Saturday, 21 August 2021 16:39
 

Oleh : Fredrich Kuen

Makassar (Phinisinews.com) – Inovasi penanganan Pandemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan, terutama inovasi isolasi bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) serta untuk stadium ringan Cavid-19 mendapat perhatian global melalui pemberitaan nasional dan internasional.

Dua tokoh sentral yakni Pelaksana Tugas Gubernur Provinsi Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto jadi pusat perhatian pemberitaan sebagai penginisiasi berbagai inovasi tersebut.

Tercatat dua cara inovasi isolasi yang dilakukan menjadi pusat perhatian yakni isolasi apung menggunakan kapal Pelni KM Umsini yang diinisiasi oleh Walikota Makassar dan pemanfaatan Asrama Haji Makassar yang “disulap” sedemikian rupa menjadi tempat isolasi persinggahan yang diinisiasi Plt Gubernur Sulsel.

Isolasi apung dilakukan atas kerjasama Pemerintah Kota Makassar serta jajaran Kementerian Perhubungan yang memanfatkan Kapal penumpang KM Umsini dengan kapasitas 900 tempat tidur yang diparkir (lego jangkar) di antara Pelabuhan Makassar dan Pulau Lae-lae atau berada tepat di depan Kota Makassar dalam kawasan wisata Pantai Losari.

Awalnya pasien mengeluh tentang masih adanya kecoa kecil bersiliweran di kapal tersebut, namun setelah dilakukan penanganan terpadu, maka keluhan tersebut tidak ada lagi dan pasien sangat “happy” (bahagia) sehingga penyembuhan secara isolasi tersebut relatif cepat. Tidak ada perawatan sampai dua minggu (14 hari), melainkan relatif singkat, banyak yang hanya 5-7 hari sudah kembali negatif (sembuh).

Yang sangat mendapat respon positif dari isolasi apung tersebut, kata Ramdhan Pomanto adalah suasana wisata yang sangat menonjol.

Pasien dapat menikmati sunset (matahari tenggelam) dan sunrise (matahari terbit), pemandangan laut, melihat keindahan Kota Makassar malam hari dari kapal, program penyembuhan yang apik, mulai dari senam sehat (olahraga ringan), hiburan dan pelayanan medis serta gizi yang baik, termasuk pemberian suplemen.

Pengaruh dari penanganan sangat inovatif dengan mengupayakan pasien merasa “happy” (bahagia) sehingga tidak stress yang berdampak terhadap cepatnya proses penyembuhan.

Sedangkan Isolasi Singgah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sulsel, Dinas Kesehatan dan pihak Kementerian Agama dengan memanfaatkan Asrama Haji Makassar sebagai bagian dari Rumah Sakit Umum Daerah, menjadi tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang bepergian.

Banyak pasien terdeteksi covid di Bandara Sultan Hasanuddin dari berbagai daerah di Indonesia, langsung masuk ke Asrama haji, kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan melanjutkan, begitupun masyarakat dari berbagai kota dan kabupaten di Sulsel yang masuk Makassar dan terindikasi Covid-19, langsung diisolasi di Asrama Haji.

Ide isolasi telah menjadi percontohan nasional dan diterapkan di empat daerah di Indonesia. Bahkan, terakhir, Isolasi Apung Terpadu mendapat sorotan dari sejumlah media asing.

Seperti yang ditulis reuters.com dengan judul ‘Indonesian Ferry Turns Floating Isolation Centrer for COVID-19 Patients’ (Kapal Penumpang jadi pusat isolasi apung pasien Covid-19).

Menyusul sejumlah media asing seperti media Singapura The Straits Times, media Malaysia malaysia.syafaqna.com yang mengutip reuters.

Pada pekan pertama pengoperasian Isolasi apung, pasien yang menjalani isolasi di KM Umsini, yakni 139 orang dengan jumlah yang sembuh 88 orang. Hingga Jumat (13/8), tersisa 51 pasien yang menjalani isolasi.

Juru Bicara Makassar Recover (Pemulihan Kota Makassar dari Pandemi Covid-19), Henni Handayani mengatakan, saat ini pemerintah Kota Makassar terus bekerja memutus mata rantai Covid-19.

“Sebuah kesyukuran dari tim Makassar Recover dan Pemkot Makassar, karena Isolasi Apung Terpadu menjadi percontohan nasional dan dapat perhatian dunia lewat media asing,” kata Henni.

Di Kota Makassar, Program Makassar Recover terdiri dari satuan tugas (Satgas) Tim Raika (Pengurai Kerumunan), Tim Hunter (deteksi OTG, Testing, Tracing dan Treatment), Tim Detector (deteksi OTG, deteksi penderita Covid, deteksi dari rumah ke rumah serta penjegatan di perbatasan wilayah) yang melibatkan ribuan tenaga kesehatan, pihak pengamanan TNI, Polri dan Satpol PP serta relawan.

Penanganan Covid-19 di Makassar dilakukan secara massif untuk mencegah penularan, memutus mata rantai penyebaran serta melakukan penyembuhan, sebab pada PPKM, Makasar selalu berada pada level IV  seperti di Pulau Jawa, sedangkan kabupaten dan kota lainnya di Sulsel tidak pada level tersebut, sehingga penanganan di Makassar dilakukan dengan inovasi tinggi dan terpadu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam penanganan Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 BNPB, Sonny Harmadi, mewakili Kepala BNPB, saat melakukan silaturahmi virtual Menko Polhukam, Menteri Agama dan Kepala BNPB dengan para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Pengasuh Pondok Pesantren, Organisasi Keagamaan, dan Pimpinan Agama se Provinsi Sulsel, terkait penanggulangan Covid-19 (20/8).

Sonny Harmadi menyampaikan apresiasinya terhadap Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam upaya penanganan Covid-19. Mulai dari menekan angka positivity rate, keterisian tempat tidur (bed Occupancy Rate) ICU, hingga melakukan upaya kebut vaksinasi Covid-19.

Apresiasi bagi Sulsel karena angka positivity rate atau jumlah orang yang positif dari 100 persen atau dari 100 orang dites angka positivity ratenya sekitar 30 persen. Jika ada 100 orang dites, maka 30 orang yang terkonfirmasi positif. Ini sudah turun dibanding kondisi puncak pada 3 Agustus 2021, yang angka 42 persen.

Untuk itu, Pemprov Sulsel beserta Forkopimda Sulsel diharapkan terus berupaya dalam menurunkan positivity rate turun dengan memperketat 5M dan 3T (testing, tracing, treatmen).

“Kami juga mengapresiasi karena BOR di Sulsel sudah turun. Puncaknya 2 Agustus sekitar 61 persen, sekarang 51 persen. Tetapi kita harus terus kejar, karena yang aman di bawah 30 persen. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” ujarnya.

Data mengenai perkembangan vaksinasi oleh Dinas Kesehatan Sulsel pertanggal 18 Agustus 2021, disebutkan total target vaksinasi Provinsi Sulsel sebanyak 7.058.141 orang, pencapaian sudah sekitar 25,71 persen atau 1.814.947 orang.

Angka vaksinasi di Sulsel sekarang cukup tinggi. Walaupun ada hal-hal yang perlu disempurnakan, tetapi Gubernur beserta para kepala daerah juga melakukan upaya luar biasa sehingga vaksinasi sejak periode PPKM pada bulan Juli sampai sekarang melonjak cukup fantastis.

“Kita sudah buat buku materi edukasi untuk masyarakat agar bisa lebih memahami bahaya Covid-19, kenapa harus memakai masker, melaksanakan protokol kesehatan. Itu sudah diterjemahkan dari berbagai bahasa daerah termasuk Bahasa Makassar, Bahasa Bugis, Bahasa Mandar, Bahasa Toraja. Silahkan dimanfaatkan materi ini sebaik-baiknya,” katanya.

Mengatasi pandemi Covid-19, lanjutnya, dengan meningkatkan iman, meningkatkan imunitas, dan aman dengan patuhi Prokes yakni terus memakai masker, double masker, tetap menjaga jarak di semua kegiatan serta terus mencuci tangan pada semua aktivitas awal maupun akhir. Mohon bantuan bagi para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting untuk menghindari hoax. Harapan kita terus mengedukasi masyarakat untuk percaya Covid-19 itu berbahaya dan terus mematuhi prokes, serta dorong untuk hidup normal dengan batasan yang dipatuhi. (Editor :  Mitha MK).

Friday, 13 August 2021 08:54
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi meninjau  warga korban kebakaran di Kampung Lepping, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, membawa bantuan, sekaligus mengingatkan agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan (Prokes).

Bantuan yang diserahkan antara lain, beras 110 kantung yang masing-masing beratnya lima kilogram, mie instan, air mineral, minuman susu, terpal untuk tenda lima unit serta baby kit bagi warga yang mempunyai balita, demikian release Humas Pemkot Makassar yang diterima di Makassar, Jumat.

Fatmawati yang tiba lokasi kebakaran, memberikan semangat dan mengingatkan setiap warga yang dijumpainya untuk selalu patuh terhadap prokes, selalu menggunakan masker dalam keadaan apapun situasinya, terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan sebab tertib setiap pembagian bantuan serta seringlah mencuci tangan dengan sabun di air mengalir karena ada fasilitas yang disediakan Pemkot Makassar agar terhindar dari pandemi covid-19.

“Sabarki, ini adalah cobaan, apalagi saat ini kita masih dalam masa PPKM, tolong jaga protokol kesehatan secara ketat, minimal terus pakai masker,” kata Fatma di hadapan warga yang ditemuinya.

Dia juga mengecek kondisi masjid, kesiapan dapur umum yang telah disediakan Dinas Sosial Pemerintah Kota Makassar, 

Satu unit mobil tangki air bersih yang disediakan pemerintah kota untuk warga, juga tidak luput dari perhatiannya.

“Kalau belum cukup, kita akan sediakan satu unit mobil tangki air bersih lagi, sekaligus dengan mobil khusus untuk MCK, (mandi, cuci, kakus),” ujarnya.

Bencana kebakaran tersebut terjadi Rabu (11/8) yang menghanguskan 110 unit rumah yang dihuni 143 kepala keluarga atau total 400 jiwa penghuni di lingkungan tersebut yang menjadi korban kehilangan tempat tinggal. (FK/PR/MMK).

Friday, 13 August 2021 05:35
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Sebanyak 50 persen lebih pasien covid-19 yang dirawat pada fasilitas isolasi terintegrasi (FIT) di Asrama Haji Makassar, dinyatakan sembuh dan dipulangkan.

Layanan FIT ini diinisiasi Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan  disediakan gratis melalui kerjasama Kementerian Agama serta telah memulangkan sebanyak 72 orang yang dinyatakan sembuh dan negatif covid-19.

FIT merupakan rumah sakit darurat (rumah sakit lapangan) yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulsel, maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel, demikian release dari Humas Pemprov Sulsel yang diterima di Makassar, Jumat.

Pasien pun di bawah pengawasan dokter spesialis dari RS Provinsi sebagai rumah sakit pengampuh. Pasien FIT di Asrama Haji, menjadi tanggungjawab dari RS Labuang Baji.

Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji, dr Haris Nawawi menyatakan, hingga 10 Agustus 2021, total pasien yang masuk sebanyak 145 pasien. 50 persen diantaranya, atau 72 pasien telah dinyatakan sembuh.

“Alhamdulillah, pasien merasa nyaman selama isolasi di FIT ini. Apalagi setelah kunjungan Bapak Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu dan mendengarkan pengakuan dari pasien yang menjalani isoman di FIT,” kata Haris.

Adapun pasien yang menjalani isolasi, lanjutnya, berasal dari berbagai daerah. Ada dari kabupaten/kota, misalnya dari Pangkep. “Ada juga dari Jakarta yang berada di Sulsel itu isolasi di FIT,” ungkapnya.

Dia menegaskan, untuk menjalani isolasi di FIT terbuka untuk umum. Dimana alur penerimaan pasien bisa melalui mandiri, rujukan rumah sakit/puskesmas, melalui call center/website telemedicine hallo dokter.

“Sesuai arahan dari Plt Gubernur, syaratnya hanya memperlihatkan hasil PCR positif covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan. Kita terima. Untuk surat keterangan, nanti kami yang bantu follow up di puskesmas,” jelasnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk mempermudah pengurusan surat keterangan dari puskesmas untuk pasien yang akan menjalani isolasi di Asrama Haji.

Ia pun mengimbau masyarakat, agar jika merasa bergejala covid-19 agar segera melakukan tes PCR di puskesmas. Serta bisa berkonsultasi dengan layanan telemedicine hallo dokter yang disiapkan Pemprov Sulsel.

“Pasien yang sembuh maupun tenaga kesehatan kami juga selalu kami ingatkan agar menyampaikan kepada kerabat atau tetangga jika ada positif covid-19 dengan tanpa gejala, sebaiknya melakukan isolasi di Asrama Haji. Kasihan keluarga di rumah. Segera ke kami, kami akan urus sampai sembuh,” ucapnya.

Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin. Diantaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri diantaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine hallo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.

Adapun fasilitas di asrama haji memiliki 15 gedung perawatan, IGD darurat, kapasitas tempat tidur 1.500, standar kamar hotel, wisma, tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan wifi.

Untuk fasilitas kesehatan yakni memiliki ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, alkes lainnya. 

Sedangkan bagi masyarakat umum, terus diingatkan untuk tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker di semua aktivitas, menjaga jarak serta menghindari kerumuman di manapun itu dan terus mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk setiap memulai dan mengakhiri kegiatan atau kunjungan di semua tempat agar terhindari dari covid-19. (FK/PR/MMK).

Friday, 13 August 2021 04:08
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyalurkan 100 ton beras untuk warga terdampak Pandemi Covid-19 di 24 kota/kabupaten di Sulsel.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, melepas secara simbolis penyaluran bantuan cadangan beras Pemprov Sulsel kepada masyarakat terdampak Covid-19, di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, seperti release yang diterima dari Humas Pemprov Sulsel, Jumat.

Sebanyak 100 ton beras disalurkan sebagai bantuan awal. Bantuan ini diberikan kepada 24 kabupaten/kota, terutama bagi daerah yang memiliki kasus positif covid-19 yang tinggi, atau yang diterapkan wilayah PPKM Level 4 dan 3. Bantuan selanjutnya akan disalurkan pekan depan.

“Bantuan sebanyak 100 ton, untuk 24 kabupaten/kota. Tapi kita pilih yang positifnya tinggi, levelnya juga lebih tinggi 4, kemudian nanti kita pilih yang 3,” sebutnya.

Menurut dia, bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah dan memberi semangat kepada warga terdampak di tengah pembatasan dan pengetatan yang dilakukan di masa pandemi.

“Kita tahu kemarin ada sedikit pengetatan wilayah di perbatasan-perbatasan dan beberapa titik. Tentu kita juga harus mendukung dari segi bantuan-bantuan logistik. Dan bantuan ini adalah dari provinsi bersama Bulog, tidak lain untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Dalam hal bantuan cadangan beras ini, pemerintah provinsi akan melakukan pengiriman langsung ke kabupaten/kota. Selanjutnya, kabupaten/kota menjadi ujung tombak penyaluran, termasuk data penerima diberikan kepada provinsi.

“Kepada 24 kabupaten/kota untuk membantu kami dalam pendataan dan kami akan membantu dari segi logistik sebagaimana permintaan kabupaten/kota,” ucapnya.

Ia juga mengajak partisipasi masyarakat dalam penanganan covid-19 yang memiliki kemampuan secara materil untuk ikut membantu.

“Dengan hadirnya semua, instansi vertikal mulai dari Bulog sampai kementerian-kementerian, kemudian pengusaha swasta dan sebagainya, kabupaten-kota, alhamdulillah kita inshaallah akan dengan mudah dan bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,”ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga terus diingatkan untuk tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker di semua aktivitas, menjaga jarak serta menghindari kerumuman di manapun itu dan terus mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk setiap memulai dan mengakhiri kegiatan atau kunjungan di semua tempat.

Plt Kepala Dinas Sosial Sulsel, Hasan Basri Ambarala menyebutkan, tujuannya penyaluran bantuan ini untuk membantu masyarakat yang terdampak covid-19 dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Juga sebagai jaring pengaman sosial dengan diberlakukannya PPKM level 4 dan 3 pada semua daerah kabupaten.

Sasaran bantuan yakni warga masyarakat yang terdampak covid-19, diperuntukan juga bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah. (FK/PR/MMK).

Tuesday, 10 August 2021 15:38
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Dalam upaya mensukseskan “Gerakan Sedekah Donor Darah Plasma” di Kota Makassar, Ketua Gerakan tersebut, Indira Yusuf Ismail, menemui Ketua PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan.

Tujuannya, untuk memassifkan gerakan sedekah donor plasma untuk menolong saudara saudara yang terpapar Pandemi Covid-19.

“Kita sengaja menemui Ketua PMI Sulsel, untuk berkolaborasi dalam memasifkan gerakan donor plasma, meminta kesediaan penyintas untuk membantu sesama yang terkena covid-19,” ujar Indira yang juga Istri Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia Sulsel, Dr dr Khalid Saleh yang juga sebagai tim gerakan sedekah donor darah plasma menyampaikan pentingnya gerakan ini, sebagai salah satu pilihan untuk membantu mereka yang terpapar covid-19.

“Mengingat adanya beberapa syarat untuk menjadi pendonor, sehingga hal yang paling memungkinkan yakni di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, serta di PMI,” ujarnya.

Beberapa point penting yang menjadi pembahasan kali ini yakni perlunya percepatan dalam gerakan donor plasma tersebut, karena adanya beberapa syarat yang harus dipenuhi, karena penyintas yang dapat melakukan donor, mereka yang belum melakukan vaksin, serta belum pernah hamil maupun melahirkan.

Untuk itu, dalam pendataan nantinya akan melibatkan pihak rumah sakit yang menangani pasien covid-19, serta PMI, karena alat untuk melakukan donor terdapat di markas PMI.

“Kita menyambut baik niat dari Ibu Indira bersama tim, dan siap memberikan dukungan untuk memassifkan donor plasma demi kemanusiaan,” ujar Adnan yang juga adalah Bupati Kabupaten Gowa, Sulsel..

Adnan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian tim gerakan donor plasma yang dipimpin Indira Yusuf Ismail, dan berharap semakin banyak stakeholder yang dapat bergabung demi kemanusiaan.

Dalam tim gerakan donor plasma yang turut hadir kali ini diantaranya Ketua PERSI Sulsel, Dr dr Khalid Saleh, Direktur Eksekutif KADIN Sulsel, Muh Taufik Anas, Perwakilan Perempuan, Sri Wulandari, Perwakilan Media, Mismaya Alkhaerat, serta beberapa tokoh serta dokter diantaranya dr Wachyudi, serta beberapa tokoh lainnya.

Selain berbagai upaya dalam rangka penanganan covid-19, protokol kesehatan juga terus dilakukan secara ketat, yakni memakai masker untuk semua kegiatan kemasyarakatan, terus menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta terus mencuci tangan dengan sabun di air mengalir untuk awal dan akhir dari aktivitas dimanapun itu dilakukan. (FK/PR/MMK).

Tuesday, 10 August 2021 14:46
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung 6.000 dosis vaksin untuk pekan vaksinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Kanwil Kemenag Sulsel yang telah melaksanakan launching Pekan Vaksinasi. Dukungan vaksin tinggal diambil stoknya. Kita ada stok vaksin, tinggal koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” kata Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat launching di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Makassar, Selasa,

Gubernur berharap, bantuan vaksin yang diberikan harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan, agar penggunaan vaksin bisa lebih efektif.


Untuk vaksinasi di Sulsel, Andi Sudirman mengaku menjadi fokus pemerintah provinsi dalam program “Kebut Vaksinasi” untuk membentuk herd immunity masyarakat. Bahkan, rencananya Pemprov Sulsel akan melaunching “Mobile Vaksinator” yang akan menyasar wilayah penyebaran.

“Kita akan launching Mobile Vaksinator dengan menyasar semua area penyebaran di wilayah aglomerasi. Jadi ada bus lengkap (peralatan) seragam (untuk tenaga medis). Semua kita akan bantu agar cepat, Kota Makassar, Kabupaten Maros juga Kabupaten Gowa. Kita mau bentuk herd immunity di wilayah aglomerasi,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Agama yang telah meminjamkan Asrama Haji Sudiang sebagai lokasi isolasi untuk yang terpapar Covid-19 di Sulsel.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, KH Khaeroni menyatakan, Pekan Vaksinasi ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulsel, khususnya di jajaran Kanwil Kemenag.

Dalam Pekan Vaksinasi ini, sebanyak 2.650 orang dari jajaran Kemenag, ASN, non ASN dan peserta didik Kemenag, tenaga pendidik dan kependidikan, penyuluh dan non penyuluh, akan menjalani vaksinasi dan dilakukan serentak di 24 kabupaten kota di Sulsel.

Untuk kebutuhan vaksin secara keseluruhan, dibutuhkan sebanyak 360 ribu dosis lebih. Sehingga, pihaknya harus meminta bantuan dari pemerintah pusat, termasuk kepada pemerintah provinsi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Makassar, Wakapolda Sulsel, jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulsel, dan secara virtual dihadiri seluruh jajaran  Kemenag se Sulsel, dan juga Staf Khusus Menteri Agama M Nuruzzaman.

Pada acara tersebut yang dipadu secara virtual tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat yakni memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun di air mengalir di tempat yang telah disediakan panitia. (FK/PR/MMK).

Monday, 09 August 2021 10:56
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Bunda PAUD (pendidikan anak usia dini) bersama Komunitas Golorong (pemerhati kehidupan lorong) melaksanakan bakti sosial (baksos) untuk  meringankan beban masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

Baksos selain membagikan sembako kepada masyarakat terdampak Pandemi Covid-19, juga mengajak anak-anak usia sekolah untuk vaksinasi massal dengan tema “Indonesia Sehat Indonesia Hebat”.

Bunda Paud Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail dalam release yang disebar Humas Pemkot Makassar, Senin, menyampaikan apresiasinya kepada komunitas Golorong yang selalu hadir membantu Pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam upaya menyukseskan berbagai program pemerintah.

“Saya sangat mengapresiasi kepada Komunitas Golorong atas kepeduliannya, serta koalisi yang dilakukan di dunia pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Bunda Paud Kota Makassar yang juga istri Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, juga melakukan peninjauan terkait kondisi pendidikan yang ada di Kota Makassar sebagai salah satu bahan acuan guna peningkatan kualitas pendidikan.

“Perlu evaluasi standar di dunia pendidikan, agar ke depannya dapat dihasilkan pendidikan yang dapat bersaing secara global, sehingga anak-anak Makassar dapat menikmati pendidikan yang lebih terstandarisasi. Salah satunya dengan pembenahan infrastrukturnya,” ujarnya.

Selain vaksinasi, Bunda Paud juga mengharapkan protokol kesehatan terus dilakukan secara ketat di semua lapisan masyarakat Kota Makassar dengan cara terus menggunakan masker untuk semua aktivitas, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta terus membudayakan cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir untuk memulai dan mengakhiri aktivitas maupun kunjungan di semua tempat.

Berbagai upaya itu harus terus dilakukan agar Pemulihan Kota Makassar dari dampak Pandemi Covid-19 cepat tercapai dan kita semua hidup stabil kembali. (FK/PR/FAK).

Monday, 09 August 2021 09:22
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengapresiasi “Gerakan Berbagi Untuk Warga” yang diinisiasi Kepala Badan Intelejen Negara daerah (Kabinda) Sulawesi Selatan, dengan ikut terjun langsung membagikan sembako tersebut ke masyarakat.

Tujuan gerakan ini adalah untuk ikut meringankan beban masyarakat di masa Pandemi Covid-19 dengan membagikan 100 paket beras lima kilogram setiap hari kepada warga yang membutuhkan, yang akan dilakukan di Kota Makassar hingga akhir Desember 2021.

Sasaran pembagian sembako ini  untuk para warga yang benar-benar membutuhkan bantuan seperti yang sedang isolasi mandiri karena terpapar Covid, warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan para pedagang yang terdampak PPKM Darurat.

Menurur release Humas Pemkot Makassar yang diterima di Makassar, Senin, Walikota Ramdhan Pomanto membagikan paket sembako tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan di sepanjang jalan Ratulangi dan Monginsidi Kota Makassar.

“Saya hari ini memberikan apresiasi kepada anak muda yang telah melakukan kegiatan gerakan berbagi untuk warga. Gerakan ini diprakarsai  oleh Kabinda. Kegiatan anak muda berbagi ini dilaksanakan dengan tujuan meringankan beban masyarakat,” ucap Danny. 

Walikota menilai Kota Makassar mendapat berkah yang luar biasa dibalik Pandemi ini dengan banyaknya gerakan kemanusiaan, termasuk gerakan berbagi.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada anak-anak yang berinisiasi bagi Kota Makassar, Makassarlah yang mendapatkan berkah luar biasa hari ini. Saat Pandemi sekarang ini harus saling membantu,” jelasnya. 

Selain itu, pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat untuk semua warga masyarakat terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 melalui wajib pemakaian masker pada semua kegiatan kemasyarakatan, menjaga jarak dan menghindari kerumuman serta terus mencuci tangan dengan sabun di air mengalir saat masuk maupun keluar dari tempat umum dan kegiatan tertentu serta terus melakukan vaksinas massal. (FK/PR/FAK).

Galleries

 
  Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia...
  Penulis : Fred K   /  Editor : Fyan AK Makassar (Phinisinews.com) - Kota Makassar saat ini berstatus zona...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar secara resmi...
  Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar menetapkan...

Get connected with Us