Simak juga
Ruwat Mata Air, Rawat Bumi Lestari - Saturday, 29 July 2017 15:15
Malam Award KPID Sulawesi Selatan - Saturday, 03 December 2016 21:39
Nikmati Keindahan Makassar Sky Line City View - Tuesday, 15 November 2016 12:34
Pemuda Sehat Pemuda Berdaulat - Friday, 28 October 2016 11:10
Aksi Teaterikal Sumpah Pemuda Unismuh - Friday, 28 October 2016 09:41
Dg. Ical : Mengaku Pemuda Tapi Tak Komitmen - Thursday, 27 October 2016 18:55
Dua Wakil Deklarasi Anti Narkoba - Thursday, 27 October 2016 17:34
Ilmu Komunikasi UIT Kunjungi Media - Thursday, 27 October 2016 13:42

Penulis : Abd. Hakim Dimar

 

Makassar - (Phinisinews,17/10/2016), Dibuang Sayang diinjak Sakit, Pelajar SMA Negeri 21 Makassar mengolah kulit durian menjadi bermanfaat, Beberapa diantaranya menjadi MasTer (masker terapi) dan Boneka Maling  (mascot peduli lingkungan ) yang bahan utamanya dari kulit durian.

"Master sangat bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki aroma terapi melati  yang  mengatasi insomnia dan wangi sitrus  yang dapat mengatasi mual, sangat cocok bagi pengendara" tutur Nurul Azizah saat presentasi di Festival Pelajar Sulawesi Selatan di Pantai Losari Makassar.

 

 

Sedangkan Boneka Maling bisa dijadikan souvenir, Karena bentuknya yang khas Makassar, harapannya boneka Maling bisa dapat mencuri perhatian masyarakat agar sampah kulit durian menjadi bermanfaat, tambahnya.

 

Kulit Durian apabila di injak akan terasa sakit namun dibuang sangat di sayangkan tutur Nurul Aziza saat melanjutkan presentasi daur ulang sampah kulit durian.

 

Ia  menjelaskan bagaimana cara mengolah kulit durian menjadi Dakron yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Pertama, kami mencuci kulit durian dengan bersih selanjutnya pengepresan dan pemisahan duri kulit durian lalu dilakukan perebusan hingga serat kulit durian untuk mendapatkan hasil yang diinginkan untuk yang terakhir dilakukan penjemuran agar hasil dakron maksimal sehingga bisa digunakan untuk pembuatan Master (masker terapi) dan Boneka maling  (mascot peduli lingkungan).

 

 

Hal ini sangat membantu program pemerintah yaitu Makassar Tidak Rantasa, "karena pengolahan sampah kulit durian menjadi hal yang bermanfaat dan perlu di kembangkan selain memiliki nilai guna, kreativitas ini bisa membuka peluang usaha". tutur Jumairah salah satu juri festival pelajar SulSel.***Mitha K.

 

Read 275 times
Rate this item
(0 votes)
Published in Feature
Login to post comments
  • Dokter News
  • Citizen Journalism

Galleries

 
Phinisinews, Kian tergerusnya nilai dan tradisi lokal dalam gaya berbusana masyarakat agaknya menimbulkan kegelisahan...
Penulis : Nurjannah   Makassar - Phinisinews, Penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Award tahun 2016...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, PT. Pertamina (Persero) menantang technopreneur muda beradu inovasi ...
Penulis : M. Arifandy Makassar - Phinisinews, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar gelar Seminar...

Get connected with Us