekali Anda mengenakan jaket tersebut, Anda adalah seorang koki. Ini bukan tentang gender, melainkan kemampuan memasak,” katanya.

Dalam artikel yang sama, juri Masterchef, Marcus Wareing, menggambarkan disiplin militer dalam kehidupan dapur. “Ketika saya mengenakan baju koki saya, itu adalah seragam saya, dan saya menghormatinya.”

Namun, Wareing mengatakan, jumlah perempuan yang bekerja di restoran terkemuka kian bertambah. Dia memuji tokoh-tokoh perintis, seperti Angela Hartnett, koki Michelin Star yang menjalankan restoran Murano di London.

“Beberapa koki terbaik di perusahaan saya adalah perempuan. Mereka membawa keseimbangan yang luar biasa dan pendekatan cerdas. Satu-satunya koki perempuan yang saya ingat mulai dari muda, yang lulus dari tes waktu, adalah Angela Harnett.” (Independent)

Read 319 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Feature
Login to post comments
  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us