Saturday, 10 July 2021 03:48
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Tim Detektor Covid-19 yang merupakan bagian dari Satuan Tugas Makassar Recover dalam penanganan Pandemi Covid-19, mulai hari ini, Sabtu (10/7) bergerak serentak dan terpadu mencegah penyebaran virus covid di Kota Makassar.

Pemantauan Pers melihat bahwa program strategis penanganan Covid-19 dengan cara bersama-sama melindungi warga Kota Makassar dari penyebaran virus Covid-19, melibatkan 15.306 personil, terdiri dari 10.000 orang relawan, 5.000 orang tenaga kesehatan (Nakes) dan 306 dokter yang bertugas di 153 Kelurahan.

Langkah strategis tersebut dilakukan karena grafik penderita terpapar Covid-19 di Kota Makassar grafiknya cenderung kembali meningkat.

Tim Detektor saat ini turun ke masyarakat dan diharapkan mampu mendeteksi warga yang dicurigai terpapar Covid-19.

Uji klinis dilakukan tim secara langsung di lapangan dengan cara mengecek tekanan darah dan juga suhu tubuh. Warga yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat Celcius akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Ribuan personil tim detektor ini mengunjungi warga secara “door to door” di semua RT se-Kota Makassar agar dapat memantau langsung keadaan masyarakat. Masing-masing dua orang Tim Detektor akan memantau di 5.000 RT di dampingi oleh tenaga kesehatan.

Sehari sebelumnya, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pemanto melakukan pertemuan virtual dengan seluruh Tim Satgas Covid-19 Makassar Recover dan meminta kesigapan tim untuk bergerak serentak dan terpadu untuk melindungi warga kota dari penularan virus covid.

“Ini adalah panggilan kemanusiaan. Saya harap semuanya total dalam bekerja. Tim detektor akan turun mendeteksi warga. Persiapkan dengan matang semua keperluan di lapangan dan pastikan memahami tupoksi masing-masing,” ujar Waikota.

Selain itu, dia juga meminta konsistensi para Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas se-Kota Makassar dalam mendukung turunnya tim detektor ke masyarakat.

Seluruh Tim Satgas Makassar Recover, terutama Tim Detektor yang hari ini dan beberapa hari ke depan terjun langsung ke masyarakat, maupun masyarakat umum diharapkan tetap patuh secara ketat melaksanakan protokol kesehatan, dengan wajib memakai masker di semua aktivitas, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta tetap menjaga jaran dan menghindari kerumunan. (FK/FAK).

Friday, 09 July 2021 03:45
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) – Kantor Walikota Makassar yang terletak di jalan Jend Ahmad Yani No.2 Makassar, saat ini hingga tangal 15 Juli 2021 ditutup, baik fisik maupun aktivtas di area kantor.

Pemantauan pers di Makadssar, Jumat, penutupan sementara dilakukan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto karena di lingkungan kerjanya sebanyak 24 pegawai Pemerintah Kota Makassar terkonfirmasi positif Covid-19.

Pegawai pemerintah yang bekerja di Balai Kota selanjutnya memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH) berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Walikota Makassar No: 060/415/ORG/VII/2021.

Walikota mengatakan, pihaknya melakukan “lock down” atau penutupan sementara kantor Balaikota setelah menerima laporan ada 24 pegawai Pemkot terpapar Covid 19.

Selain itu, seorang pegawai  di kantor Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) yang terkonfirmasi terpapar Covid 19 telah meninggal dunia. 

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah memerintahkan tim khusus untuk melakukan tracing terhadap kontak erat. Hal ini dilakukan guna mengetahui asal mula dan apakah masih ada yang terpapar Covid 19 di lingkungan Pemkot.

Saat ini  Kantor Balaikota Makassar sudah disemprot dengan cairan desinfektan untuk mencegah agar  penyebaran virus corona tidak meluas.

“Saya sudah perintahkan Covid Hunter melakukan tracing terhadap kontak erat yang terpapar sambil melakukan penyemprotan disinfektan,” ujar Walikota Ramdhan.

Pemkot Makassar secara terpadu memantau pelaksanaan PPKM skala mikro serta penerapan protokol kesehatan secara ketat melalui Satuan Tugas Makassar Recover dengan penerapan disiplin tinggi.

Satgas Makassar Recover yakni Tim Raika, Tim Covid Hunter, Tim Detektor  dengan tugas masing masing.

Tim Raika yaitu tim pengurai kerumunan yang menjalankan tugasnya siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata dan lainnya, sedangkan malam hari, terutama di tempat hiburan malam.

Tim Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing, Testing dan Treatment.

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, satpol PP dan polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

"Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek," ujarnya.

Sedangkan Tim Detektor terdiri dari ribuan relawan dan tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam penanganan pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Makassar. Perekrutan relawan nakes yang termasuk dalam bagian imunitas kesehatan, melibatkan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan tenaga perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Tim relawan detektor dan nakes terjun langsung ke rumah warga. Melakukan screening dan pengumpulan data terkait penyebaran Covid-19 di Makassar.

"Proses screening atau pengumpulan data umum, akan dipilah mana OTG (orang tanpa gejala) dan mana orang terpapar Covid-19," ucapnya.

 Selain itu, kegiatan vaksinasi juga terus dilakukan untuk masyarakat umum memanfaatkan berbagai fasilitas umum yang mampu menampung masyarakat dalam jumlah banyak, termasuk memanfaatkan aula utama mall untuk kegiatan vaksinasi dengan penerapan aturan yang ketat sehingga berlangsung tertib dan sesuai prokes. (FK/MK).

Friday, 09 July 2021 02:06
 

Penulis : Fred Kuen  /  Editor : Mitha K

Makassar (Phinisinews.com) – Pelaksanaan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Makassar hingga saat ini tetap berlangsuyng tertib.

PPKM berlaku di pusat perbelanjaan atau mall mall di Kota Makassar dan hanya diizinkan beroperasi sampai pukul 17.00 Wita. Aturan tersebut berlaku selama 14 hari, sejak tanggal 6 hingga 20 Juli 2021, demikian pemantauan lapangan di Makassar, Jumat.

Kebijakan ini juga berlaku untuk kegiatan makan minum di tempat umum, baik itu warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan di semua lokasi dalam wilayah Kota Makassar.

Khusus kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall dan pusat perdagangan  pembatasan kapasitas pengunjung hanya 25 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ekstra ketat.

PPKM tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor: 443.01/334/S.Edar/Kesbangpol/VII/2021 tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di masa Pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

Edaran yang dikeluarkan pada 6 Juli 2021 tersebut ditandatangani Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Saat pemantauan di beberapa mall di Makassar, terlihat protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat, sejak masuk pintu mall, suhu tubuh dideteksi, pengunjung dan petugas tenant menggunakan masker selama beraktivitas, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir yang disediakan di pintu masuk mall, tetap menjaga jarak selama berada di mall serta pengunjung dibatasi maksimal 25 persen dengan cara petugas melakukan penghitungan deteksi di pintu masuk mall.

Sedangkan di pasar tradisional, secara sadar masyarakat juga tetap menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan serta sering menyemprotkan hand sanitizer ke tangannya.

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya secara terpadu memantau pelaksanaan PPKM skala mikro serta penerapan protokol kesehatan secara ketat melalui Satuan Tugas Makassar Recover dengan penerapan disiplin tinggi.

Satgas Makassar Recover yakni Tim Raika, Tim Covid Hunter, Tim Detektor  dengan tugas masing masing.

Tim Raika yaitu tim pengurai kerumunan yang menjalankan tugasnya siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata dan lainnya, sedangkan malam hari, terutama di tempat hiburan malam.

Tim Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing, Testing dan Treatment.

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, satpol PP dan polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

"Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek," ujarnya.

Sedangkan Tim Detektor terdiri dari ribuan relawan dan tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam penanganan pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Makassar. Perekrutan relawan nakes yang termasuk dalam bagian imunitas kesehatan, melibatkan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan tenaga perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Tim relawan detektor dan nakes terjun langsung ke rumah warga. Melakukan screening dan pengumpulan data terkait penyebaran Covid-19 di Makassar.

"Proses screening atau pengumpulan data umum, akan dipilah mana OTG (orang tanpa gejala) dan mana orang terpapar Covid-19," ucapnya.

Selain itu, kegiatan vaksinasi juga terus dilakukan untuk masyarakat umum memanfaatkan berbagai fasilitas umum yang mampu menampung masyarakat dalam jumlah banyak, termasuk memanfaatkan aula utama mall untuk kegiatan vaksinasi dengan penerapan aturan yang ketat sehingga berlangsung tertib dan sesuai prokes. (FK/MK).

Thursday, 08 July 2021 05:59
 

Makassar (Phinisinews.com) -  Merujuk pada grafik lonjakan covid yang kembali meninggi di Kota Makassar, Wali Kota Makassar Moh.Ramdhan Pomanto secara tegas meminta kesadaran semua pihak untuk taat protokol kesehatan (prokes) termasuk usaha di sektor perhotelan.

Hal tersebut ditegaskannya secara berulang ulang kepada pemilik hotel di Makassar yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sulawesi Selatan, di Makassar, Kamis, sesuai press release dari Pemkot Makassar. 

Walikota Danny Pomanto secara tegas meminta untuk mengikuti segala aturan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat, termasuk aturan yang ada dalam PPKM yang saat ini sedang diperpanjang masa pemberlakuannya.

“Satu kesyukuran, karena bukan PPKM darurat yang diterapkan di sini. Jadi tolong siapapun itu termasuk PHRI wajib taat prokes. Ini semua demi kebaikan kita. berjuang bersama agar bisa sehat dan selamat,” ujarnya.

Kegiatan apapun itu di area hotel harus tetap memakai masker, tetap sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Dia menegaskan PHRI harus lebih selektif dan disiplin dalam menyelenggarakan berbagai acara, baik itu pesta pernikahan maupun acara lainnya.

“Tidak ada yang bisa melarang pernikahan. Tetapi saya mohon kerja sama PHRI untuk disiplin menerapkan prokes, jika tidak maka saya tegaskan hotel anda akan dipasangi garis Makassar Recover. Kami tidak akan  main-main untuk menjaga kesehatan warga Makassar,” tegasnya.

Walikota menjelaskan bahwa satgas detektor telah diresmikan dan bertugas untuk mendeteksi siapa saja yang terpapar covid.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar PHRI kiranya menjadi mitra yang baik dan bersama  membantu mengkampanyekan melawan penyebaran Covid-19.

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, meminta kebijakan pemerintah supaya dapat menjalankan bisnisnya di tengah pandemi covid-19.

“Kami sadar kondisi pandemi saat ini. Namun di bidang usaha perhotelan, tetap bisa berjalan. Olehnya itu kami meminta petunjuk dan arahan bapak Wali Kota agar kita dapat berjalan beriringan bersama,” ucapnya. (AI/PR/FK).

Monday, 28 June 2021 04:12
 

Oleh : Fredrich Kuen

Makassar (Phinisinews.com) – Makassar Recover menjadi langkah cerdas (smart) Pemerintah Kota Makassar melawan, mengendalikan, memutus mata rantai penyebaran hingga memusnahkan virus Covid-19 agar kota ini kembali pulih dari Pandemi Covid-19.

Selain menggerakkan semua potensi yang dimiliki, baik sarana dan prasarana, kebijaksanaan Makassar Recover juga melibatkan masyarakat secara umum yang terus bergerak dengan intensitas tinggi setiap hari, baik vaksinasi massal, membubarkan dan menguraikan kerumunan masyarakat, penyemprotan disinfektan, membudayakan protokol kesehatan dan berbagai cara lainnya.

Di saat Jakarta dan beberapa provinsi di Pulau Jawa perkembangan covid-19  meningkat dan cenderung mengkhawatirkan, maka situasi di Kota Makassar sangat berbeda, terjadi penurunan penyebaran Covid-19 serta dinyatakan sebagai Zona Hijau.

Penyebaran virus corona sudah lebih ditekan dengan berbagai upaya, ini terlihat dari  Rt Kota Makassar saat ini semakin menurun di angka 0,7 persen dari sebelumnya mendekati angka 1. 

Menurut Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto untuk program Makassar Recover ada tiga tim yang kini sedang bertugas yakni Satgas Raika yaitu tim pengurai kerumunan, Satgas Covid Hunter dan Satgas Detektor.

Satgas Raika menjalankan tugasnya siang dan malam, yang memantau kerumunan orang di tempat keramaian, termasuk di Mall, tempat wisata dan lainnya, sedangkan malam hari, terutama di tempat hiburan malam.

Satgas Covid Hunter adalah tim yang  akan memburu dan mencari tahu siapa saja warga yang suspek hingga terkonfirmasi Covid-19 di Kota Makassar dengan tugas khusus bertujuan menekan penyebaran Covid-19 di kota ini serta tugas umum melakukan  Tracing, Testing dan Treatment.

Tiap tim dari Satgas Covid Hunter ini terdiri dari masing masing dua dokter, perawat, satpol PP dan polisi serta satu orang dari unsur TNI  di 153 kelurahan di penjuru Kota Makassar. Selain itu disiapkan juga 17 unit mobil ambulans Covid Hunter.

"Di mobil itu ada antigennya, ada suplemennya yang akan diberikan kepada orang-orang yang suspek maupun orang yang berkontak erat degan suspek," ujarnya.

Sedangkan Satgas Detektor terdiri dari ribuan relawan dan tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam penanganan pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Makassar. Perekrutan relawan nakes yang termasuk dalam bagian imunitas kesehatan, melibatkan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan tenaga perawat dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Tim relawan detektor dan nakes terjun langsung ke rumah warga. Melakukan screening dan pengumpulan data terkait penyebaran Covid-19 di Makassar.

"Proses screening atau pengumpulan data umum, akan dipilah mana OTG (orang tanpa gejala) dan mana orang terpapar Covid-19," ucapnya. 

Selain itu, terus dilakukan vaksinasi massal memanfaatkan fasilitas ruangan luas milik pemerintah maupun swasta hingga memanfaatkan main hall (aula utama) mall (pusat perbelanjaan), melakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas pemadam kebakaran untuk semua sekolah sebagai persiapan sekolah tatap muka. 

Untuk menghindari klaster baru pada pembelajaran tatap muka, dilakukan penyemprotan disinfektan pada 400 sekolah  agar gedung sekolah siap digunakan oleh siswa dan para guru yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Hery Sumiharto mengatakan, telah dilakukan berbagai persiapan seperti uji coba di tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Makassar  sebagai persiapan untuk menggelar pembelajaran secara tatap muka pada tahun ajaran baru, Juli 2021.

Saat uji coba, murid-murid di tiga sekolah itu harus menjalani pemeriksaan Swab Antigen Covid-19 dan akan dituntaskan untuk seluruhnya 197.800 anak didik dengan tujuan untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

Selain murid, lanjutnya, guru-guru di tiga sekolah itu juga harus divaksin sebelum mengajar di dalam kelas. Dan Walikota mengklaim selutuh guru diKota Makassar sudah divaksinasi 100 persen..

Dukungan masyarakat terhadap langkah terpadu Pemkot Makassar memulihkan kota ini dari Pandemi Covid-19 bukan hanya partisipasi langsung, melainkan juga melalui bantuan peralatan.  

Store Manager PT Ace Hardware Cabang Perintis, Firman mengatakan, saat ini kami serahkan 200 lembar baju hazmat ke Wali Kota Makassar yang merupakan donasi kelima kalinya. Total donasi ini sebenarnya ada 350 lembar dan kami sebar juga ke Puskesmas serta rumah sakit yang ada di Makassar.

“Alhamdulillah bantuan ini sangat bermanfaat dan akan kami gunakan untuk tim saat bertugas dan juga akan kami berikan pada tenaga medis yang kekurangan APD (alat pelindung diri),” ujar Walikota.

Menurut Walikota Ramdhan, pihaknya akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan secara sengaja, apalagi berulang. 

“Aturannya jelas, ada perpanjangan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), ada program Makassar Recover menyiapkan tiga Satuan Tugas agar Makassar kembali pulih tanpa Covid-19,” ujarnya.

Pusat Perbelanjaan, obyek wisata, tempat hiburan malam (pub, kafe dan lainnya) menjadi sasaran Satgas Raika (Pengurai Keramaian) untuk memantau, menguraikan, membubarkan hingga tindakan sanksi lanjutan seperti pembekuan izin operasional sementara.

Dia mengakui ada pub dan sejumlah kafe terancam pembekuan izin, karena terbukti  membandel dan beberapa kali melanggar protokol kesehatan serta jam buka di masa pembatasan kegiatan masyarakat.

Pembekuan izin tempat hiburan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini pun menjadi bukti bahwa Pemkot Makassar serius dalam penerapan PPKM di kota  ini. 

"Pembekuan ini dilakukan hingga mereka bisa meyakinkan pemerintah kota untuk bisa kembali menegakkan protokol kesehatan Covid-19," ucap Walikota tanpa merinci.

Saat ini, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan  sebagai wilayah zona hijau hasil asesmen situasi epidemologi Pandemi Covid-19 nasional.

Hal itu berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI melalui asesmen Situasi Pandemi Covid-19 yang direkomendasikan WHO (organisasi kesehatan dunia), yaitu epidemologi, kesehatan masyarakat, dan fasilitas kesehatan.

Asesmen situasi per tanggal 19 Juni 2021 ini menyebutkan, satu provinsi dengan zona merah, 24 provinsi zona orange, dan 9 provinsi zona hijau. Salah satunya Sulsel yang masuk dalam 9 provinsi zona hijau.

Menanggapi hal itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersyukur Sulsel bisa menjadi salah satu provinsi yang masih aman dalam penanganan Covid-19 atau zona hijau.

Mari pertahankan zona hijau itu, lanjutnya, dengan membudayakan protokol kesehatan secara ketat, yakni wajib menggunakan masker untuk seluruh aktivitas warga kota, menghindari kerumunan sekaligus menjaga jarak untuk semua kegiatan serta terus membudayakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer untuk semua kegiatan. (Editor : Fyan K).

Saturday, 26 June 2021 13:24
 

Makassar (Phinisinews.com) - Pemerintah Kota Makassar menggandeng lembaga survei independen untuk  mengukur tingkat kekebalan tubuh warga Kota Makassar  mulai dari RT/RW hingga kecamatan.

Hal tersebut diutarakan Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto saat memimpin rapat koordinasi bersama master Covid se Kota Makassar, Sabtu, melalui press release Humasnya.

“Saat ini kita akan mengukur kekebalan tubuh warga Kota Makassar dengan mengambil contoh (sampel) darah. Kita akan turun mengambil sampel darah 1.350 orang hingga tingkat RT/RW,” kata Ramdhan Pomanto yang didampingi Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi.

Untuk itu, Dia menawarkan dirinya bersama Wawali  Fatmawati bersedia lebih dulu untuk menjadi contoh diambil sampel darahnya.

“Sebaiknya kami berdua dulu diambil contoh darahnya, ini sangat penting, karena hal ini merupakan yang pertama di Indonesia untuk mengukur kekebalan tubuh kita,” katanya. 

Menurut dia, hasil survey/penelitian nantinya akan dijadikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan untuk penanganan Covid-19 selanjutnya.

“Jika memenuhi indikator sesuai instrumen yang dijalankan, bisa saja masyarakat dapat beraktivitas dengan normal lagi,”  jelasnya.

Sementara itu Direktur Celebes Research Center (CRC), Herman Heizer mengatakan, basicnya adalah survey yang mewakili jumlah populasi warga di Kota Makassar. Untuk itu pihaknya meminta dukungan penuh dari pemerintah Kota Makassar agar dalam pelaksanaannya tidak menemui kendala saat survey.

“Kita butuh dukungan teknik dari pemerintah kota  agar bisa berjalan lancar, dengan pendekatan budaya memberi penjelasan dan pendekatan sehingga tidak menghambat proses berjalannya  pengambilan sampel darah,” ucapnya.

Selama ini, untuk mencegah, menghambat dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Makassar, sudah dicanangkan Makassar Recover (pemulihan kota Makassar dari Pandemi Covid-19) dengan berbagai tim seperti tim deteksi covid-19 (covid hunter), tim pembubar kerumunan dan lainnya hingga memanfaatkan tim pemadam kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah-sekolah menjelang sekolah tatap muka.

Selain itu, protokol kesehatan diterapkan secara ketat yakni wajib pakai masker di semua aktifitas, mencuci tangan dengan sabun di air menngalir atau membawa hand sanitizer untuk sewaktu waktu digunakan serta menjaga jarak di semua kegiatan dan menghindari kerumunan. (PR/FK/MMK).

Saturday, 26 June 2021 12:07
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK

Makassar (Phinisinews.com) – Mall GTC (Graha Tata Cemerlang – Lippo Grup) di Kawasan Terpadu Tanjung Bunga Makassar, Sabtu, kembali menjadi tempat vaksinasi tahap pertama bagi 1.000-an orang masyarakat Kota Makassar.

Vaksinasi bersama se-Kota Makassar dilakukan atas kerjasama Pemkot Makassar, Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Pantekosta di Indonesia, Pelayanan Masyarakat (Pelmas) GBI dan Mall GTC (Lippo Grup), demikian pantauan pers.

Sebelumnya (23/6), sebanyak 200-an karyawan GMTD (PT Gowa Makassar Tourism Development) dan Mall GTC serta tenant (penyewa) dan karyawannya melakukan vaksinasi tahap pertama di tempat tersebut.

Sejak pagi, semua sarana dan prasarana penunjang sudah berada di area Mall GTC, seperti beberapa mobil Covid Hunter (Tim Recover Makassar), Mobil Ambulans, Mobil dapur umum serta pihak pengamanan.

Protokol kesehatan diberlakukan secara ketat sebelum masuk mall dan setelah berada di aula utama (main hall) tempat vaksinasi dilakukan.

Deteksi suhu badan, wajib menggunakan masker serta cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau menggunakan sanitizer dilakukan di pintu masuk mall, lalu menjaga jarak sejak registrasi hingga pelaksanaan suntik vaksin tetap diberlakukan ketat melalui penyediaan tempat duduk dan tempat menunggu yang diatur sesuai prokes.

Hal itu dilakukan untuk menjamin pelaksanaan vaksinasi dan semua kegiatan di mall tersebut tetap aman dan nyaman serta sesuai prokes untuk menghindari sekaligus mencegah penyebaran virus covid-19.

Di Sulsel, terutama di Kota Makassar sebagai daerah zona hijau covid-19 terus berupaya dipertahankan, sekalihus mengupayakan agar pandemi covid-19 tersebut segera berakhir dengan berbagai upaya terpadu yang dilakukan secara ketat.

Masyarakat secara sadar mendatangi layanan vaksinasi covid-19 agar Makassar tetap menjadi Zona Hijau serta tidak terjadi perkembangan covid seperti di Jakarta saat ini.

Mall GTC yang berdiri sejak 2003 ini dikenal sebagai mall yang sangat tertib melaksanakan aturan pemerintah yang berlaku, termasuk saat awal Pandemi Covid-19 menyerang, Mall ini tercatat yang pertama menyediakan perangkat prokes seperti deteksi suhu, wajib pakai masker baik pengunjung maupun karyawan mall, penyediaan tempat cuci tangan serta ruang darurat perawatan bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan bersifat darurat yang terkoneksi dengan rumah sakit Siloam (Lippo Grup) yang berjarak sekitar 400 meter dari mall tersebut. (FK/MMK).

Wednesday, 23 June 2021 09:55
 

Penulis : Fred K  /  Editor : Fyan AK

Makassar (Phinisinews.com) – Mall GTC (Graha Tata Cemerlang - Lippo grup) bekerjasama dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) sebagai pengelola kawasan wisata, bisnis dan pemukiman terpadu Tanjung Bunga Makassar melakukan vaksinasi Covid-19.

Sebanyak 200-an karyawan GMTD dan Mall GTC serta tenant (penyewa) dan karyawannya melakukan vaksinasi tahap pertama di tempat tersebut, demikian pemantauan pers terhadap pelaksanaan vaksinasi di Mall GTC Tanjung Bunga Makassar, Rabu..

Protokol kesehatan diberlakukan secara ketat sebelum masuk mall dan setelah berada di aula utama (main hall) tempat vaksinasi dilakukan.

Deteksi suhu badan, wajib menggunakan masker serta cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau menggunakan sanitizer dilakukan di pintu masuk mall, lalu menjaga jarak tetap diberlakukan ketat melalui penyediaan tempat duduk dan tempat menunggu yang diatur sesuai prokes.

Hal itu dilakukan untuk menjamin pelaksanaan vaksinasi dan semua kegiatan di mall tetap aman dan nyaman serta sesuai prokes untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Untuk vaksinasi tahap kedua dijadwalkan 21 Juli 2021.

Mall GTC yang berdiri sejak 2003 ini dikenal sebagai mall yang sangat tertib melaksanakan aturan pemerintah yang berlaku, termasuk saat awal Pandemi Covid-19 menyerang, Mall ini tercatat yang pertama menyediakan perangkat prokes seperti deteksi suhu, wajib pakai masker baik pengunjung maupun karyawan mall, penyediaan tempat cuci tangan serta ruang darurat perawatan bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan bersifat darurat yang terkoneksi dengan rumah sakit Siloam (Lippo Grup) yang berjarak sekitar 400 meter dari mall tersebut. (FK/FAK).

Galleries

 
  Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia...
  Penulis : Fred K   /  Editor : Fyan AK Makassar (Phinisinews.com) - Kota Makassar saat ini berstatus zona...
  Penulis : Fred K  /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar secara resmi...
  Penulis : Fred K   /  Editor : Mitha MK Makassar (Phinisinews.com) – Pemerintah Kota Makassar menetapkan...

Get connected with Us