Tuesday, 12 October 2021 01:57
 

Oleh : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) - Ketua Tim Penggerak PKK yang juga selaku Bunda Paud Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail menyatakan keinginan untuk mewujudkan pendidikan berstandar Internasional di Kota Makassar, sebagai cerminan kota dunia

Hal itu dikemukkan Indira Yusuf Ismail selaku narasumber dalam sosialisasi strategi penanganan anak tidak sekolah dan anak beresiko putus sekolah akibat dampak pandemi covid-19, di Makassar, Selasa.

Menurut dia, fasilitas pendidikan yang ada saat ini, khususnya bagi sekolah negeri masih kurang memadai, dibutuhkan perbaikan infrastruktur, agar anak-anak dapat menikmati fasilitas memadai secara gratis.

“Setelah dua tahun anak-anak melakukan pembelajaran jarak jauh, sehingga pada saat mulai dilakukan pembelajaran tatap muka, ada anak yang menjadi stres, dan tidak sedikit orang tua yang masih ragu untuk bertanda tangan memberikan izin kepada anak mereka untuk bersekolah. Untuk itu, perlu adanya pembenahan fasilitas sekolah agar anak-anak bersemangat dan orang tua pun tidak perlu ragu lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Bunda Paud Kota Makassar mengajak pemerintah, dengan seluruh stakeholder dan juga masyarakat, beserta pihak-pihak lain yang ingin melihat adanya perubahan di bidang pendidikan, untuk bekerja sama, dengan tindakan,  mewujudkan ketersediaan sekolah dengan fasilitas terbaik, minimal satu sekolah berstandar internasional di setiap kecamatan.

“Kita ingin di setiap kecamatan terdapat minimal satu sekolah pendidikan dasar dengan standar Internasional,” ucapnya.

Selain itu, Indira Yusuf Ismail juga menyampaikan hasil study comparative yang telah dilaksanakan di Bali bersama kader PKK dan ibu-ibu kecamatan dapat menjadi pendorong semangat untuk bangkit di masa pandemi.

“Masyarakat Bali dapat dijadikan contoh, bagaimana mereka berjuang, bersemangat bertahan di masa pandemi, bangkit dari keterpurukan. Hal ini harus menjadi semangat bagi kita semua untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Kantor UNICEF wilayah Sulawesi dan Maluku, Hengky Widjaja, Ph.D, kepala SKPD Kota Makassar, serta berbagai stakeholder terkait yang berhubungan dengan dunia pendidikan di Kota Makassar.

Diingatkan juga bahwa upaya paling ampuh saat ini menanggulangi covid-19 adalah vaksinasi massal agar tercipta herd community (kekebalan kelompok) dan terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, malah double masker, di semua aktivitas, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir pada semua tempat berkegiatan serta terus menjaga jarak di daerah yang memungkinkan terjadi kerumunan orang, atau menghindari kerumunan tersebut. (FK/Q/FAK).

Monday, 11 October 2021 07:57
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Tim Penggerak PKK Provisi Sulawesi Selatan ikut aktif terlibat dalam program kebut vaksinasi untuk menciptakan herd community (kekebalan kelompok) dalam mengatasi pandemi covid-19 di Sulsel.

Tim Penggerak PKK bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional daerah (Dekranasda) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel serta melibatkan Pemprov Sulsel dan Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel.

Kebut vaksinasi dilakukan serentak pekan lalu di tiga tempat, kata Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina yang juga istri Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Senin, yakni di Gedung Kartini PKK Sulsel, Kantor Dekranasda Sulsel dan di Kantor DWP Sulsel.

Sasaran vaksinasi ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, melainkan juga diikuti dari pihak pelayan publik, lansia (kalangan lanjut usia), dan pelajar/remaja. Mereka mendapatkan vaksin jenis Sinovac.

Atas upaya itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan apresiasi kepada PKK, Dekranasda dan DWP Sulsel.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada PKK, Dekranasda dan DWP atas upaya bahu membahu mendorong program kebut vaksinasi di masyarakat terlaksana dengan lancar, agar pandemi covid-19 segera hilamg dan kita bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” ucapnya.

Dia juga mengakui, peran PKK, Dekranasda dan DWP yang didominasi oleh ibu-ibu sangat membantu Pemprov Sulsel dalam percepatan vaksinasi. 

Selain kebut vaksinasi, pihaknya juga terus mengingatkan agar protokol kesehatan tidak kendur, harus tetap disiplin melaksanakan yakni terus menggunakan masker dimanapun beraktivitas, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk semua tempat yang berpotensi ada kerumunan serta terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan dimanapun berada.

Semua upaya tersebut bertujuan agar Covid-19 segera berlalu, kegiatan masyarakat kembali normal dan gerak perekonomian kembali pulih seperti sediakala. (FK/FAK).

Thursday, 07 October 2021 08:50
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – DEIT- NASA (Dewan Ekonomi Indonesia Timur -  PT Natural Nusantara) sepakat memasarkan pupuk organik sebagai salah satu pilihan untuk pengembangan bidang agrokompleks (Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Peternakan) di Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal tersebut dilakukan karena lahan agrokompleks di Sulsel sangat potensial, terdiri  dari 399.173 hektare lahan pertanian yang tersedia untuk dikembangkan, sekitar 266.045 hektare (66,6 persen) di antaranya diarahkan untuk komoditas tanaman tahunan, 69.725 hektare (17,5 persen) untuk komoditas tanaman semusim, dan sisanya 63,403 hektare (15,9 persen) diarahkan untuk padi sawah.

Direktur PT Natural Nusantara (STC DD991) Jogyakarta, Suhaeni, S.Kom, M.Si di Makassar, Kamis, mengatakan, bila menggunakan pupuk teknologi NASA akan mampu menambah produksi pertanian tanpa menambah luas lahan yakni untuk satu hektare sawah mampu memproduksi padi 8-15 ton tiap musim tanam.

Pihaknya, lanjutnya, telah berhasil mengembangkan teknologi di bidang agrokompleks meliputi untuk bidang pertanian yakni pupuk organik bentuk cair, padat, granule dan serbuk serta pembenah tanah organik, hormon tanaman, pengendalian hama penyakit alami dan benih unggul.

Di bidang peternakan sudah memproduksi suplemen nutrisi untuk ternak dan unggas, sedangkan di bidang peternakan memproduksi suplemen nutrisi ikan/udang dan pembenahan lingkungan kolam/tambak serta di bidang lingkungan hidup melakukan reklamasi lahan rusak dan pengolahan limbah.

Menurut dia, Kesepakatan NASA dalam bentuk MoU dengan DEIT Sulsel (6/10/2021) saat pelantikan pengurus DEIT Sulsel yang ditandatangani Ketua Umum DEIT Sulsel, Drs La Tureng, MM akan meluas hingga ke seluruh kawasan timur Indonesia.

Nota kesepahaman dengan pertimbangan bahwa pembangunan ekonomi bukan hanya menyangkut pembangunan di sektor ekonomi kreatif tetapi juga pembangunan ekonomi di bidang Agrokompleks karena Indonesia yang agraris dengan sumber daya alam yang luar biasa, perlu dukungan yang sangat kuat agar peran pembangun ekonomi rakyat di bidang agrokompleks dapat berjaya di negeri sendiri dan juga menjadi sumber pemasukan bagi negara.

Pihaknya, kata Suhaeni berharap dengan berjalannya kolaborasi pemasaran pupuk organik di Indonesia Timur bisa ikut berperan membangun perekonomian di bidang agrokompleks secara merata.

Peran DEIT Sulsel ikut memasarkan pupuk organik produk NASA melalui anggotanya yang terdiri dari kalangan pengusaha berbagai bidang, hingga koperasi dan UMKM diharapkan ke depannya mampu meningkatkan pruksi agrokompleks, sekaligus mempercepat peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahetaraan masyarakat Sulsel dan kawasan timur Indonesia secara umum, ujarnya. (FK/MMK).

Wednesday, 06 October 2021 10:44
 
Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

 

Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia (DEIT) Pusat, Annar Salahuddin Sampetoding mengatakan, “keroyok” akan jadi ciri atau karakter cara penyelesaian masalah dilingkup DEIT.

“Bila ada salah satu dari pengusaha DEIT tertimpa masalah maka kita akan ‘keroyok’. Taglinenya ‘Ayo kita keroyok’. Ini menjadi salah satu cara penyelesaian permasalahan secara bersama-sama di lingkungan DEIT. Artinya DEIT akan memberikan perlindungan sesuai aturan hukum yang ada bila anggotanya bermasalah atau terzolimi, sehingga pengusaha tidak merasa sendiri, tetapi secara bersama akan dibantu dalam penyelesaian masalahnya,” ujarnya.

Hal itu dikemukakan Annar Salahuddin Sampetoding saat melantik Pengurus DEIT Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2021-2026 yang dinahkodai oleh Drs H La Tunreng, MM, di Baruga Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, di Makassar, Rabu.

Dia mencontohkan, saat ini DEIT sedang membantu “mengeroyok” menyelesaikan kasus raibnya dana puluhan miliar dari pengusaha nasional Idris Mangga Barani pada salah satu Bank plat merah di Makassar.

Pola “keroyok” akan menjadi karakter cara penyelesaian permasalahan yang menimpa pengusaha di lingkup DEIT yang dilakukan secara bersama-sama.

Sedangkan untuk membantu anggota DEIT agar berkembang lebih cepat, saat ini pihaknya kata Annar, menjalin kerjasama pemanfaatan aset mati (aset tidak produktif) BUMN untuk dihidupkan kembali (diproduktifkan) oleh anggota DEIT.

Dia mencontohkan, semua aset mati (tidak produktif) milik PT Berdikari (BUMN) di wilayah Indonesia Timur akan dikelola oleh DEIT di 12 provinsi agar kembali menjadi aset produktif, baik aset lahan maupun aset lainnya.

Selain itu, pihaknya, lanjut Annar yang juga Direktur Utama PT Sulwood Utama,  segera akan melakukan pembicaraan dengan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk memenfaatkan aset terbengkelai (tidak produktif) dari semua BUMN yang ditutup yang asetnya berada di Indonesia Timur untuk diproduktifkan oleh pengusaha DEIT.

Upaya itu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur maupun untuk mempercepat tumbuh kembang pengusaha di wilayah ini. Sebab kita harus jujur bahwa masih banyak pengusaha di Indonesia timur tertinggal dibandingkan pengusaha lain, terutama bila dibandingkan dengan pengusaha di Pulau Jawa, ucap Annar yang saat ini menggelontorkan dana Rp100 miliar membangun Pasar Wisata Belanja di lahan seluas dua hektar lebih milik PT Berdikari di Makassar untuk menampung dan memasarkan produk UMKM Sulsel.

Selain berbagai upaya itu, DEIT akan mendirikan Perusahaan (PT) sebagai holding company (perusahaan induk) milik bersama pengusaha setempat di 12 provinsi untuk mewadahi aktivitas besar dalam berbagai kerjasama yang menguntungkan pengusaha anggota DEIT.

Ketua DEIT Sulsel, La Tunreng mengatakan, Pengusaha Sulsel harus berperan dari hulu sampai hilir untuk semua aktivitas potensi ekonomi, termasuk aktivitas tambang yang saat ini marak.

Pengusaha Sulsel harus menyadari bahwa masih banyak peluang pengusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian nasional melalui Indonesia Timur.

Sedangkan untuk lingkup Sulsel, DEIT Sulsel siap mendukung program pemerintah Provinsi agar Sulsel tetap menjadi pusat perdagangan kawasan timur Indonesia, sekaligus sebagai kontributor utama dalam perkembangan perekonomian nasional.

Saat pelantikan, juga dilakukan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DEIT Sulsel dengan beberapa perusahaan dan wadah organisasi lain.

Pengurus DEIT Provinsi Sulsel periode 2021-2022 yang dilantik oleh Ketua Umum DEIt Pusat, Annar Salahuddin Sampe Toding adalah Ketua Umum, Drs H. La Tunreng, MM, Wakil Ketua Umum Kelembagaan Organisasi dan Media, Wilson Abdullah, Wakil Ketua Umum Perekonomian, Budy Setiawan, Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Sumber Daya, Haris Hody.

Serta dilengkapi Ketua-ketua Bidang yakni Ketua Bidang Kelembagaan, Organisasi dan Media, Andi Rais Petta Paladeng, Bidang Hukum, M. Syahrir Siregar, SH, MH, Ketenagakerjaan, Riman S. Duyo, Bidang Kesehatan, dr Salwa Mochtar M.Kes, Pembangunan Daerah Tertinggal, Andi Sri Rahayu Usmi, Investasi dan Luar Negeri, Rachmat Idris Manggabarani dan Ketua Bidang Sosial, Mustafa Arsyad.

Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arwan Tjahjadi, Perdagangan Johansyah Haruna, Perindustrian, Muhammar Muhayang, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Muhammad Nur, Keuangan dan Pajak, Iviet Ikasari, Komunikasi dan Informatika, Fredrich Kuen, dan Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Abdul Kadir Lakkuru.

Ketua Bidang Pertanian, Ardi Lunrang, Perhubungan, Basri Zain, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamaruddin Wahab, Kelautan dan Perikanan, Pety Fatimah, Energy dan Sumber Daya Mineral, Yunan Yunus Kadir, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rahman Rivai serta Ketua Bidang Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah, Tony M. Pahlevi. (FK/MMK).
Monday, 04 October 2021 18:43
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Struktur Organisasi Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2021-2026 yang akan dilantik 6 Oktober 2021 di Baruga Patingaloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, akan langsung “action” bekerja untuk peningkatan ekonomi di provinsi ini.

Pelantikan akan dilakukan oleh Ketua Umum DEIT Pusat, Annar Salahuddin Sampetoding, di dampingi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman serta dilakukan penandatanganan beberapa MoU (nota kesepahaman) dengan berbagai pihak, kata Ketua Panitia Pelantikan DEIT Sulsel, M. Syahrir Siregar, SH, MH di Makassar, Selasa.

Menurut Syahrir, saat Audiens dengan Plt Gubernur. Andi Sudirman Sulaiman mengharapkan DEIT Sulsel diminta atau tidak, harus beri masukan, kajian dan solusi terhadap kebijaksanaan atau proyek proyek prioritas yang akan dibuat atau sedang dibuat di Sulsel.

Begitupun terhadap sektor pariwisata, silahkan buat kajian dan masukan untuk pengembangan prioritas dan bisa juga dilakukan secara mandiri oleh pelaku dunia usaha yang tergabung dalam DEIT, ucap Plt Gubernur saat itu.

“Ini berarti DEIT Sulsel sudah harus langsung action, bekerja untuk peningkatan ekonomi di Sulsel, sekalkigus mendorong peningkatan ekonomi dan pelaku usaha untuk lebih cepat mencapai kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Dia menguraikan, anggota dan pengurus DEIT adalah merupakan pelaku bisnis yang mempunyai latar belakang berbeda namun punya satu tujuan yang sama yaitu memajukan serta mensejahterakan masyarakat Indonesia Timur dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara makro.

DEIT meliputi 12 provinsi di tanah air, yakni  Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta 177 Kabupaten/Kota, terbentang dari Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, yang menghasilkan kekayaan Sumber Daya Alam yang berlimpah.

Selain itu, DEIT juga mengadakan pembinaan pengusaha kecil dan menengah agar Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkatkan kualitas yang bersaing. Lalu, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pegusaha sehingga dapat menjadi pengusaha yang tangguh, profesional, mandiri, berbudaya dan berkarakter Indonesia Timur.

Sekaligus mendorong hubungan kemitraan yang sinergis baik antarpengusaha maupun anggota dengan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah serta lembaga atau organisasi lain yang berkaitan dengan bidang ekonomi dan investasi.

Selain itu, DEIT akan mendirikan perusahaan perdagangan bersama atau bermitra di 12 provinsi, untuk mensupport dan menjadi fasilitator usaha atau bisnis dalam rangka turut serta membangun ekonomi di wilayah masing-masing daerah, serta  akan mendirikan perusahaan perdagangan bersama atau bermitra di 12 kawasan negara-negara, untuk mensupport dan menjadi fasilitator usaha atau bisnis dalam rangka turut serta membangun ekonomi di Indonesia Timur.

Struktur Organisasi DEIT Sulsel yang akan dilantik yakni Ketua Umum, Drs H. La Tunreng, MM, Wakil Ketua Umum Kelembagaan Organisasi dan Media, Wilson Abdullah, Wakil Ketua Umum Perekonomian, Budy Setiawan, Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Sumber Daya, Haris Hody.

Serta dilengkapi Ketua-ketua Bidang yakni Ketua Bidang Kelembagaan, Organisasi dan Media, Andi Rais Petta Paladeng, Bidang Hukum, M. Syahrir Siregar, SH, MH, Ketenagakerjaan, Riman S. Duyo, Bidang Kesehatan, dr Salwa Mochtar M.Kes, Pembangunan Daerah Tertinggal, Andi Sri Rahayu Usmi, Investasi dan Luar Negeri, Rachmat Idris Manggabarani dan Ketua Bidang Sosial, Mustafa Arsyad.

Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arwan Tjahjadi, Perdagangan Johansyah Haruna, Perindustrian, Muhammar Muhayang, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Muhammad Nur, Keuangan dan Pajak, Iviet Ikasari, Komunikasi dan Informatika, Fredrich Kuen, dan Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Abdul Kadir Lakkuru.

Ketua Bidang Pertanian, Ardi Lunrang, Perhubungan, Basri Zain, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kamaruddin Wahab, Kelautan dan Perikanan, Pety Fatimah, Energy dan Sumber Daya Mineral, Yunan Yunus Kadir, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Rahman Rivai serta Ketua Bidang Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah, Tony M. Pahlevi. (FK/MMK).

Monday, 04 October 2021 17:10
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pengusaha Nasional Annar Salahuddin Sampetoding yang juga Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur  (DEIT) Indonesia, melalui PT Sulwood Utama siap menggelontorkan investasi Rp100 miliar untuk membangun Kawasan Wisata Belanja Baji Minasa di Kota Makassar.

Lahan kawasan wisata seluas lebih 21 ribu meter persegi tersebut merupakan optimalisasi pendayagunaan aset PT Berdikari (Persero) yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal, kata Wakil Ketua Umum Kelembagaan, Organisasi dan Media DEIT Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Operation and Marketing Director PT Sulwood Utama, Wilson Abdullah di Makassar, Selasa.

Fasilitas yang segera dibangun tahun ini dalam kawasan tersebut seperti tempat penjualan produk usaha kecil dan menengah, oleh oleh khas Sulsel, produk kerajinan tangan, butik, ruang pameran, food court, tempat bermain anak, miniatur kapal tradisional phinisi, ruang terbuka (plaza and stage), ruang kerja (working space), cafe, klinik, musholah, tempat terapi hingga produk kualitas tinggi (branded venue).

“Kawasan ini akan menjadi obyek wisata baru di Kota Makassar sebagai pasar moderen sekaligus pusat perdagangan, pusat cinderamata, kuliner, belanja, pasar wisata, tempat pemeran produk lokal, menampung produk UMKM dari 24 kabupaten/kota di Sulsel serta tempat sekretariat DEIT Sulsel,” ujar Wilson.

Menurut dia, pengusaha di Sulsel  yang tergabung dalam DEIT dan kepengurusannya akan dilantik 6 Oktober 2021, periode 2021-2026, akan tampil sebagai penggagas agar potensi alam, lahan serta aset yang belum dimanfaatkan optimal dapat dimanfaatkan secara baik, menciptakan proyek baru dari hasil kajian ekonomi terpadu yang berdampak terbukanya lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja agar tercipta pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Sulsel dan kawasan timur Indonesia.

Terutama, lanjutnya, untuk membangkitkan UMKM, pengusaha di Sulsel agar bergerak bangkit secara bersama untuk sejahtera bersama.

Wakil Ketua Umum Perekonomian DEIT Sulsel, Budy Setiawan mengatakan, seluruh aset BUMN yang tidak dimanfaatkan optimal, atau yang selama ini  terbengkelai diupayakan untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha DEIT agar terjadi peningkatan ekonomi yang merata di kawasan timur Indonesia.

Dia memberi contoh kerjasama melaluin nota kesepahaman (MoU) DEIT dan PT Berdikari (BUMN) yakni pengusaha yang tergabung dalam DEIT di seuruh Indonesia Timur akan memanfaatkan aset PT Berdikari di kawasan timur Indonesia yang tidak terpakai untuk dioptimalisasi pendayagunaan aset tersebut.

Ketua Umum (DEIT) Sulsel, Drs H. La Tunreng, MM menyatakan, keberadaan DEIT di Sulsel bukan untuk meminta-minta proyek, melainkan akan menciptakan proyek, membuka lapangan usaha serta membuka lapangan kerja.

DEIT bersama Tim Pakar  akan mengkaji sumber-sumber daya yang ada di Sulsel untuk dimanfaatkan, direkomendasikan ke Gubernur untuk menciptakan lapangan usaha, ekonomi dan lapangan kerja sebagai salah satu cara men-support pemerintah daerah setempat..

“Kita pengusaha tidak boleh hanya jadi penonton  atau jadi pelaku ekonomi karena dipanggil, melainkan harus menjadi tuan rumah berbagai usaha dan proyek pemanfaatan sumber daya alam di daerah sendiri,” ucapnya.

DEIT saat ini berada di 12 provinsi kawasan timur Indonesia serta 12 negara di dunia. (FK/MMK).

Wednesday, 29 September 2021 13:24
 

Penulis : Uci   /  Editor : Mitha MMK

Malino, Gowa, Sulsel (Phinisinews.com) – Pembangunan infra struktur jalan tani di Desa Parigi, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi prioritas demi meningkatkan kesejahteraan petani dengan membuka akses produksi ke daerah pemasaran.

Sebab, jalan tani ini mempermudah akses petani dari daerah produsen (kebun) ke jalan akses ke daerah pemasaran, kata Kepala Desa Parigi,  Hj. Siti Aida di Parigi, Kabupaten Gowa, Sulsel, Rabu.

Tahun 2021 ini, saat Pandemi Covid-19 masih melanda semua wilayah di tanah air, pembangunan infra struktur jalan tani kami prioritaskan sebab pembukaan akses dari daerah produsen ke daerah pemasaran merupakan langkah utama yang diupayakan agar perekonomian masyarakat tidak terpuruk, melainkan mampu bangkit karena produksinya dapat dipasarkan dengan lancar karena ketersediaan infrstruktur, sekalipun itu hanya kelancaran akses dari kebuh ke jalan tani dan dilanjutkan ke jalan utama untuk menuju daerah pemasaran.

Menurut Siti Aida, dengan adanya jalan tani ini maka akses untuk masyarakat menjadi mudah, yang selama ini mereka semua yang bermukim di wilayah Desa Parigi sini berjalan kaki dari kebun hingga ke tepi jalan raya. Sekarang mereka semua dapat menempuh dengan roda dua maupun roda empat.

Hasil pertanian itu adalah Singkong, ubi jalar, kacang tanah, pisang, serta yang ramai sekarang masyarakat menanam porang yang sebentar lagi akan panen.

Jalan tani yang ditinjau itu panjangnya 1,5 kilometer, lebar empat meter dengan anggaran berasal dari ADD Desa sekitar Rp100 juta.

Pada areal jalan tani ini, lanjutnya, bukan hanya digunakan khusus jalan tani, tetapi juga akan diusahakan sebagai rest areal tempat singgah para pengunjung yang berasal dari arah Kota Makassar untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalananya ke Kota Wisata Malino.

Rest area ini akan membuka lapangan kerja bagi pemuda pemuda Desa Parigi serta sumber pemasukan dari Pajak Bumi dan Bangunan.

Malino adalah ibukota Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, yang juga salah satu Kota Wisata di Provinsi Sulsel yang menjadi Destinasi utama wisata di daerah ketinggian (wisata puncak) dan salah satu desanya adalah Parigi.

Malino memiliki obyek wisata hutan pinus, Perkebunan Anggrek, Teh, Markisa, obyek wisata pemandangan alam, air terjun, beragam jenis bunga serta udaranya dingin. (Uci/Mitha MMK).

Saturday, 25 September 2021 10:16
 

Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Provinsi Sulawesi Selatan, Drs H. La Tunreng, MM menyatakan, keberadaan DEIT di Sulsel bukan untuk meminta-minta proyek, melainkan akan menciptakan proyek, membuka lapangan usaha serta membuka lapangan kerja.

DEIT bersama Tim Pakar  akan mengkaji sumber-sumber daya yang ada di Sulsel untuk dimanfaatkan, direkomendasikan ke Gubernur untuk menciptakan lapangan usaha, ekonomi dan lapangan kerja sebagai salah satu cara men-support pemerintah daerah setempat..

“Kita tidak boleh hanya jadi penonton  atau jadi pelaku ekonomi karena dipanggil, melainkan harus menjadi tuan rumah berbagai usaha dan proyek pemanfaatan sumber daya alam di daerah sendiri,” kata Ketum DEIT Sulsel, La Tunreng pada pertemuan rutin unsur Wakil Ketua Umum dan Ketua Bidang di Makassar beberapa hari lalu.

Untuk itu, DEIT akan tampil sebagai penggagas agar potensi alam dapat dimanfaatkan secara baik, menciptakan proyek baru dari hasil kajian ekonomi terpadu yang berdampak terbukanya lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja agar tercipta pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Sulsel dan kawasan timur Indonesia.

Dia mencontohkan, DEIT Indonesia telah melakukan kesepakatan melalui MoU dengan PT Berdikari. DEIT akan memanfaatkan semua aset PT Berdikari yang ada di Indonesia Timur.

Khusus di Sulsel, aset lahan yang segera dimanfaatkan adalah lahan seluas dua hektar lebih di Baji Minasa Makassar dan ribuan hektar lahan di Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Khusus di Makassar, di kawasan Baji Minasa akan dibangun pasar moderen sekaligus “trade center”, tempat pameran produk lokal, pasar wisata, pasar oleh-oleh yang menampung produk UMKM dari 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menerima audiensi dalam rangka pelantikan DEIT Sulsel mengharapkan, diminta atau tidak, DEIT harus beri masukan, kajian dan solusi terhadap kebijaksanaan atau proyek proyek prioritas yang akan dibuat atau sedang dibuat.

DEIT juga diharapkan berperan memberi masukan dan kajian pembuatan draf Pergub seperti zonasi pasar moderen integrad, seperti usaha skala nasional hanya berada di jalan nasional dengan jarak berapa meter, begitupun skala propinsi hanya di jalan provinsi dan skala kabupaten kota hanya di jalan kabupaten/kota agar pelaku dunia usaha tidak saling mematikan, yang diharapkan dunia usaha akan tumbuh sehat, sekaligus dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

Begitupun terhadap sektor pariwisata, silahkan buat kajian dan masukan untuk pengembangan prioritas dan bisa juga dilakukan secara mandiri oleh pelaku dunia usaha yang tergabung dalam DEIT.

La Tunreng berjanji, DEIT Sulsel yang memiliki tiga Wakil Ketua Umum yakni WKU  Organisasi Kelembagaan dan Media, Wilson Abdullah, WKU Perekonomi, Budy Setiawan dan WKU Maritim dan Sumber Daya, Haris Hody akan memberikan masukan, rekomendasi dan solusi setiap tiga bulan sesuai prioritas kebijaksanan Pemprov Sulsel yang sedang dilaksanakan, akan dilaksanakan maupun usulan baru dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah ini. (FK/MMK).

Galleries

 
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad Imron Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia...
  Penulis : Sol D Ling  /  Editor : Fred K Bandung (Phinisinews.com) – Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I Makassar (Phinisinews.com) - Pameran Temporer "Jejak Pangeran...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Ahmad I Makassar (Phinisinews.com) - Dua kegiatan Trah (keturunan bangsawan)...

Get connected with Us