Gubernur Sulsel terima Tim Investasi BUMN China untuk proyek PLTSa di Makassar. (Foto : Humas Pemprov Sulsel). Gubernur Sulsel terima Tim Investasi BUMN China untuk proyek PLTSa di Makassar. (Foto : Humas Pemprov Sulsel).
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) – Walau masih dalam masa pandemi Covid-19, namun beberapa negara di Asia, termasuk BUMN China tetap tertarik berinvestasi untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal itu terungkap saat Gubernur Provinsi Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah menerima Penjabat Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin yang membawa Tim Perwakilan BUMN China Nasional Technical Import and Eksport Corporation (CNTIC) asal Tiongkok, didampingi Dirut Perseroda Sulsel, Taufik Fachrudin, di rumah jabatan Gubernur, seperti release yang diterima dari Humas Pemprov Sulsel, di Makassar, Selasa.

Pertemuan tersebut dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan secara ketat oleh semua peserta pertemuan yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir pada fasilitas yang tersedia.

Menurut Gubernur, kota dengan produksi sampah banyak membutuhkan teknologi insinerasi dalam pengolahannya, termasuk Kota Makassar membutuhkan incenerator yakni teknologi pembakaran sampah yang dapat menghasilkan panas sebagai energi pembangkit listrik.

“Incenerator itu menjadi kebutuhan, kalau ini ada, maka sampah-sampah yang ada cepat terurai,” ucap Gubernur Nurdin Abdullah.

Direktur Utama Perusahaan Umum Perseroan Daerah (Perseroda) Sulsel, Taufik Fachrudin usai pertemuan menjelaskan, BUMN Negeri Tirai Bambu ini berencana berinvestasi pada pengolahan PLTSa di Kota Makassar dan sekitarnya dengan investasi penuh 100 persen.

“Ini investasi penuh mereka 100 persen. Perseroda tadi hanya memfasilitas bertemu Pak Gubernur dan Pak Walikota, karena ini memang domainnya ada di Kota Madya (Makassar). Insyaallah secepatnya. Karena ini masuk dalam program strategis nasional,” jelasnya.

Hadirnya incenerator direncanakan di 12 kota besar di Indonesia. Di Makassar sendiri diharapkan dapat direalisasikan pada Februari 2021 dan akan menjadi kota pertama di Indonesia.

Anggota Tim Teknis Pengelolaan Sampah Untuk Energi Listrik (PSEL) Kota Makassar, Sahar menyampaikan, CNTIC sudah menyampaikan keinginannya mengolah sampah menjadi energi listrik.

“Mereka sudah bersurat pernyataan minat untuk investasi. Pemerintah Kota juga menjawab silahkan dengan syarat mereka harus melakukan beberapa hal,” sebutnya tanpa merinci.

Pemkot Makassar tetap membuka peluang kepada negara yang berminat berinvestasi pada proyek PLTSa Kota Makassar.

“Semua harus ikut proses. Kalau ada investor berminat Pemkot mempersilahkan untuk melalui proses,” ujarnya.

Ia berharap studi kelayakan bisa dilakukan secepatnya. Sehingga proses lelang tender bisa dimulai. Sekaligus melanjutkan pembahasan skema kerjasama proyek. (FK/R-HMS/MK).

Read 66 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Nasional
Login to post comments

Galleries

 
  Penulis : Rifan  /  Editor : Fred Kuen Makassar (Phinisinews.com) – Universitas Negeri Makassar (UNM)...
  Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan...
  Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K  Makassar (Phinisinews.com) – Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan,...
  Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K Makassar (Phinisinews.com) – Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan,...

Get connected with Us