Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Penulis : Jusran Daeng Mangitung

Jakarta - Phinisinews, Tari Pabbitte Passapu Kajang Kabupaten Bulukumba turut mengisi acara Pertemuan Nasional Program Peduli dan Pidato Kebudayaan yang diadakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Hotel Kartika Chandra Jln. Gatot Subroto Jakarta Pusat pada 7/11/2016.

LAKPESDAM NU Cabang Bulukumba sebagai salah satu lembaga yang ingin mengembangkan Budaya Kearifan Lokal Kawasan Adat Ammatoa Kajang memperkenalkan salah satu kesenian khas daerah tersebut yaitu Tari Pabbitte Passapu yang dibawakan oleh Sanggar Seni Budaya Turiolo Kajang (SSBTK).

Pabbitte Passapu yang menggambarkan kisah persabungan ayam antara Sawerigading dan putranya sendiri Ilagaligo yang dikemas dalam bentuk tarian di mana penutup kepala (Passapu) di adu sebagai simbol pengganti ayam.

Tarian ini juga memperlihatkan beberapa penari yang saling tikam hingga terjadilah pertumpahan darah.

“Yang terpenting dari tarian ini adalah etos Budaya Bugis-Makassar dan Kajang itu sendiri yang dikenal dengan istilah ‘Siri’ yakni nilai-nilai kehormatan, harga diri, serta rasa malu yang tertanam kuat dalam diri Komunitas Adat Kajang Le’leng Ammatoa yang harus dipertahankan bila perlu dengan pertumpahan darah," ungkap Rahmat Koordinator penari.

Nur A’la’, Ketua LAKPESDAM NU Cabang Bulukumba berharap kedepannya kearifan lokal masyarakat Adat Kajang khusunya kesenian bisa semakin berkembang dengan adanya lembaga pengembangan yang berada di bawah naungan NU ini.

“saya berharap kesenian Kajang semakin dikembangkan, kami akan terus memberikan intervensi untuk itu,” tuturnya.*** Mitha K.

Read 434 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Hiburan Dan Pariwisata
Login to post comments
  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us